Batubara Tutup 2025 Melemah, 2026 Tetap Penuh Tekanan

Kompas/CNBC — 30 Desember 2025 — Harga batubara ICE Newcastle kontrak Januari 2026 ditutup pada US$107,95/ton pada 29 Desember 2025, turun US$1,10 atau 1,01% dari penutupan sebelumnya US$109,05/ton. Pergerakan intraday relatif datar, dengan level tertinggi dan terendah sama di US$107,95/ton, mencerminkan pasar yang tipis dan minim katalis di akhir tahun.

Meski secara 5-hari masih menguat 2,08%, indikator teknikal menunjukkan pelemahan momentum, dengan RSI 46,64 (di bawah level netral 50), menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi cenderung bearish. Harga juga berada dekat batas bawah kisaran 52-minggu US$105–140,5/ton.

Secara tahunan, batubara tetap mencatat penurunan dua digit sepanjang 2025, sejalan dengan tekanan oversupply global dan moderasi permintaan dari pasar utama Asia. Kondisi ini turut berdampak ke fiskal Indonesia, tercermin dari penurunan PNBP dan penerimaan pajak hingga November 2025 akibat melemahnya harga komoditas.

Memasuki 2026, prospek dinilai masih menantang. Permintaan impor global diperkirakan stagnan (+~0,5%), sementara pelaku usaha menghadapi kombinasi tekanan kebijakan: rencana penurunan target produksi, kenaikan porsi DMO, bea keluar batubara mulai 2026, pengetatan DHE SDA, serta kenaikan biaya (termasuk dampak biodiesel). Margin perusahaan rata-rata disebut hanya ~12% hingga kuartal III/2025.

Meski demikian, batubara masih relevan untuk ketahanan energi regional. Indonesia juga memiliki cadangan besar—sekitar 31,95 miliar ton—yang menopang pasokan jangka panjang. Dengan margin industri yang semakin tipis, fokus pelaku usaha kedepannya diperkirakan bergeser ke efisiensi dan pengendalian produksi, sembari menunggu disiplin suplai pemerintah benar-benar mampu menahan penurunan harga.

Leave a Comment