6 Varian Kopi Indonesia Legenda di Pasar Dunia, Kopi Gayo Sampai Kopi Kintamani

Beberapa varian kopi Indonesia sudah dikenal secara nasional dan diminati juga para pencinta kopi di berbagai belahan dunia. Tak heran, sebab Indonesia menduduki peringkat keempat sebagai negara penghasil biji kopi terbesar dunia. Bukan fakta kaleng-kaleng, klaim tersebut berdasarkan data dari Organisasi Pangan dan Agrikultural Dunia atau FAO yang mencatatkan nama Indonesia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia pada 2017-2018 lalu.

Sejarahnya masuknya kopi di Indonesia dimulai pada tahun 1696, dibawa VOC di yang mendarat di Pulau Jawa, kopi tersebut diangkut dari Malabar, India. Kemudian pada 1700-an, kopi telah menjadi penghasilan perkebunan utama VOC. Saking meledaknya penjualan biji kopi asal Hindia Belanda, sebutan Indonesia kala itu, sampai melebihi ekspor dari sentra kopi di Mocha, Yaman. Saat itu secangkir kopi sampai disebut dengan Cup of Java saking populernya kopi dari tanah air.

Kepopuleran kopi Indonesia bukan hanya ada dalam sejarah, hingga kini kopi-kopi berkualitas dari berbagai daerah di tanah air malah semakin diminati oleh pencinta kopi baik warga lokal maupun internasional. Nah, berikut beberapa kopi Indonesia yang terkenal, yang memiliki ciri khas masing-masing.

1. Kopi Arabika Gayo, Aceh

Belum ke Aceh kalau belum minum kopi Gayo, pernah mendengar ungkapan seperti itu? Masyarakat Aceh dan kopi adalah dua hal yang beriringan, sebab Aceh merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik kelas dunia dari Indonesia. Perkenalkan, kopi Gayo, varietas kopi arabika yang dibudidayakan di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, Indonesia. Kopi Gayo memiliki cita rasa yang khas dengan aroma dsn perisa yang kompleks dengan kekentalan yang kuat.

Sebagai bukti bahwa kopi Gayo memang berkualitas internasional, pada 27 Mei 2010 lalu, kopi ini mendapatkan Fair Trade Certified™ dari Organisasi Internasional Fair. Dari dalam negeri sendiri, kopi Gayo juga telah mendapat sertifikasi dari Kemenkumham, yaitu sertifikat Indikasi Geografis atau IG. International Conference on Coffee Science, Bali, pada Oktober 2010 menominasikan kopi asal Aceh ini sebagai the Best No 1, dibandingkan dengan kopi jenis arabika dari tempat lain.

2. Kopi Liberika Rangsang Meranti, Riau

Di Kepulauan Meranti terdapat perkebunan kopi Liberika asal Liberia yang tumbuh di tanah gambut, padahal umumnya kopi tidak cocok ditanam dengan lahan seperti itu. Meski demikian masyarakat setempat berhasil merawat perkebunan mereka demi menghasilkan kopi dengan cita rasa khas asal Rangsang, Meranti tersebut. Nah, karena tumbuh di lahan gambut, kopi ini juga biasa disebut kopi gambut. Namun di pasar nasional dan internasional, kopi asal Provinsi Riau ini lebih dikenal dengan nama Kopi Liberika Rangsang Meranti.

Permintaan terbanyak kopi Liberika Rangsang Meranti ini hampir 80 persen sampai 90 persennya datang dari negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura yang secara geografis memang dekat dengan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Selain dari negara tetangga, pasar kopi Liberika Rangsang Meranti juga merambah ke nasional seperti Jakarta, Yogyakarta dan Pekanbaru.

Kualitas kopi Liberika Rangsang Meranti tidak perlu diragukan, sebab kopi ini telah menyabet sertifikasi IG dan dinyatakan sebagai satu di antara beberapa hasil pertanian terbaik oleh Dirjen Kekayaan Intelektual Nasional RI. Dari segi aroma, kopi Liberika Rangsang Meranti mengeluarkan wangi khas coklat yang lembut, bahkan saat masih berbentuk biji, aroma yang tercium dari kopi ini sangat harum. Rasanya perpaduan antara rasa coklat dan nangka.

