Kota Tua-Sunda Kelapa Bakal Direvitalisasi Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Pemprov DKI Jakarta siap mengembangkan kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa sebagai destinasi wisata ramah pejalan kaki di Utara Jakarta. Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut transformasi kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa dicanangkan sejak Gubernur Ali Sadikin, namun kini dilaksanakan dengan cara baru.

Untuk mewujudkannya, Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (JXB), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) menandatangani Head of Agreement (HoA). Sehingga membentuk Joint Venture (JV) dalam rangka percepatan perkembangan.

“Bedanya kali ini dengan cara baru, sehingga kita lebih optimis meraih sukses. Cara baru tersebut adalah Kolaboratif, Masif dan Terstruktur. Kolaboratif adalah melibatkan banyak pihak, pusat, daerah, swasta, UKM, dan pakar,” jelas Anies dalam keterangannya, Rabu (28/4).

“Masif dengan yang dikelola bukan sejumlah bangunan saja, tetapi kawasan seluas 240 hektar dari Sunda Kelapa hingga Kota Tua. Kemudian, terstruktur adalah melalui pembentukan JV yang diberi banyak fleksibilitas dan otoritas untuk mengelola,” lanjutnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan pada acara penandatanganan perjanjian pokok tentang pembentukan perusahaan patungan pengelola kawasan Kota Tua di halaman Museum Fatahillah, Jakarta, Rabu (28/4). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan pada acara penandatanganan perjanjian pokok tentang pembentukan perusahaan patungan pengelola kawasan Kota Tua di halaman Museum Fatahillah, Jakarta, Rabu (28/4). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

© Disediakan oleh Kumparan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan pada acara penandatanganan perjanjian pokok tentang pembentukan perusahaan patungan pengelola kawasan Kota Tua di halaman Museum Fatahillah, Jakarta, Rabu (28/4). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (BUMN dan BUMD) dalam merevitalisasi Kota Tua dan Sunda Kelapa melalui joint venture bertujuan membangkitkan kawasan ini menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Transformasi ini, kata Anies, memanfaatkan unsur nostalgia yang dikombinasikan dengan mewujudkan peluang ekonomi, sekaligus memberi kesempatan bagi generasi mendatang untuk belajar. Sehingga pengembangan Kota Tua tetap mengangkat masa lalu, namun berorientasi masa mendatang.

“Inilah yang dinamakan kuno tetapi modern dan dinamis. Kita tidak ingin menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata semata, tetapi juga sebagai ekosistem ekonomi yang dinamis yang menarik orang untuk berkarya. Ada kehidupan di Kota Tua, dan kehidupan itulah yang menarik wisatawan untuk datang,” tuturnya.

Anies ingin nantinya Kota Tua didesain penuh dengan copy paste dari tempat lain di dunia. Namun harus tetap memiliki narasi, ciri, dan keunikan tersendiri.

Dia berharap berbagai kementerian seperti Kementerian BUMN mendorong revitalisasi aset, akses pendanaan baik government maupun non-government, serta mengoptimalkan peran ITDC untuk mengembangkan Kota Tua-Sunda Kelapa. Juga dari Kementerian Pariwisata untuk ikut mempromosikan menjadikannya hadir dalam kalender event nasional maupun dunia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menparekraf Sandiaga Uno, dan Menteri BUMN Erick Thohir di halaman Museum Fatahillah, Jakarta, Rabu (28/4). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menparekraf Sandiaga Uno, dan Menteri BUMN Erick Thohir di halaman Museum Fatahillah, Jakarta, Rabu (28/4). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Pemprov DKI juga menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar narasi Kota Tua diangkat dalam khazanah sejarah dan budaya di ibu kota. Juga dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI) agar berbagai program UKM BI, serta berbagai program digitalisasi keuangan bisa diterapkan di kawasan tersebut.

“Kami juga minta support dari dunia usaha dan para pemilik property di kawasan (Kota Tua) untuk terus berinvestasi dan mengembangkan ekonomi kawasan selaras dengan narasi besar Kota Tua-Sunda Kelapa,” kata dia.

Sementara itu, PT MITJ selaku eksekutor integrasi juga fokus mengembangkan Kawasan berorientasi Transit atau TOD di Kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa.

“Dalam aspek pengintegrasian transportasi publik, kawasan ini nantinya akan terhubung melalui stasiun commuterline eksisting yaitu Stasiun Beos (Kota Tua) dan stasiun MRT yang terintegrasi secara underground yang kini telah masuk dalam pembangunan MRT Fase 2A (CP203) yang ditargetkan selesai pada tahun 2027. Ditambah lagi tersedianya jalur BRT Transjakarta kian memudahkan perjalanan bagi warga yang akan berkunjung ke kawasan ini hingga menunjang aksesibilitas kawasan yang tinggi. Kota Tua-Sunda Kelapa juga diproyeksikan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).” ungkap Direktur Utama PT MITJ Tuhiyat.

Perlu diketahui, kegiatan HoA tersebut turut dihadiri oleh Menteri BUMN, Erick Thohir; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno; Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; Dirut PT KAI (Persero), Didiek Hartantyo; Dirut PT MRT Jakarta (Perseroda), William Sabandar; Dirut PT MITJ, Tuhiyat; Direktur Utama JXB, Novita Dewi; dan Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer.

Sumber: kumparannews

Gerai Kendhil
Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply