Pemprov Jabar Ingin Jadikan Gunung Wayang dan Gunung Cikuray sebagai Tahura

2 Aug 2025 2 min read No comments Berita
Featured image

 Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah merencanakan peningkatan status tiga kawasan hutan menjadi Taman Hutan Raya (Tahura) sebagai langkah untuk memperkuat konservasi lingkungan dan mitigasi bencana. Tiga kawasan yang dibidik dalam rencana ini antara lain kawasan Sanggabuana di Purwakarta, Gunung Cikuray di Garut, dan Gunung Wayang di Kabupaten Bandung.

“Rencananya, di tiga kawasan itu Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) ingin naik status jadi hutan konservasi. Ketika jadi hutan konservasi, berarti ada peralihan, maka tidak tidak boleh ada aktivitas apapun,” kata Kadis Perhutanan Jabar Dodit Ardian Pancapana melalui Kepala UPTD Tahura Ir Djuanda Bandung Lutfi Erizka, Ahad, 27 November 2025.

Rencana Peningkatan Status Hutan di Jawa Barat

Saat ini, Jawa Barat hanya memiliki satu Tahura aktif, yaitu Tahura Ir. H. Djuanda yang terletak di Kota Bandung. Dua lokasi lainnya, yakni Gunung Kunci di Sumedang dan Tahura Pancoran Mas di Kota Bekasi, masih dalam tahap pengembangan. Untuk itu, pemerintah provinsi berencana untuk mengubah status kawasan hutan tertentu menjadi hutan konservasi guna mencegah adanya aktivitas yang dapat merusak kelestariannya.

Kepala UPTD Tahura Ir. H. Djuanda, Lutfi Erizka, yang mewakili Kepala Dinas Perhutanan Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, menjelaskan bahwa tiga kawasan yang diusulkan tersebut akan dialihkan statusnya dari hutan produksi menjadi hutan konservasi. “Jika kawasan ini sudah berstatus sebagai hutan konservasi, maka tidak akan ada aktivitas apapun yang diperbolehkan di sana,” ujar Lutfi pada Minggu, 27 November 2025.

Gunung Wayang

Menurut laman Data Gunung, Gunung Wayang, yang terletak di sebelah timur kota Pangalengan di Kabupaten Bandung, menjadi salah satu kawasan yang diusulkan untuk menjadi Tahura. Gunung ini terdiri dari dua gunung berapi kembar, yaitu Gunung Wayang dan Gunung Windu. Gunung Wayang terkenal dengan kawah bulan sabit yang memiliki diameter 750 meter, serta empat kelompok fumarol, sementara Gunung Windu memiliki kawah dengan lebar sekitar 350 meter.

Sebagai bagian dari sistem pegunungan Wayang-Windu, kawasan ini memiliki peran penting dalam pembatasan daerah aliran sungai (DAS) di Jawa. Lereng timur gunung ini termasuk dalam sistem DAS Citarum, sementara lereng baratnya tergabung dalam DAS Cilaki, yang keduanya mengalir ke Laut Jawa dan Samudera Hindia. Kawasan ini juga telah menjadi lokasi proyek panas bumi yang aktif.

Gunung Cikuray

Dilansir dari laman Dinas Pariwisata Garut, Gunung Cikuray, yang terletak di Dayeuhmanggung, Kabupaten Garut, juga menjadi kandidat utama dalam rencana ini. Sebagai gunung bertipe stratovolcano dengan ketinggian mencapai 2.821 meter di atas permukaan laut, Gunung Cikuray merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat, setelah Gunung Ciremai, Gunung Pangrango, dan Gunung Gede. Meskipun tidak memiliki kawah aktif, gunung ini memiliki ekosistem yang sangat kaya dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan konservasi.

Dengan iklim tropis basah yang dipengaruhi oleh curah hujan tinggi (3.500-4.000 mm per tahun), kawasan Gunung Cikuray menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang sangat bergantung pada keasrian hutan. Selain itu, daerah ini juga memiliki jalur pendakian yang cukup menarik bagi para pendaki gunung, yang memberikan potensi wisata alam yang dapat dikelola dengan baik.

sumber: tempo.co

Author: Ken.dhil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *