Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 21% Menjadi $15,91 Miliar di Tengah Terus Melemahnya Harga

JakartaGlobe – 03 Oktober 2025 — Ekspor batu bara Indonesia mengalami pukulan signifikan tahun ini, turun hampir 21% karena komoditas tersebut bergulat dengan harga global yang terus rendah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa ekspor batu bara hanya mencapai $15,91 miliar dalam periode Januari–Agustus 2025, penurunan tajam sebesar 20,99% year-on-year (yoy) dari $20,13 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini didorong oleh anjloknya harga ekspor rata-rata, yang turun dari $76,14 menjadi $63,48 per ton. Secara global, harga batu bara mengalami penurunan 23,06% yoy, dengan harga rata-rata pada bulan Agustus mencapai $112,15 per metrik ton (MT), turun dari $145,76 MT tahun sebelumnya. Selain itu, harga berjangka ICE Newcastle Coal untuk kontrak Oktober 2025 baru-baru ini mengalami penurunan harian sebesar 0,66% menjadi $104.85.

Dari segi volume, Indonesia hanya mengekspor 251,13 juta ton batu bara dalam delapan bulan pertama 2025, turun dari 264,78 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Meskipun terjadi penurunan, batu bara tetap menjadi komponen penting ekspor non-migas Indonesia, menyumbang 9,03% dari total ekspor. Pembeli utama seperti Tiongkok dan India terus membeli bahan bakar mineral (termasuk batu bara), dengan total masing-masing $5,91 miliar dan $3,69 miliar hingga Agustus 2025.

Di tengah kondisi pasar yang lesu ini, penambang batu bara Indonesia juga menghadapi peningkatan pengawasan regulasi terhadap kepatuhan lingkungan. Pemerintah telah mengumpulkan hingga Rp 35 triliun (sekitar $2,1 miliar) dana reklamasi dan pascatambang, namun baru-baru ini menangguhkan operasi 190 penambang, banyak di antaranya di sektor batu bara, karena gagal memenuhi kewajiban pemulihan lahan mereka.

Ikuti saluran Indomine • Batu Bara & Nikel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *