5 Fakta Celepuk Rinjani, Burung Hantu Terkecil di Dunia dari Lombok

 Indonesia dikenal sebagai negara dengan endemis burung terbanyak di dunia. Dilansir dari burung.org, Indonesia adalah salah satu negara mega-biodiversity atau negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Indonesia menempati urutan keempat negara dengan jenis burung terbanyak di dunia. Tahun ini, Indonesia memiliki 1826 spesies burung. Salahsatu yang unik adalah celepuk Rinjani (Otus Jolandae), burung hantu terkecil di dunia.

Celepuk Rinjani bisa ditemukan di hampir seluruh kawasan Rinjani, bahkan yang dekat dengan permukiman warga. Meski tak jadi sasaran buruan atau perdagangan, burung ini terancam punah. Dilansir dari berbagai sumber, inilah 5 fakta tentang celepuk Rinjani:

1. Ditemukan Ahli Biologi Asing

Dilansir dari animalia, Julukan khusus jolandae diberikan untuk menghormati Dr Jolanda Luksenburg, seorang ahli biologi yang mengarsipkan dan mengkategorikan spesies ini pada tahun 2003. Baik nama umum dalam bahasa Inggris maupun usulan nama Celepuk Rinjani dalam bahasa Indonesia mengacu pada Gunung Rinjani, gunung berapi aktif setinggi 3.700 meter yang mendominasi Lombok. Burung hantu ini juga dikenal secara lokal sebagai burung pok, yang secara onomatope merujuk pada panggilannya.

2. Terancam Perdagangan Satwa

Dilansir dari menlhk.go.id, sebelum tahun 2018, burung hantu Rinjani tidak termasuk dalam daftar spesies yang dilindungi di Indonesia, namun, karena tidak ada kuota penangkapan untuk spesies ini, maka spesies ini tidak dapat diperdagangkan secara komersial. Pada tahun 2018, Pemerintah Indonesia merevisi daftar spesies yang dilindungi, dan kini memasukkan Burung Hantu Rinjani sebagai spesies yang dilindungi. Namun, perdagangan ilegal spesies ini di pasar burung di Lombok masih terjadi, sehingga perdagangan ilegal harus dianggap sebagai ancaman potensial bagi kelestarian spesies ini.

3. Bersuara tak lazim

Seperti kebanyakan burung hantu Otus lainnya, burung hantu Rinjani sebagian besar berwarna cokelat, berbelang dan berbintik-bintik dalam berbagai corak dengan warna putih. Burung ini sebagian besar mirip dengan burung hantu serak Maluku, O. magicus, namun memiliki suara yang berbeda, yaitu siulan yang bersih dan tidak serak seperti O. magicus.

4. Hanya terdapat di Lombok

Dilansir dari dislhk.ntbprov.go.id, burung hantu rinjani terbatas di pulau Lombok dan merupakan satu-satunya spesies burung hantu yang hidup di sana. Burung ini secara lokal umum ditemukan di habitat hutan yang tersisa di pulau ini, yang sebagian besar berada di dalam Taman Nasional Gunung Rinjani, pada ketinggian 25-1350 m.

5. Hampir Punah

Celepuk Rinjani pada saat ini masuk ke dalam daftar 1 dari 25 spesies terancam punah dan tercatat di Balai Taman Nasional Rinjani (BTNGR). Status tersebut selanjutnya diperkuat oleh Uni International Conservation of The Nature (UICN), sebuah badan yang mengurus soal konservasi alam. Sejak tahun 2016, mereka menetapkan celepuk rinjani sebagai fauna Near Thretened atau hampir punah.

sumber: tempo.co

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar