Menu Close

7 Aktivitas Wisata di Jungle Milk Lembang, Camping hingga Piknik

7 Aktivitas Wisata di Jungle Milk Lembang, Camping hingga Piknik

Belakangan, makin banyak camping ground yang mengusung konsep privat bermunculan. Salah satu yang baru adalah Jungle Milk di dekat Gunung Tangkuban Perahu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Artinya, konsep privat itu kita batasi jumlah pengunjungnya. Jadi antarkelompok tenda itu masih berjarak,” kata owner sekaligus pengelola Jungle Milk Astrid Rijker saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/3/2021).

Untuk membatasinya, setiap pengunjung harus melakukan reservasi lebih dahulu minimal H-1. Pengunjung bisa mengambil beberapa paket wisata yang tersedia. Nantinya, hanya mereka yang sudah melakukan reservasi yang bisa masuk ke dalam kawasan Jungle Milk.

Astrid tidak membuka kunjungan harian yang hanya sekadar main saja, dan tidak mengambil paket wisata. Berikut ini beberapa aktivitas wisata yang bisa dilakukan di Jungle Milk:

1. Camping privat

Aktivitas pertama adalah camping privat. Sekarang ini, Jungle Milk hanya bisa menerima sekitar 65 orang pengunjung atau sekitar 20 tenda per hari untuk aktivitas camping.

Dari luas lahan total sekitar 25 hektar, Astrid hanya mengalokasikan sekitar tiga sampai empat hektar saja untuk lahan camping.

Dengan jumlah pembatasan tersebut, tiap rombongan dipastikan bisa memiliki area camping yang cukup dan terjaga jaraknya dari rombongan lain. Pengunjung juga bisa memilih spot camping sendiri sesuai keinginan.

“Sebenarnya, konsep dengan dikasih jarak antartenda itu enggak hanya di masa pandemi saja. Tapi konsep kita setelah pandemi berakhir pun akan tetap berjarak kayak gini,” terang Astris.

  • Camping Mandiri

Ada tiga paket camping yang bisa dipilih pengunjung. Pertama, adalah Camping Mandiri di mana pengunjung harus membawa peralatan camping sendiri. Tarifnya adalah Rp 125.000 per orang.

Kamu bisa membawa alat camping apa pun. Tenda dan matras misalnya, bisa juga membawa sleeping bag, kompor, alat api unggun, dan lain-lain.

Namun ada beberapa syarat tertentu. Misalnya, tidak boleh merusak rumput dengan menyalakan kompor dan api unggun langsung di atas rumput. Kamu harus menggunakan dudukan khusus.Kawasan camping di Jungle Milk Lembang© Disediakan oleh Kompas.com Kawasan camping di Jungle Milk Lembang

  • Camping Manja

Kemudian Camping Manja, cocok untuk kamu yang tak memiliki alat-alat camping sendiri. Jungle Milk akan menyediakan segala macam peralatan dan perlengkapan camping.

Tarifnya adalah Rp 240.000 per orang sudah termasuk alat-alat berupa tenda untuk tiga orang, kasur busa, matras karet, bantal, selimut, sleeping bag, dan lampu tenda.

  • Camper Van

Terakhir adalah camper van, di mana kamu bisa membawa masuk mobilmu hingga ke area camping dan parkir tepat di sebelah tenda.

Sekarang ini, Jungle Milk baru membuka area camper van khusus untuk pribadi, misalnya untuk rombongan keluarga atau teman-teman. Bukan untuk komunitas. Sekarang ini area camper van baru bisa menampung sekitar lima mobil saja.

Baca juga: 

Jika ingin mengambil paket camper van, kamu juga perlu mengambil antara paket Camping Mandiri atau Camping Manja.

Satu unit mobil untuk camper van dikenakan tarif Rp 60.000 per mobil. Nantinya harga tersebut akan ditambah dengan tarif paket camping yang diambil. Apakah Camping Mandiri seharga Rp 125.000 per orang atau Camping Manja Rp 240.000 per orang.

Ada beberapa fasilitas add-on yang bisa kamu gunakan dengan membayar ekstra. Di antaranya adalah dudukan api unggun dan kayu bakar dengan harga Rp 50.000. Ada juga kompor dan gas serta pembakaran, dengan harga Rp 100.000.

2. Piknik privat

Untuk aktivitas piknik, area yang digunakan berbeda dengan area camping dan atraksi wisata lain. Areanya pun benar-benar privat, areanya juga luas, sehingga setiap meja piknik bisa ditata cukup berjauhan satu sama lain.

“Area itu hanya bisa dipakai untuk yang sudah reservasi untuk piknik dan barbekyu saja. Jadi itu areanya bukan area bebas, semua orang yang camping bisa piknik di situ, enggak,” tambah Astrid.

Ada dua paket piknik yang bisa kamu ambil, yakni piknik dengan makanan tradisional atau piknik barbekyu.

Pengunjung yang mengambil paket piknik juga bisa piknik sambil dikelilingi dengan kuda-kuda yang sedang merumpuh di kawasan Jungle Milk camping ground Lembang
Pengunjung yang mengambil paket piknik juga bisa piknik sambil dikelilingi dengan kuda-kuda yang sedang merumpuh di kawasan Jungle Milk camping ground Lemban

Untuk paket piknik dengan makanan tradisional, pengunjung akan mendapatkan nasi timbel dan makanan khas Sunda lainnya, termasuk juga dessert dan minuman.