Baca: 

3. Kopi Arabika Java Ijen Raung, Jawa Timur

Kopi Arabika Java Ijen Raung merupakan kopi dengan cita rasa khas asal Bondowoso, Jawa Timur. Kopi Arabika ini memiliki kesan rasa asam Jawa dengan sedikit rasa pedas. Selain itu dominan rasa pahit pada yang ada pada kopi juga tidak begitu pekat, dengan aroma khas bunga hutan. Kopi Arabika Java Ijen Raung juga telah mendapat IG dari Kementerian Hukum dan HAM.

Kopi Arabika Java Ijen Raung dibudidayakan di sebelah timur Kawah Ijen di ketinggian 1400 mdl. Kopi Arabika Java Ijen Raung asal Bondowoso ini merupakan kopi Arabika yang ringan dengan keasaman yang keasaman rendah. Bercita rasa seperti kacang-kacangan dengan sedikit rasa seperti coklat. Kopi Arabika Java Ijen Raung ini memiliki tekstur lembut sehingga terasa manis saat dicicipi.

4. Kopi Robusta Temanggung, Jawa Timur

Selain kopi Arabika dari Bondowoso, Jawa Timur juga punya kopi Robusta yang juga mendunia, namanya Kopi Robusta Temanggung. Beberapa negara Eropa sangat menggemari cita rasa kopi ini, selain itu negara di Timur Tengah dan Benua Australia serta Jepang juga mengimpor Kopi Robusta Temanggung dari Indonesia. Harga Kopi Robusta Temanggung cukup mahal, sehingga di pasar internasional dianggap layaknya barang mewah.

Tidak heran jika keunggulanKopiRobustaTemanggungdilindungi dengan sertifikat IG, dengan kualitas terbaik yang hanya dihasilkan dari 11 Kecamatan, termasuk di antaranya Gemawang, KandanganGesing, yang ditetapkan sebagai kawasan IG sejak tahun 2016. Kualitas rasa selain karena varietas dan kondisi tanah, juga ditentukan olej sistem pemanenan. Petani di daerah Temanggung sudah terbiasamelalukanpetik buah kopi ketika sudah merah segar. SensasikopiRobustaTemanggung memiliki rasa identik dengan rasa coklat dan sedikit pedas

5. Kopi Arabika Toraja, Sulawesi Selatan

Kopi Arabika Toraja merupakan salah satu varian kopi populer dengan kualitas terbaik di Indonesia, memiliki cita rasa yang khas dengan karakter unik, wajar membuat kopi asal Toraja, Sulawesi Selatan ini banyak diminati dan dinikmati pencinta kopi dari berbagai belahan dunia. Keunikan rasa Kopi Arabika Toraja ini disebabkan lokasi tanamnya di area pegunungan dengan tanah vulkanik di ketinggian 1400 sampai 2100 mdpl di pegunungan Sasean, ditanam berdampingan dengan aneka rempah sehingga membuat aroma kopi Arabika Toraja menjadi wangi dan khas.

Secara fisik, biji kopi Arabika Toraja memiliki bentuk serta ukuran yang tak teratur berwarna coklat tua, sehingga cukup muda diidentifikasi. Cita rasa kopi Arabika Toraja cenderung dominan pada aroma rasa buah dan tidak begitu pahit saat diminum, selain itu tingkat keasaman kopi ini juga rendah sehingga nyaman diminum. Kopi Arabika Toraja disebut juga sebagai ratunya kopi atau ‘Quen of Coffe’.

6. Kopi Arabika Kintamani, Bali

Selain Kopi Arabika Gayo dan Kopi Arabika Toraja yang terkenal, Indonesia juga punya varian kopi Arabika lainnya dari Bali yang tak kalah populer dan banyak diminati para turis yang melancong ke Bali. Kopi Arabika Kintamani dibudidayakan di lahan dengan ketinggian 900 mdpl, ciri khas dari perkebunan kopi Arabika Kintamani ini yaitu pohon kopi ditanam berbarengan dengan komoditas lain seperti sayuran dan jeruk. Pohon-pohon kopi sengaja ditanam di bawah pohon penaung, dan dikelola secara bersamaan sehingga menghemat penggunaan pupuk organik yang digunakan.

Kopi Kintamani memiliki karakteristik rasa asam yang segar seperti buah jeruk, kopi Arabika Kintamani juga memiliki aroma yang kuat dan manis. Berbeda dengan kopi Indonesia lain yang cenderung beraroma rempah, kopi Arabika Kintamani ini tidak memiliki rasa rempah. Kopi asal Bali ini tidak memiliki rasa pahit yang dominan, sehingga cocok untuk penggemar kopi yang tidak menyukai rasa terlalu pahit.

sumber: tempo.co

Putri Balige
Author: Putri Balige

Tinggalkan Balasan