Reuters/Bloomberg — 22 Desember 2025 — Harga emas dunia mencetak rekor baru dengan menembus US$4.400/troy ons pada perdagangan Senin (22/12/2025), didorong ekspektasi lanjutan pemangkasan suku bunga The Federal Reserve serta kuatnya permintaan aset lindung nilai. Harga emas spot sempat menyentuh US$4.420/ons sebelum stabil di kisaran US$4.404–4.411/ons, naik sekitar 1,4%–1,7% dalam sehari. Secara year-to-date (YtD), emas telah melesat ±67%, menuju kenaikan tahunan terbesar sejak 1979.
Penguatan dipicu inflasi inti AS yang melandai ke 2,6% (yoy) pada November, terendah sejak awal 2021, membuka ruang bagi Fed untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter tahun depan. Pasar kini mem-price-in dua kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Di sisi permintaan, pembelian bank sentral dan ETF tetap solid, sementara faktor geopolitik menjaga daya tarik emas sebagai aset safe haven. Sejumlah lembaga, termasuk Goldman Sachs, memproyeksikan harga emas bisa mendekati US$4.900/ons pada 2026.
Reli emas diikuti lonjakan logam mulia lain. Perak menembus rekor baru di sekitar US$69,4/ons, dengan kinerja YtD sekitar +138%, ditopang arus investasi dan pasokan yang ketat. Platinum melonjak ke kisaran US$2.058/ons (tertinggi lebih dari 17 tahun), sementara palladium menguat ke sekitar US$1.784/ons, mendekati level tertinggi tiga tahun.
Di dalam negeri, penguatan global turut mengerek harga emas Antam ke rekor baru Rp2.502.000/gram, dengan harga buyback Rp2.361.000/gram. Kinerja ini menegaskan sentimen bullish logam mulia masih dominan menjelang akhir tahun, meski pelaku pasar tetap mewaspadai potensi profit taking seiring menipisnya likuiditas akhir tahun.