Kontan — 15 Januari 2026 — Persaingan di sektor energi baru terbarukan (EBT) semakin sengit pekan ini. Hanya sehari setelah Pertamina Geothermal PGEO mengumumkan dimulainya proyek Lumut Balai Unit 3, kompetitor utamanya, PT Barito Renewables Energy Tbk BREN, melaporkan pencapaian signifikan di Indonesia Timur. Anak usaha BREN, PT Star Energy Geothermal Indonesia, telah merampungkan tahap eksplorasi di prospek Gunung Hamiding, Kabupaten Halmahera Utara, dan berhasil mengonfirmasi potensi panas bumi sebesar 55–60 Megawatt (MW). Temuan ini akan menjadi landasan bagi BREN untuk melangkah ke tahap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tahap awal berkapasitas 50 MW.
Presiden Direktur BREN, Hendra Soetjipto Tan, menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya soal kapasitas listrik, tetapi juga komitmen infrastruktur. Perusahaan telah membangun akses jalan baru sepanjang 13,8 km dan tiga jembatan di lokasi sulit tersebut untuk menunjang operasional. Langkah agresif kedua emiten ini sejalan dengan data Kementerian ESDM yang menyebutkan bahwa dari total potensi panas bumi Indonesia yang terbesar kedua di dunia (23,9 GW), baru sekitar 10% atau 2.744 MW yang termanfaatkan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan masih ada 90% potensi “harta karun” energi bersih yang menunggu untuk digarap oleh para pemain besar.