Pandemi Covid-19 Buat Perusahaan Adaptasi Gaya Hidup Digital

Indonesia sedang menghadapi ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 yang terus bergejolak. Beradaptasi kepada gaya hidup digital menjadi salah satu upaya untuk menghadapi kenormalan baru yang dilakukan oleh masyarakat agar tetap dapat melanjutkan kesehariannya. Termasuk di antaranya adalah bagaimana sebuah perusahaan mengelola cara kerja dan koordinasi secara digital.

Senior Professional Service Consultant Lark, Suryanto Lee, mengatakan, perusahaan dapat menyeimbangkan ketangkasan dan produktivitas selama situasi pandemi. Pertama, mengimbangi kapasitas tenaga kerja.

Menurut Lee, keamanan dan kesehatan karyawan menjadi prioritas utama dalam menghadapi Covid-19. Saat ini, banyak perusahaan menerapkan pengaturan jam bekerja dengan membagi beberapa shift untuk mengimbangi kapasitas jumlah karyawan yang bekerja di kantor.

Maka dari itu, kata dia, memilih cara pengelolaan yang tepat penting untuk menjaga efektivitas perusahan, dengan meminimalisasi kepentingan bertemu tatap muka. “Mengadaptasi penggunaan platform yang mampu menjadi pusat kontrol yang memungkinkan tahap kerja otomatis, seperti persetujuan, alur kerja, pengeluaran, dan data kehadiran dapat diintegrasikan dengan fitur Approval dan Attendance sangat membantu sistem kerja suatu perusahaan,” kata Suryanto di Jakarta, Kamis (10/9).

Kedua, terus meningkatkan pengetahuaan tim. Suryanto mengatakan, dengan adaptasi gaya hidup digital dan bekerja secara remot, perusahaan harus tetap menjaga kesempatan karyawan dalam meningkatkan pengetahuaan dan ketrampilan sebuah tim. Dia menerangkan, webinar, virtual talkshow, dan virtual workshop, menjadi salah satu yang sedang populer saat ini dikalangan masyarakat sebagai sarana untuk membagi edukasi dan konten informatif secara virtual.

Lark sebagai platform yang menyediakan berbagai fitur kolaborasi dalam yang saling terhubung, kata Suryanto, menghadirkan solusi mumpuni bagi masyarakat termasuk pengelolaan cara bekerja perusahaan. “Fitur Lark Video Calls, memungkinkan pengguna melakukan konferensi video secara gratis dan dapat menampung hingga 100 partisipan,” kata Suryanto.

Ketiga, membangun efisiensi baru melalui teknologi. Suryanto mengatakan, komunikasi antarkaryawan adalah salah satu hal yang seringkali menjadi kendala, terutama bagi perusahaan dengan karyawan skala besar.

“Lark dalam manajemen pekerjaan dan mampu menyatukan komunikasi di seluruh organisasi dengan satu platform, sehingga meningkatkan keamanan dalam berkomunikasi dan bertukar data,” kata Suryanto.

Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply