Madu Murni Tercipta

Madu dikatakan murni jika dalam proses produksi sampai hasil akhir dalam proses pengemasan tidak mengalami pencampuran dengan zat apapun dan tidak mengalami proses pemanasan atau proses yang lain, yang menyebabkan kandungan gizi pada madu berubah.

Madu murni berkualitas (SNI 01-3545-2004).Hanya madu murni yang memenuhi syarat mutu madu yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan SNI yang seharusnya kita pilih untuk kesehatah tubuh kita. Persyaratan Mutu Madu Berdasarkan SNI 01-3545-2004:

NOJenis MaduSatuanPersyaratan
AUji organoleptik
1BauKhas madu
2RasaKhas madu
BUji laboratoris
1Aktivitas enzim diastaseDNmin 3*)
2Hidroksimetilfurfural (HMF)mg/kgmaks 50
3Kadar air% b/bmaks 22
4Gula pereduksi (dihitung sebagai glukosa)% b/bmin 65
5Sukrosa% b/bmaks 5
6Keasamanml NaOH/kgmaks 50
7Padatan tak larut dalam air% b/bmaks 0,5
8Abu% b/bmaks 0,5
9Cemaran logam
9.1 Timbal (Pb)mg/kgmaks 2,0
9.2 Cadmium (Cd)mg/kgmaks 2,0
9.3 Merkuri (Hg)mg/kgmaks 0,03
10Cemaran arsen (As)mg/kgmaks 1,0
11Kloramfenikoltidak terdeteksi
12Cemaran mikroba:
12.1 Angka lempeng total (ALT)koloni/g<5X103
12.2 Angka paling mungkin (APM) koliformAPM / g<3
12.3 Kapang dan khamirkoloni/g<1X101

CATATAN *)Persyaratan ini berdasarkan pengujian setelah madu dipanen

Madu murni seperti ini hanya bisa diperoleh dari sarang lebah yang sudah tua (layak panen,ditandai dengan sarang lebah yang telah tertutup). Sedangkan madu murni yang diambil saat madu masih muda (belum saatnya dipanen, ditandai dengan sarang lebah yang belum menutup), dihasilkan madu yang kurang berkualitas.
Madu murni tidak berkualitas.

Madu dikategorikan dalam jenis ini jika madu tersebut tidak memenuhi standard mutu madu SNI 01-3545-2004, biarpun diambil langsung dari sarangnya. Sebagai contoh,madu yang berkadar air 23%b/b ke atas.Madu dalam kategori ini masih layak dikonsumsi selama belum mengalami proses fermentasi.

Kalau sudah fermentasi ditandai dengan ciri-ciri fisik diantaranya ber-gas, berbuih banyak, berbau tidak sedap (bau alkohol), rasanya asam dan saat diminum tenggorokan terasa sakit.

Jenis lebah yang paling banyak menghasilkan madu adalah lebah lokal (apis cerana), lebah liar (apis dorsata), dan lebah Eropa (apis mellifera).

Rasa madu ditentukan oleh jenis bunga yang dihisap dari tumbuhan sebagai pakan lebah, misalnya Madu Kelengkeng, lebah pekerja mengambil nektar di bunga kelengkeng (perkebunan kelengkeng).

Komponen penyusun madu adalah air, gula (fruktosa, glukosa, maltosa, sukrosa), mineral (Ca, Na, P, Fe, Mg, Mn), Vitamin (B1, B2, B5, B6, C), dan enzim.

Adapun madu yang kami jual adalah madu murni yang memenuhi persyaratan sesuai SNI No. 01 – 3534 Tahun 2004, madu perhutani murni yang telah teruji .

sumber: maduperhutani

Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply