Demi Kerek Harga, RI Resmi Pangkas Produksi Nikel & Batu Bara di RKAB 2026

JakartaGlobe/Detik — 24 Desember 2025 — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan langkah agresif dengan memangkas target produksi nikel dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan ini merupakan respons korektif untuk mengatasi kelebihan pasokan (oversupply) yang telah mendistorsi pasar dan menekan harga komoditas global.

Strategi Kontrol Pasar & Harga
Langkah ini diambil mengingat posisi dominan Indonesia yang menyuplai sekitar 500—600 juta ton atau hampir 50% dari total perdagangan batu bara global yang berkisar 1,3 miliar ton per tahun. “Kita akan mengatur supply and demand. Tujuannya agar pengusaha mendapatkan harga yang baik dan negara mendapatkan pendapatan yang optimal,” tegas Bahlil.

Rincian Pemangkasan Produksi:

  • Batu Bara: Produksi tahun 2026 diisyaratkan akan ditekan hingga di bawah 700 juta ton. Sebagai perbandingan, proyeksi produksi 2025 berada di angka 750 juta ton, turun dari 836 juta ton pada 2024. Harga referensi batu bara Indonesia sendiri telah merosot ke US$98,26 per ton pada paruh pertama Desember, jauh di bawah level November tahun lalu yang mencapai US$114,43 per ton.
  • Nikel: Target produksi 2026 dipangkas tajam menjadi 250 juta ton, turun signifikan dari sekitar 379 juta ton tahun ini. Pemangkasan ini krusial karena surplus nikel global diperkirakan melebar dari 209 juta ton tahun ini menjadi 261 juta ton pada 2026, di mana Indonesia menyumbang sekitar 65% dari kelebihan pasokan tersebut.

Sanksi Tegas
Bahlil memperingatkan bahwa pemerintah akan mengawasi kepatuhan perusahaan secara ketat melalui RKAB. Perusahaan yang tidak mematuhi batasan produksi ini terancam akan dievaluasi atau direvisi rencana kerjanya.

Leave a Comment