Bahlil Restui Relaksasi Ekspor Konsentrat Amman 6 Bulan Akibat \’Kahar\’, Kemendag Belum Terbitkan Izin

Bloomberg – 25 Oktober 2025 — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menyetujui rekomendasi relaksasi ekspor konsentrat tembaga untuk PT Amman Mineral International Tbk. AMMN selama enam bulan pada tahun 2025. Persetujuan ini diberikan setelah Amman berhasil membuktikan bahwa proyek smelter katoda tembaganya di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kondisi kahar (force majeure).

Bahlil menjelaskan bahwa perusahaan yang mengalami kondisi kahar dalam pembangunan smelter dapat diberikan opsi ekspor dengan batasan waktu dan dikenakan pajak yang lebih tinggi sebagai komitmen penyelesaian proyek. \”Amman kita kasih waktu tertentu. Mereka ajukan dalam keadaan kahar dan dibuktikan dengan APH, asuransi, dan sebagainya,\” ujar Bahlil pada Jumat (24/10/2025).

Namun, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan bahwa pihaknya belum menerbitkan izin ekspor untuk Amman. Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Kemendag Andri Gilang Nugraha menyatakan masih menunggu rekomendasi resmi dari Kementerian ESDM.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti kontraksi ekonomi NTB sebesar -0,82% pada Triwulan II-2025, yang dinilai disebabkan oleh pembangunan smelter Amman dan terhentinya izin ekspor konsentrat. Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bahkan sempat mengklaim izin ekspor konsentrat Amman telah terbit pada 14 Oktober 2025.

Amman sendiri sebelumnya telah mengajukan perpanjangan izin ekspor karena lambatnya proses commissioning smelter yang baru mencapai kapasitas operasi sekitar 48%. Namun, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno sempat menegaskan bahwa izin ekspor hanya akan diberikan kepada perusahaan yang mengalami keadaan kahar seperti PT Freeport Indonesia (PTFI), bukan hanya karena kapasitas smelter yang belum maksimal.

Ikuti saluran Indomine • Batu Bara & Nikel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *