10 Wisata Alam di Payakumbuh, Banyak Bukit dengan Panorama Indah

Kota Payakumbuh merupakan salah satu kota di Sumatera Barat yang menyimpan banyak potensi wisata alam. Daerah ini dikelilingi oleh dataran tinggi dan pegunungan sehingga memiliki udara sejuk.

Setidaknya, ada tiga gunung besar yang dapat dilihat dari Kota Payakumbuh, yakni Gunung Sago, Gunung Marapi dan Gunung Singgalang.

Sebagian besar wisata alam di Payakumbuh berupa perbukitan yang menawarkan panorama indah. Kompas.com merangkum wisata alam di Payakumbuh yang terkenal sebagai berikut:

 

Wisata alam di Payakumbuh

1. Ngalau Indah

Ngalau Indah merupakan obyek wisata andalan Kota Payakumbuh. Destinasi wisata alam ini, berupa gua dan kawasan hutan yang berada di atas bukit dengan ketinggian sekitar 640 mdpl, melansir dari Jadesta Kemenparekraf.

Selain panorama indah, Ngalau Indah menawarkan udara sejuk khas dataran tinggi. Jaraknya dari pusat Kota Payakumbuh sekitar 6 kilometer (km) atau 12 menit berkendara.

Di dalam goa, wisatawan bisa menjumpai stalagtit dan stalagmit yang masih asri serta terjaga dengan baik. Pengunjung bisa menjumpai batu gong yang ikonik karena bentuknya kerucut dan berongga menyerupai lonceng di dalam goa.

2. Puncak Marajo

Puncak Marajo masih berada di kawasan Ngalau Indah, tepatnya berada di bagian barat. Sesuai namanya, Puncak Marajo merupakan puncak butki yang berada di ketinggian 700 mdpl.

Dari lokasi ini, pengunjung bisa menyaksikan hamparan perbukitan serta panorama Kota Payakumbuh dari ketinggian. Puncak Marajo dapat dicapai dengan jalan kaki sekitar 150 meter melalui mulut goa di Ngalau Indah.

3. Panorama Ampangan

Obyek wisata ini berada di kaki Gunung Sago. Tepatnya di kawasan Perbukitan Kenagaraian Aur Kuning, Kelurahan Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Dari pusat Kota Payakumbuh, jaraknya sekitar 6 km, yang dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Panorama Ampangan menyajikan panorama indah dari puncak bukit.

4. Puncak Lontiak

Puncak Lontiak adalah obyek wisata yang menyajikan panorama Kota Payakumbuh dari ketinggian. Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang panorama indah.

Puncak Lontiak juga menjadi lokasi lepas landas paralayang. Bagi wisatawan yang suka dengan tantangan dan ingin menguji adrenalin, bisa menjajal paralayang dari Puncak Lontiak ini.

5. Kapalo Banda Taram

Kapalo Banda Taram merupakan sebuah desa wisata yang menyimpan beragam destinasi wisata. Lokasinya hanya berjarak sekitar 10 km dari Lembah Harau.

Melansir dari situs Jadesta Kemenparekraf, wisatawan bisa menyaksikan beragam wisata alam di Kapalo Banda Taram, seperti hutan pinus, air terjun, persawahan, dan sebagainya.

Desa wisata ini juga menyediakan aktivitas ekowisata, wisata air, wisata religi, dan wisata budaya bagi pengunjung. Kapalo Banda Taram juga dilengkapi dengan fasilitas homestay seta rumah gadang.

6. Sago Park

Sago Park merupakan obyek wisata baru yang sempat viral di Kota Payakumbuh. Lokasinya berada di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, atau berjarak sekitar 15 km dari pusat Kota Payakumbuh.

Obyek wisata ini mulanya adalah rumah tinggal pribadi yang kemudian menjadi destinasi wisata, seperti dilansir dari situs Kabupaten Lima Puluh Kota. Keunikan rumah di Sago Park adalah bernuansa etnika yang terbuat dari perpaduan beton dan kayu.

Rumah tersebut dipenuhi dengan perabotan antik. Pengunjung bisa menginap di rumah yang dikelilingi dengan pekarangan luas tersebut.

 

7. Lembah Harau

Lembah Harau merupakan sebuah ngarai yang berada di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Jaraknya sekitar 14 km dari Kota Payakumbuh.

Destinasi wisata alam ini menyajikan pemandangan sawah dan pepohonan hijau seluas 270,5 hektar, yang dikelilingi tebing tinggi mencapai 500 meter. Keindahan Lembah Harau dilengkapi dengan keberadaan tujuh air terjun dan batuan purba.

Karena keindahannya, Lembah Harau kerap disebut mirip Lembah Yosemite yang berada di kawasan Taman Nasional Yosemite di California, AS. Salah satu ikon wisata Sumatera Barat ini, sudah terkenal di kalangan wisatawan nusantara dan mancanegara.

8. Padang Mangateh

Padang Mangateh atau juga dikenal sebagai Padang Mengatas merupakan sebuah area hijau seluas 280 hektar, yang berjarak sekitar 13 km atau 29 menit berkendara dari Payakumbuh. Mengutip Tribun Travel, padang rumput ini menjadi lokasi peternakan sapi.

Oleh sebab itu, Padang Mangateh kerap dijuluki sebagai Selandia Baru-nya Indonesia. Mulanya, Padang Mangateh merupakan lahan peternakan kuda milik Belanda yang sudah ada sejak 1916.

Kemudian, pada 1936 kawasan ini berubah menjadi peternakan sapi. Berada di kaki Gunung Sago, Padang Mangateh menghadirkan  suasana pedesaan yang asri, hujau, dan memiliki udara segar.

9. Kelok 9

Kelok 9 atau Kelok Sembilan merupakan jalan yang berkelok-kelok dengan sembilan tikungan. Kelok 9 berupa ruas jalan, jalan layang, dan jembatan.

Pembangunan Kelok 9 selesai pada 2013 lalu. Semenjak itu, Kelok 9 menjadi ikon Provinsi Sumatera Barat. Lokasi Kelok 9 ini berada di Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, atau sekitar 25 km dari Kota Payakumbuh.

Kelok 9 merupakan jalur penghubung antara Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau. Selain jalur transportasi, Kelok 9 menjadi obyek wisata lantaran keindahannya.

Kelok 9 diapit oleh tebing dan perbukitan hijau yang menamba pesonanya. Ada sejumlah spot foto yang tersedia di pinggir jalan bagi masyarakat yang ingin mengabadikan keindahan Kelok 9.

10. Bukik Bulek Taram

Bukik Bulek Taram terletak di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Lokasinya berjarak sekitar 9,5 km dari Kota Payakumbuh

Daya tarik Bukik Bulek adalah bentuk bukit yang lonjong. Bukit itu tampak menonjol berdiri di tengah kawasan rawa-rawa yang datar.

Terdapat hamparan dataran dengan rerumputan hijau di kaki bukit yang menjadi pelengkap panorama di Bukit Bulek Taram. Obyek wisata alam di Payakumbuh ini menjadi spot foto populer di Sumatera Barat.

sumber: kompas.com

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar