Aktivitas Gunung Burni Telong Meningkat, Statusnya Jadi Waspada

BADAN Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat adanya peningkatan gempa vulkanik dalam di Gunung Burni Telong yang berlokasi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid mengatakan, berdasarkan pengamatan pada periode 25-26 September 2025, Gunung Burni Telong mengalami gempa vulkanik dalam sebanyak 41 kejadian. “Gempa vulkanik dalam ini disertai pula rekaman gempa tektonik lokal sebanyak 11 kejadian,” kata Wafid dalam keterangannya, Sabtu, 27 September 2025.

Menurut Wafid, peningkatan gempa vulkanik dalam di Gunung Burni Telong mulai teramati sejak Juli 2025. Pada Agustus 2025, kenaikan gempa vulkanik dalam terjadi beberapa kali dengan intensitas fluktuatif. Pada September 2025, kenaikan kegempaan terjadi dengan interval yang lebih rapat, yakni pada 10 September, 15 September, 22 September, dan 25 September.

“Dengan kondisi tersebut dan masih terekamnya gempa-gempa dengan Magnitudo 2–3 menimbulkan potensi meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong sehingga perlu diwaspadai dan dipantau lebih intensif,” kata Wafid.

Aktivitas gunung api yang berada di ketinggian 2.617 meter di atas permukaan laut itu berada pada status Waspada atau Level II. Wafid menyarankan masyarakat atau pun pendaki untuk tidak mendekati area kawah Burni Telong dalam radius 1,5 kilometer dan tidak berada di daerah fumarol solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan kehidupan.

Solfatara merupakan lubang fumarol yang mengeluarkan gas belerang atau sulfur dengan konsentrasi tinggi. Aktivitas pelepasan sulfur ini ditandai dengan bau belerang menyengat seperti kentut dan menciptakan partikel halus di udara yang bisa merusak sistem pernapasan.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menetapkan status Burni Telong berada di Level I atau Normal, pada Senin, 8 September 2025.

sumber: tempo.co

Sahat N
Author: Sahat N

Leave a Comment