Pipiltin Cocoa Beli Cokelat ke Petani dengan Harga Premium, Dorong Usaha Lokal

Walaupun Indonesia dikenal sebagai daerah penghasil cokelat spesifik dengan biji kakao yang bisa didapatkan di berbagai pulau, namun sangat sulit untuk mencari produk olahan cokelat lokal di Indonesia.

Pipiltin Cocoa luncurkan cokelat baru Kampung Merasa. Foto: PipiltinCocoa

Pipiltin Cocoa luncurkan cokelat baru Kampung Merasa. Foto: PipiltinCocoa© Disediakan oleh Kumparan

Fakta inilah yang mengawali perjalanan Tissa Aunilla, Owner of Pipiltin Cocoa dalam membangun sebuah bisnis cokelat kemasan.

“Menjalankan bisnis Pipiltin Cocoa ini diawali dari keinginan kami agar produk cokelat Indonesia dikenal di dunia. Potensi besar yang kami lihat khususnya dari petani lokal yang dapat menghasilkan keanekaragaman cokelat asal Indonesia dengan kualitas yang sangat baik tentunya butuh dukungan dan apresiasi,” kata Tissa seperti dikutip dari keterangan resminya.

Berdiri sejak tahun 2013 lalu, Tissa pun menceritakan bagaimana ia akhirnya menjalankan bisnis Pipiltin Cocoa.

Pemenang Local Brand Editor's Choice 2021 Festival UMKM kumparan kategori Brand Kuliner Terbaik. Foto: kumparan

Pemenang Local Brand Editor’s Choice 2021 Festival UMKM kumparan kategori Brand Kuliner Terbaik. Foto: kumparan© Disediakan oleh Kumparan

Adapun, bisnisnya itu dilandasi dengan misi untuk memperkenalkan potensi Indonesia sebagai negara penghasil cokelat yang beragam dan berkualitas. Bisnis yang dijalankan bersama sang adik, Irvan Helmi ini menjual berbagai produk cokelat yang merupakan hasil olahan kakao asli Indonesia.

Pipiltin Cocoa Budayakan Produk Lokal Indonesia

Selama menjalankan Pipiltin Cocoa, Tissa dan Irvan bersama karyawannya mewujudkan misi untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia lewat beberapa langkah.

Salah satunya yakni membeli langsung dengan harga yang layak dan premium, yakni 40-50 persen di atas harga pasar.

Langkah ini bertujuan untuk mendapatkan biji yang betul-betul berkualitas, di mana Pipiltin dapat mengambil biji fermentasi di petani.

Ilustrasi petani gunakan cangkul. Foto: Dian Muliana/Shutterstock

Ilustrasi petani gunakan cangkul. Foto: Dian Muliana/Shutterstock© Disediakan oleh Kumparan

Dengan membeli lebih mahal diharapkan kehidupan para petani Indonesia bisa terbantu. Pipiltin membeli biji cokelat langsung kepada petani, dengan tahapan dimulai dari harvestingsortingfermentationwashing, dan drying dilakukan oleh petani lalu masuk ke tahap produksi oleh Pipiltin sendiri.

Selama ini, biji kakao Indonesia banyak dijual untuk produsen cokelat di Eropa, yang biasanya mengimpor cokelat asli Bali, Jember, dan daerah lainnya di Indonesia.

Merek-merek cokelat Eropa ini bahkan menjadikan cokelat Indonesia sebagai produk premium mereka. Melihat kesempatan tersebut, Tissa dan Irvan pun bertekad untuk memperkenalkan cokelat asli Indonesia, untuk orang Indonesia sendiri.

Sesuai dengan tema “Diversity” dan tagline “Beda-beda itu enak” yang dikampanyekan Pipiltin Cocoa, keberagaman bisa dirayakan dengan berbagai macam cara.

Ilustrasi perempuan makan cokelat. Foto: Shutterstock

Ilustrasi perempuan makan cokelat. Foto: Shutterstock© Disediakan oleh Kumparan

Salah satunya dengan menghadirkan beragam jenis cokelat dari daerah yang berbeda di Indonesia.

Saat ini, Pipiltin Cocoa menghadirkan cokelat dari beberapa provinsi, seperti Ransiki Papua Barat 100%, Aceh 84%, Kampung Merasa Kalimantan Timur 74%, Aceh 73%, Ransiki Papua Barat 72%, Bali 70%, East Java 65%, Flores 65%, dan Bali 60%.

Setelah mendapatkan biji kakao dari para petani, Pipiltin Cocoa menjalankan proses produksi hingga akhirnya hasil olahan cokelat bisa dinikmati oleh konsumen.

Tidak sia-sia, usaha yang dilakukan oleh Tissa berhasil membawa produk cokelat lokal dari Pipiltin Cocoa dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke ranah internasional di Jepang, Singapura, dan negara lainnya.

Ilustrasi biji cokelat Foto: dok.shutterstock

Ilustrasi biji cokelat Foto: dok.shutterstock© Disediakan oleh Kumparan

Namun sayangnya, pandemi yang melanda juga memberikan dampak di mana bisnisnya sempat tergerus karena fokus sepenuhnya masih pada penjualan offline.

Karena penjualan berkurang hingga 60 persen, Tissa memutuskan untuk memperbaharui strategi berjualan dengan fokus mengembangkan penjualan secara online. Apalagi kata dia olahan cokelat tentu disukai semua orang dari segala umur dan dalam berbagai momen.

Seperti halnya di bulan Ramadhan, Pipiltin Cocoa juga mempersiapkan strategi untuk dapat mengakomodir kebutuhan para umat Muslim dan yang merayakan dengan mengeluarkan koleksi bundle product yang dapat dikirim sebagai hampers untuk sanak saudara dan kerabat.

Pipiltin Cocoa memiliki hampers favorit yang spesial yaitu Diversity Gift Box, Indonesia Gift Box, dan Joybox Hampers untuk memperkenalkan cokelat asal Indonesia yang tidak kalah lezat.

Tidak hanya itu, olahan kue choco fudge brownie dan minuman iced chocolate juga dapat menemani momen silaturahmi di rumah sebagai santapan bersama keluarga.

SUmber: Kumparan

Author: Bang Ido

I like travel

Tinggalkan komentar