Revolusi teknologi informasi dan komunikasi sangat bergantung pada mineral langka yang ketersediaannya ditentukan oleh proses geologi spesifik.
1 Logam Tanah Jarang (LTJ) di Bangka Belitung
Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements/REE) adalah sekelompok 17 unsur kimia yang vital untuk teknologi tinggi, termasuk magnet permanen motor listrik, baterai, dan layar elektronik.
- Asosiasi dengan Timah: Di Indonesia, potensi terbesar LTJ terdapat di Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Uniknya, LTJ di sini bukan merupakan endapan primer utama, melainkan mineral ikutan dalam endapan timah aluvial (plaser).
- Mineralogi: Mineral pembawa timah adalah kasiterit (SnO2). Bersama kasiterit, terdapat mineral berat lain seperti Monasit ((Ce, La, Nd, Th)PO4) dan enotim (YPO4) yang mengandung LTJ. Selama ratusan tahun penambangan timah, mineral-mineral ini dibuang sebagai sisa pengolahan atau tailing.
- Potensi Ekonomi: Tailing timah di Bangka mengandung mineral monasit yang kaya akan Neodimium, Praseodimium, dan Lantanum. Unsur-unsur ini sangat bernilai strategis. Namun, tantangan utamanya adalah monasit juga mengandung unsur radioaktif Thorium (Th) dan Uranium (U). Proses pemisahan LTJ dari unsur radioaktif ini memerlukan teknologi tinggi dan regulasi keselamatan nuklir yang ketat, yang saat ini sedang dikembangkan oleh BATAN dan PT Timah.
2 Mineral dalam Gawai (Gadget)
Sebuah ponsel pintar (smartphone) mengandung lebih dari 60 jenis elemen, sebagian besar berasal dari mineral tambang:
- Layar: Menggunakan Indium-Tin-O ide (ITO) yang transparan namun konduktif, memungkinkan fungsi layar sentuh. Indium seringkali diperoleh dari mineral sfalerit (bijih seng).
- Baterai: Menggunakan Lithium (dari endapan brine garam atau batuan pegmatit spodumen) dan Kobalt.
- Vibrasi: Fitur getar pada ponsel menggunakan motor kecil dengan penyeimbang beban dari Tungsten (Wolfram), logam yang sangat padat dan tahan panas.
3 Mineral dalam Kosmetik
Industri kecantikan juga merupakan konsumen mineral geologis:
- Mika (Muskovit): Mineral lembaran yang memberikan efek kilau (shimmer) pada eyeshadow dan bedak.
- Tabir Surya Fisik: Menggunakan mineral Titanium Dioksida (dari mineral ilmenit/rutil) dan Zinc Oksida. Mineral ini bekerja dengan memantulkan sinar UV secara fisik, berbeda dengan tabir surya kimia yang menyerap UV.
Pigmen: Oksida besi (Iron O ides) digunakan untuk menciptakan berbagai shade warna kulit pada alas bedak (foundation).