Sementara untuk barbekyu, berupa daging-dagingan dan juga tambahan paket seafood lengkap dengan panggangan di atas meja sehingga kamu bisa memasaknya sendiri.

Nantinya, makanan akan disajikan dengan tema piknik di tengah hutan pinus dengan pemandangan kuda-kuda yang sedang merumput. Ada meja dan kursi yang ditata dengan cantik.

Baca juga: 

Karena ditata berjarak, setiap harinya Jungle Milk hanya bisa menerima maksimal 70 orang pengunjung saja untuk piknik.

Harga paket piknik dengan makanan tradisional Sunda adalah Rp 150.000 per orang. Sementara untuk paket barbekyu, harganya Rp 180.000–Rp 240.000 per orang.

3. Trekking

Jika ingin mengasah kemampuan fisikmu, kamu bisa juga mengambil paket wisata trekking yang rutenya ke luar Jungle Milk.

“Kebetulan di sebelah kita itu posisinya hutan lindung. Jadi masuk ke area hutan lindung dan spot terakhirnya itu di Tebing Lumut,” jelas Astrid.

Tebing Lumut merupakan salah satu spot wisata terkenal di Lembang, merupakan sebuah benteng yang dibangun dari zaman Belanda. Tarifnya Rp 80.000 per orang, sudah termasuk tour guide dan air minum. Rute trekking biasanya memakan waktu sekitar 1,5–2 jam.

4. Bermain bersama hewan

Sebelum diubah menjadi kawasan camping ground dan atraksi wisata, Jungle Milk merupakan kawasan penangkaran kuda dan sapi.

Burung hantu yang ada di Jungle Milk camping ground. Pengunjung bisa bermain bersama mereka saat camping di sana.
Burung hantu yang ada di Jungle Milk camping ground. Pengunjung bisa bermain bersama mereka saat camping di sana.

Astrid berusaha mempertahankan hal itu, sehingga ia pun memutuskan untuk melepaskan kuda-kuda dan sapi-sapi tersebut untuk bisa bebas merumput di kawasan Jungle Milk.

Selain kuda dan sapi, Jungle Milk juga memiliki burung hantu. Pengunjung bisa dengan bebas berinteraksi dengan hewan-hewan tersebut tanpa dikenakan biaya tambahan. Termasuk juga berfoto bersama mereka.

5. ATV

Kamu juga bisa berkeliling area Jungle Milk seluas 25 hektar menggunakan ATV. Harganya Rp 250.000 per ATV untuk waktu satu jam.

Baca juga: 

“Itu bisa bareng dua orang gitu, bisa juga gantian orang untuk satu jam,” imbuh Astrid.

6. Horse riding

Selanjutnya, kamu juga bisa horse riding atau menunggangi kuda-kuda di Jungle Milk. Rutenya unik, kamu akan diajak mengitari hutan rimbun dan sejuk di kawasan Jungle Milk.

Harga horse riding di Jungle Milk adalah Rp 350.000 per kuda untuk waktu satu jam. Nantinya, pengunjung bisa menunggangi kuda tersebut secara begantian dengan anggota keluarga atau teman selama waktu satu jam tersebut.

7. Menikmati alam

“Karena kita posisinya masih masuk banget dari jalan raya ke atas lagi. Posisinya benar-benar di tengah hutan, jadi konsepnya tuh tenang, sunyi. Itu yang kita jual,” terang Astrid.

Pengunjung akan bisa menikmati sensasi camping di tengah alam yang sunyi dan sepi dengan rimbunnya pepohonan di sekeliling area camping.

Di sana juga tidak tersedia Wifi sama sekali, termasuk di area kafenya. Kamu pun akan benar-benar bisa lepas dari pengaruh dunia luar.

Kawasan api unggun di Jungle Milk camping ground di Lembang
Kawasan api unggun di Jungle Milk camping ground di Lembang

“Kita enggak menyediakan wifi dan hanya beberapa spot yang bisa dapat sinyal. Banyak juga review dari customer bahwa mereka senang tanpa adanya sinyal di semua titik dan Wifi mereka terpaksa bisa menikmati quality time itu,” jelas Astrid.

Selain tanpa akses Wifi, Jungle Milk juga tidak menyediakan akses listrik untuk para pengunjung. Di tenda maupun kafe tidak disediakan stop kontak listrik.

“Kita juga enggak menyediakan listrik kecuali keadaan terdesak. Misalnya, nebulizer untuk yang asma atau apa pun itu, baru kita bisa kasih aksesnya. Karena sumber energi di sana itu pakai solar panel sama aki. Jadi disarankan juga untuk bawa power bank,” pungkas Astrid.

Baca juga: 

Sebelum datang, kamu harus melakukan reservasi terlebih dahulu maksimal H-1 kedatangan ke nomor WhatsApp +6282126848242.

sumber: kompas.com

Putri Balige
Author: Putri Balige

Leave a Reply