Dampak terhadap Pariwisata: Geoekowisata dan Ekonomi Lokal

Geoekowisata dan Peningkatan Kunjungan Wisatawan

Penetapan Batur sebagai UNESCO Global Geopark telah mendorong pengembangan geoekowisata—wisata berbasis pengetahuan geologi, ekologi, dan budaya. Aktivitas wisata utama di kawasan ini meliputi trekking kaldera, pendakian Gunung Batur, wisata budaya Bali Aga, serta kunjungan ke museum dan geosite.

Data menunjukkan peningkatan signifikan kunjungan wisatawan setelah penetapan geopark. Pada tahun 2019, tercatat 780.299 wisatawan mancanegara dan 160.689 wisatawan domestik berkunjung ke Kintamani, dengan total 940.988 wisatawan dan penerimaan pajak pariwisata mencapai Rp 26,1 miliar.

Investasi di sektor pariwisata juga meningkat, seperti pengembangan wisata pemandian air panas Toya Devasya yang kini mempekerjakan 200 orang, naik dari 22 pekerja sebelumnya. Coffee shop yang menyajikan kopi Kintamani menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Dampak Ekonomi Lokal dan Produk Unggulan

Pengembangan pariwisata berbasis geopark telah membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal, terutama melalui UMKM, homestay, pemandu wisata, dan produk unggulan seperti kopi Kintamani dan jeruk Siem Kintamani.

Kopi Kintamani, yang telah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) sejak 2008, menjadi pionir produk kopi bersertifikat IG di Indonesia. Sistem budidaya tumpang sari dengan jeruk dan praktik pertanian organik mendukung kualitas dan cita rasa kopi yang khas, serta meningkatkan pendapatan petani.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dari penetapan geopark belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat lokal, terutama karena kurangnya partisipasi langsung dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pariwisata.

Tabel: Dampak Penetapan Geopark terhadap Taraf Hidup Masyarakat Lokal

PertanyaanYaTidakTidak Tahu
Apakah Pemerintah melibatkan Anda dalam kegiatan pariwisata?4437
Apakah Anda dilibatkan dalam pengambilan keputusan?122814
Apakah Anda merasa kurangnya keterlibatan masyarakat setempat?23238

Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat merasa kurang dilibatkan dalam pengembangan kawasan geopark, sehingga dampak ekonomi belum optimal.


Dampak terhadap Pelestarian Lingkungan dan Konservasi Danau Batur

Status Mutu Air dan Permasalahan Lingkungan

Danau Batur merupakan sumber air utama bagi Bali dan memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Namun, aktivitas pertanian, perikanan keramba jaring apung (KJA), pariwisata, dan pemukiman telah menimbulkan tekanan terhadap kualitas air dan ekosistem danau.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Danau Batur mengalami eutrofikasi sedang hingga berat, dengan status mutu air berkisar dari eutrofik hingga hipereutrofik. Parameter total fosfat (TP) dan total nitrogen (TN) di beberapa titik telah melebihi baku mutu air kelas 2 menurut PP No. 22 Tahun 2021, terutama akibat limbah pertanian dan KJA.

Kematian massal ikan akibat hipoksia dan pencemaran nutrien terjadi hampir setiap tahun, terutama menjelang musim hujan. Beban pencemar utama berasal dari aktivitas perikanan KJA (45,19% untuk nitrogen) dan pertanian (91,69% untuk fosfat).

Inisiatif Mitigasi dan Restorasi

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan pencemaran dan memulihkan ekosistem Danau Batur, antara lain:

  • Program penuangan eco-enzym: Pemerintah Kabupaten Bangli telah menuangkan sekitar 500 ton eco-enzym ke Danau Batur sejak 2023, melibatkan OPD, sekolah, komunitas, dan masyarakat. Namun, efektivitas program ini masih perlu evaluasi lebih lanjut.
  • Pengelolaan limbah dan bank sampah: Pengembangan fasilitas bank sampah dan TPS di desa-desa sekitar danau untuk mengurangi limbah domestik dan pariwisata.
  • Restorasi dan rehabilitasi daerah tangkapan air: Konservasi zona penyangga dan hulu, pemulihan keanekaragaman hayati, serta pemantauan kualitas air dan identifikasi biota air.
  • Pengendalian KJA: Penetapan daya dukung KJA maksimal 10.047 petak, namun pada tahun 2022 tercatat 18.768 petak, melebihi kapasitas ideal dan menambah beban pencemar.

Tabel: Sumber Beban Pencemar Nutrien di Danau Batur

Sumber AktivitasBeban Nitrogen (%)Beban Fosfat (%)
Perikanan KJA45,197,83
Pertanian15,5491,69
Domestik15,540,26
Pariwisata7,830,19
Peternakan3,320,04

Sumber: BRIN, 2024

Leave a Comment