DetikNews — 19 Januari 2026 — Raksasa teknologi Amazon Web Services (AWS) mengambil langkah strategis yang tidak biasa dengan terjun langsung ke hulu rantai pasok pertambangan. Amazon dilaporkan akan memanfaatkan pasokan tembaga dari tambang di Arizona, Amerika Serikat, yang diproduksi menggunakan teknologi berbasis mikroorganisme atau bioleaching milik Nuton Technologies. AWS menjadi pelanggan pertama Nuton untuk menyerap tembaga “hijau” ini guna memenuhi kebutuhan material pembangunan infrastruktur data center yang meroket seiring tren kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Sebagai bagian dari kesepakatan, AWS juga akan menyediakan dukungan komputasi awan dan analitik data untuk mengoptimalkan operasi penambangan Nuton.
Teknologi bioleaching yang diterapkan di tambang Johnson Camp ini memanfaatkan mikroorganisme alami untuk mengekstraksi tembaga dari bijih berkadar rendah yang sebelumnya dianggap tidak ekonomis. Metode ini diklaim jauh lebih efisien karena membutuhkan lebih sedikit air, menghasilkan emisi karbon lebih rendah, dan memungkinkan reaktivasi tambang tua yang sudah ditutup, sehingga produksi bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan membuka tambang baru. Langkah Amazon ini menyoroti urgensi perusahaan teknologi global dalam mengamankan stok tembaga—komponen vital untuk chip, kabel, dan sistem pendingin server—di tengah ketetatan suplai global.