Upaya Eden Farm Bisa Meraup Keuntungan

Laju usaha start up kini mulai terarah meraih profitabilitas. Upaya ini tengah dilakukan oleh Eden Farm, usaha rintisan  yang menawarkan ragam produk pertanian kepada para pebisnis dengan skema business to business (B2B).

Upaya Eden Farm Bisa Meraup Keuntungan

Upaya Eden Farm Bisa Meraup Keuntungan© Baihaki

Ramavito Mountaino, Chief Financial Officer Eden Farm menyatakan, pihaknya menargetkan bisa meraih laba di akhir tahun ini. Terlebih start up yang sudah beroperasi sejak 2017 terebut terus menunjukkan pertumbuhan bisnis yang signifikan, namun belum untung.

“Tercatat, kami dari 2020 ke 2021 itu tumbuh 7 kali lipat, kemudian dari 2021 ke 2022 tumbuh 3 kali lipat,” ucap dia kepada KONTAN Selasa (11/4).

Sedangkan tahun ini, Eden Farm masih tetap menargetkan pertumbuhan positif  meski tidak sebanyak tahun lalu. Namun, Ramavito berharap, perusahannya sudah bisa laba dengan target pertumbuhan gross profit mencapai sebesar  40%.

Untuk bisa mencapai target tersebut, Eden Farm sudah menyiapkan langkah. Misalnya, memperbanyak kontrak kerjasama dengan para petani.

Sejauh ini, Eden Farm sudah bermitra dengan para petani penghasil produk pangan dengan total areal 20 hektare (ha). Ramavinto menargetkan, akhir tahun ini kontrak kerjasama yang bisa dihasilkan mencapai seluas 600 ha. Bentuknya adalah  penyediaan produk pertanian ke para petani.

Adapun daerah yang menjadi fokus perhatian Eden Farm masih Pulau Jawa. Soalnya, start up ini masih tergolong minim dalam meraup kue produk hasil pertanian di Pulau Jawa yang dilempar ke industri makanan dan minuman alias food and beverages (F&B).

“Kami baru bisa mencuil sekitar 1% saja dari bisns F&B di Jawa,” tuturnya.

Upaya lainnya adalah dengan mengoptimalkan bimbingan pertanian ke para petani. Eden Farm sendiri sudah mempunyai  sembilan Eden Agri Center di sejumlah daerah di Jawa. Ini  adalah tempat untuk membuat program pelatihan dan pendidikan bagi para petani.

Yaitu, mulai cara menjalankan tahapan berocok tanam yang benar hingga proses manajemen seperti laporan keuangan. Jumlah petani yang sudah merasakan bimbingan dari Eden Farm mencapai 5.000 petani.

Ramavinto berharap, program pendidikan pertanian tersebut bisa membuat para petani bisa menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Lantas produk tersebut bisa dijual di Eden Farm dengan harga pasar.

Lewat beberapa langkah tersebut, Ramavito menginginkan Eden Farm pada akhirnya bisa meraih keuntungan. Sayang, ia tidak merinci besarannya.

Yang jelas, dengan mulai menghasilkan laba, secara perlahan Eden Farm bisa memupuk modal. Dan, dana tersebut bisa menjadi modal bagi Eden Farm untuk melakukan ekspansi bisnis selanjutnya.

Eden Farm sendiri sebelumnya sudah meraup beberapa pendanaan dari sejumlah investor. Terakhir suntikan dana pre-series B US$ 13,5 juta pada 2022.

Author: Bang Ido

I like travel

Tinggalkan komentar