Batu Bara Mengamuk ke US$ 111, China Siapkan 100 PLTU Baru Meski Impor Turun

InvestorID — 19 Januari 2026 — Pasar batu bara global membuka pekan ini dengan momentum bullish yang kuat, mematahkan tren koreksi awal tahun. Kontrak berjangka ICE Newcastle untuk pengiriman Januari 2026 ditutup menguat 0,42% ke level US$ 108,85 per ton pada akhir perdagangan pekan lalu. Struktur pasar bahkan menunjukkan optimisme jangka pendek (contango), terlihat dari kontrak pengiriman Februari 2026 yang melesat lebih tinggi menembus level psikologis baru di US$ 111,55 per ton. Kenaikan serupa terjadi di pasar Eropa, di mana batu bara Rotterdam pengiriman Januari menguat ke US$ 97,75 per ton.

Sentimen utama penggerak harga kali ini datang dari konsumen terbesar dunia. China dikabarkan bersiap meluncurkan lebih dari 100 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara baru tahun ini. Rencana ekspansi infrastruktur energi fosil ini sukses meredam sentimen negatif dari data impor batu bara China yang tercatat turun 9,6% sepanjang tahun lalu menjadi 490 juta ton. Pasar merespons ini sebagai sinyal bahwa meskipun China dan India mencatatkan penurunan pembangkitan listrik batu bara pertama kalinya dalam 50 tahun pada 2025, ketergantungan terhadap “emas hitam” sebagai penopang baseload ekonomi masih sangat kuat sebelum target pengurangan bertahap 2030.

Leave a Comment