7 Tips Tetap Aman Saat Traveling di Tengah Pandemi

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah dilonggarkan, beberapa tempat wisata juga telah kembali dibuka dengan menerapkan aturan protokol kesehatan ketat.

Rasanya kamu sudah tidak sabar bukan untuk kembali traveling, bukan? Ya, tentu sudah banyak destinasi yang ingin dikunjungi, baik itu pantai ataupun hotel favorit yang menjadi wishlist-mu.

Eits, tunggu dulu, sebelum itu ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan supaya tetap ‘terlindungi’ selama traveling.

Berikut kumparan rangkum tips traveling aman saat new normal, seperti dikutip dari keterangan resmi Pegipegi.

1. Selalu membawa hand sanitizer

com-hand sanitizer Foto: Shutterstock© Disediakan oleh Kumparan com-hand sanitizer Foto: Shutterstock

Cuci tangan secara berkala sangat penting untuk menjaga kebersihan tangan, apalagi mengingat banyak kuman hingga virus yang dapat menempel di tangan. Selain itu, kita juga sangat sering menyentuh wajah dengan tangan. Penelitian menunjukkan kita menyentuh wajah menggunakan tangan bahkan hingga 23 kali hanya dalam satu jam.© Disediakan oleh Kumparan

Jika mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir tidak memungkinkan, maka hand sanitizer dapat digunakan menjadi pengganti sabun cuci tangan di mana keefektifannya tidak jauh berbeda.

Studi yang dilakukan University of Maryland menunjukkan, jumlah bakteri yang tertinggal pada tangan yang dibersihkan menggunakan sabun dan hand sanitizer ternyata tidak jauh berbeda.

2. Gunakan masker kain di mana pun

Ilustrasi wisatawan yang sedang traveling di tengah pandemi Foto: Dok. Pegipegi© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi wisatawan yang sedang traveling di tengah pandemi Foto: Dok. Pegipegi

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah merekomendasikan semua orang untuk mengenakan masker kain jika ingin pergi ke tempat umum.

Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus dari orang tanpa gejala (OTG). Namun, dengan menggunakan masker bukan berarti aman untuk berdekatan dengan orang lain. Akan tetapi, harus tetap memperhatikan protokol menjaga jarak yang baik dan benar.

3. Pilih kursi di dekat jendela pesawat

Seorang penumpang pesawat tengah menyalakan fitur Airplane Mode Foto: Shutterstock© Disediakan oleh Kumparan Seorang penumpang pesawat tengah menyalakan fitur Airplane Mode Foto: Shutterstock

Jika memungkinkan, saat bepergian dengan pesawat, pilih tempat duduk yang dekat dengan jendela.

Sebuah penelitian Emory University mengungkap, bahwa selama musim flu tempat teraman untuk duduk di pesawat adalah dekat jendela.

Mengapa? Karena orang yang duduk di kursi dekat jendela memiliki lebih sedikit kontak dengan orang yang berpotensi sakit.

4. Bawa peralatan makan sendiri

Ilustrasi Alat Makan Foto: Pixabay/armtemtation© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi Alat Makan Foto: Pixabay/armtemtation

Peralatan makan dan minum seperti sendok, garpu, dan tumbler dapat dibawa ke mana pun ketika bepergian. Dengan membawa peralatan makan sendiri, maka dapat mencegah terjadinya penularan.

5. Check-in secara online

Ilustrasi boarding pass yang didapat dari check in online Foto: Shutter Stock© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi boarding pass yang didapat dari check in online Foto: Shutter Stock

Kita tahu bahwa salah satu media penyebaran virus adalah dengan sentuhan. Sedangkan boarding pass adalah salah satu benda yang sering berpindah tangan dan disentuh untuk pengecekan.

Solusi untuk mengurangi sentuhan di masa pengecekan, yaitu dengan melakukan boarding pass online. Oleh karena itu, kamu lebih disarankan untuk langsung check-in online di aplikasi Pegipegi.

6. Bawa termometer digital sendiri

Ilustrasi termometer digital Foto: Shutterstock© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi termometer digital Foto: Shutterstock

Pengecekan suhu tubuh sudah normal dilakukan di area publik saat ini. Biasanya dengan cara ‘menembakkan’ termometer infrared digital di bagian atas mata (dahi).

Karena bentuknya yang besar dan harganya yang relatif mahal, membawanya secara mandiri tidaklah ideal. Namun, kamu bisa membawa atau membeli termometer sendiri.

Dengan membawa termometer ini, kamu bisa mengecek suhu tubuh secara reguler di destinasi yang akan dituju. Hal ini juga untuk memastikan apabila kamu memiliki gejala demam.

7. Pilih destinasi outdoor ketimbang indoor

Ilustrasi wisatawan sedang membaca blog travel. Foto: Shutter Stock© Disediakan oleh Kumparan Ilustrasi wisatawan sedang membaca blog travel. Foto: Shutter Stock

Kita tahu bahwa penyebaran virus lebih banyak di tempat tertutup (indoor) dan padat. Hal ini membuat destinasi outdoor seperti taman, pantai, gunung, dan sejenisnya akan lebih populer.

Selama menerapkan protokol menjaga jarak, destinasi outdoor cenderung lebih aman. Dengan menerapkan tips di atas, keamananmu juga akan lebih terjaga.

sumber: kumparan

Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply