Suka Tanaman Aromatik dan Minyak Esensial, Tempat Wisata Ini Wajib Dikunjungi

Indonesia telah lama dikenal dunia sebagai surga rempah-rempah dan tanaman aromatik.

Ragam tanaman wangi itu pun menjadi pembuka hubungan dagang antara Indonesia dan negara-negara di Eropa pada 1960-an.

Mungkin belum banyak masyarakat Indnesia yang mengetahuinya. Karena itu, Rumah Atsiri hadir sebagai tempat wisata edukasi tanaman aromatik.

Objek wisata itu terletak di kawasan dataran tinggi Desa Plumbon, Tawangmangu, Jawa Tengah. Natasha Clairine Mintarga, Founder dari Rumah Atsiri Indonesia mengatakan awalnya bangunan Rumah Atsiri ini adalah bekas pabrik penyulingan Citronella pada zaman Presiden Soekarno pada 1963. “Hasil kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Bulgaria pasca kemerdekaan,” ujarnya, Senin, 9 November 2020.

Kisah itu yang menggugah Natasha untuk menyalakan kembali potensi industri tanaman aromatik dalam negeri.

Tanpa mengubah struktur asli bangunan utama yang dirancang tim dari Bulgaria, Natasha melakukan pengembangan kawasan seluas 5 hektare dan pembangunan fasilitas yang mendukung program penelitian, pelatihan dan edukasi tentang produk olahan dari minyak atsiri. Pemandangan lanskap Gunung Lawu dan hamparan kebun bunga Marigold juga menciptakan suasana yang tenang dan menyegarkan pikiran.

Di Rumah Atsiri, pengunjung dapat melihat 80 jenis tanaman aromatik yang dibudidayakan sekaligus mendalami sejarah minyak atsiri di dunia dan inovasi alat penyulingannya dari masa ke masa. Pengunjung juga bisa belajar tentang cara membuat minyak esensial di Learning Hubs. Selain itu, ada fasilitas pendukung lainnya seperti akomodasi, restoran dan function hall.

Saat ini, terdapat 29 jenis minyak esensial yang diproduksi Rumah Atsiri. Tanaman aromatik Java RosemaryLemongrass (Serai) dan Patchouli (Nilam) merupakan jenis tanaman yang tumbuh subur di Indonesia sehingga menjadi produk unggulan dan banyak diminati pelanggan dari Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.

“Tanaman aromatik yang tumbuh di Indonesia memiliki aroma yang khas. Contohnya, aroma Java Rosemary yang tumbuh di sini, memiliki wewangian yang berbeda dengan Rosemary di daerah atau negara lain,” kata Natasha.

Dalam mengelola tanaman aromatik ini, Rumah Atsiri bermitra dengan para petani lokal dan 80 persen karyawan berasal dari masyarakat sekitar desa. Selain itu, Rumah Atsiri memberikan pembinaan terhadap UMKM lokal hingga mereka dapat memproduksi dan memperoleh izin Produk Industri Rumah Tangga untuk memasarkan produknya.

Sejak awal mendirikan Rumah Atsiri, Natasha telah memanfaatkan media sosial demi mempromosikan tempat ini sebagai sarana wisata edukasi untuk segala usia. Selain itu, penggunaan media sosial ini membantu menjangkau kelompok yang diinginkan.

“Banyak pelanggan kami yang pertama kali mengetahui Rumah Atsiri dari Facebook atau Instagram, lalu mereka tertarik untuk datang,” kata Natasha.

Rumah Atsiri juga menawarkan produk minyak esensial siap pakai dan dapat dikirim ke seluruh Indonesia. “Dengan cara ini, kami berharap dapat semakin memajukan industri lokal minyak atsiri,” ujar Natasha.

sumber: tempo.co

Bang Ferry
Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply