10 Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia, Ada yang Dibangun pada 1864

Stasiun kereta api merupakan fasilitas operasi kereta api yang berfungsi menaikturunkan penumpang atau untuk bongkar muat barang. Kereta api di Indonesia telah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Selain menjadi tempat operasional kereta api, beberapa stasiun kereta api di Tanah Air juga menyimpan kisah bersejarah. Lantas, apa saja stasiun kereta api tertua di Indonesia?

Daftar Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 10 stasiun kereta api paling tua di Indonesia, baik yang masih beroperasi maupun tidak:

1. Stasiun Tambaksari

Stasiun Tambaksari berada di Tambaksari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Stasiun yang disebut juga sebagai Stasiun Semarang Gudang ini dibangun pada 16 Juni 1864 dan diresmikan oleh Jenderal Baron Sloet van de Beele.

Pada 10 Agustus 1867, kereta api meluncur untuk pertamakalinya di stasiun ini oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

2. Stasiun Semarang Tawang

Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun utama yang berada di Tanjung Mas, Semarang Utara. Stasiun yang diresmikan pada 19 Juli 1868 ini pertama kali melayani perjalanan ke Tanggung dengan lebar jalur 1.435 milimeter.

Pada 1973, jalur kereta di Stasiun Semarang Tawang diperpanjang hingga Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta.

3. Stasiun Solo Balapan

Stasiun Solo Balapan terletak di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 112 Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Stasiun yang diresmikan pada 10 Februari 1870 ini dibangun oleh perusahaan kereta api swasta NISM. Stasiun Solo Balapan awalnya dioperasikan untuk kereta api yang mengangkut gula, kopi, dan tembakau ke Semarang.

4. Stasiun Lempuyangan

Stasiun Lempuyangan dibangun pada 2 Maret 1872. Stasiun induk yang berada sekitar 1 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta ini pada awalnya digunakan untuk mengangkut gula. Namun, kini menjadi tujuan pemberhentian semua kereta api ekonomi yang melintasi Yogyakarta.

5. Stasiun Ambarawa

Stasiun Ambarawa didirikan pada 21 Mei 1873 di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pada mulanya, stasiun ini bernama Stasiun Willem I yang diambil dari nama Raja Belanda kala itu. Stasiun ini tidak lagi beroperasi untuk melayani angkutan penumpang dan barang, tetapi dialihfungsikan menjadi museum.

6. Stasiun Kedungjati

Stasiun Kedungjati merupakan salah satu stasiun kereta api tertua di Indonesia yang terletak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Stasiun kelas III diresmikan pada 21 Mei 1873. Stasiun yang telah ditutup sejak 1976 silam ini dibangun dari kayu, tetapi diubah menjadi bata berplester dengan peron berkonstruksi baja dan atap dari seng setinggi 14,65 cm.

7. Stasiun Purwosari

Stasiun Purwosari mulai dibuka untuk umum pada 1870-an oleh NISM. Stasiun ini berdiri di atas lahan milik Pangeran Adipati Mangkunegoro.

Sekitar awal 1900-an, Stasiun Purwosari mengalami renovasi besar-besaran, dengan gaya arsitektur serupa Stasiun Ambarawa dan Stasiun Kedungjati, yakni menggunakan konstruksi atap baja yang membentang menaungi dua bangunan utama dan emplasemen.

8. Stasiun Surabaya Kota

Stasiun Surabaya Kota diresmikan pada 16 Mei 1878. Stasiun yang dikenal dengan nama Stasiun Semur ini merupakan stasiun kelas besar tipe B. Stasiun ini berlokasi di Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya, Jawa Timur.

9. Stasiun Ijo

Stasiun Ijo dibangun antara 1885-1886 oleh Staatsspoorwegen (SS). Stasiun yang terletak di Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah ini adalah stasiun kereta api kecil kelas III. Stasiun ini berada di bawah operasi Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto.

10. Stasiun Malang Kota Lama

Stasiun Malang Kota Lama awalnya adalah sebuah halte yang diresmikan bersamaan dengan pembukaan jaringan kereta api lintas Malang-Kepanjen oleh SS pada 5 Januari 1896.

Salah satu stasiun kereta api tertua di Indonesia ini berada di Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur.

sumber: tempo.co

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar