Bloomberg/Reuters — 07 Januari 2026 — Pergerakan harga emas menunjukkan divergensi antara pasar domestik dan global pada Rabu (7/1). Di Indonesia, harga emas Antam mencatatkan lonjakan signifikan sebesar Rp 35.000 menjadi Rp 2.584.000 per gram (Buyback: Rp 2.440.000). Kenaikan harga domestik ini merupakan respons tertunda (lagging) terhadap penutupan pasar global hari Selasa yang sempat menguat 1,04% akibat data manufaktur AS yang mengecewakan (PMI kontraksi di level 47,9).
Namun, investor perlu waspada karena pasar spot global secara real-time hari ini justru sedang berbalik arah (reversal). Harga emas spot dilaporkan turun 0,8% ke level US$ 4.461 per troy ons pada sesi perdagangan Rabu siang waktu London. Tekanan jual muncul seiring aksi profit taking dan penguatan kembali Dolar AS ke level tertinggi dua minggu terakhir.
Faktor geopolitik Venezuela yang sebelumnya melambungkan harga kini mulai dihitung ulang oleh pasar. Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penjualan 50 juta barel stok minyak Venezuela yang sebelumnya terblokir, yang dinilai pasar sebagai sinyal awal koordinasi Washington-Caracas pasca-penangkapan Nicolas Maduro. Meredanya ketegangan ini memukul aset logam mulia lainnya lebih keras: perak turun 2,3% ke US$79,40, platinum merosot 6% ke US$2.297,56, dan palladium turun 4,5% ke US$1.740,12, setelah masing-masing sempat mencetak rekor akhir Desember.