5 Mitos di Wisata Danau Toba Paling Populer, Lestari hingga Kini

Ada ikan raksasa dan begu ganjang pencabut nyawa

Siapa, sih yang gak familier dengan Danau Toba? Danau yang menjadi ikon wisata Sumatra Utara tersebut sudah mendunia, lho. Keindahan alam yang memukau dan kekayaan budaya masyarakat setempat sukses menarik perhatian para pelancong.

Siapa sangka, di balik keindahan dan ketenarannya, Danau Toba menyimpan mitos yang masih dipercaya masyarakat hingga kini. Bisa menebak apa saja mitosnya? Daripada hanya penasaran, yuk intip mitos di Wisata Danau Toba paling populer berikut ini!

1. “Santabi Oppung”, ucapan salam untuk menghormati para penunggu

5 Mitos di Wisata Danau Toba Paling Populer, Lestari hingga Kini

Wisata Danau Toba (pixabay.com/12019-12019)

 

Menjaga sopan santun dan tingkah laku di alam menjadi salah satu hal yang patut diterapkan, termasuk di Danau Toba. Mengucapkan “Santabi Oppung” yang berarti “permisi”, merupakan salah satu bentuk penghormatan dan meminta izin pada penunggu danau.

Peduduk maupun pengunjung mengucapkan kalimat tersebut saat berkeliling di sekitar danau. Ada pula yang mengucapkannya saat melakukan perjalanan menuju Danau Toba.

Maklum, harus menempuh perjalanan jauh melalui lembah dan mata air untuk sampai di danau tersebut. Konon, jika tidak mengucapkan “Santabi Oppung”, maka mesin kendaraan akan mati.

2. Suara tangisan misterius

5 Mitos di Wisata Danau Toba Paling Populer, Lestari hingga Kini

ilustrasi sosok misterius (pexels.com/alexandro-david)

Kamu pernah mengalami kejadian janggal, seperti mendengar suara tangisan misterius pada malam hari? Danau Toba juga memiliki mitos tersebut. Penduduk dan pengunjung mengaku sering mendengar suara tangisan misterius, terutama saat malam hari.

Konon, suara tersebut merupakan tangis kesedihan para korban yang tenggelam di Danau Toba. Ya, di balik keindahan danau tersebut menyimpan sejumlah tragedi tenggelamnya kapal yang menelan korban jiwa.

Tenggelamnya KM Peldatari I pada 1997 dan KM Sinar Bangun pada 2018 merupakan salah satu insiden terbesarnya.

3. Naga yang dipercaya sebagai penjaga Danau Toba

5 Mitos di Wisata Danau Toba Paling Populer, Lestari hingga Kini

ilustrasi naga (unsplash.com/stephenleo1982)

Sosok naga misterius dipercaya sebagai penjaga Danau Toba. Ada beberapa versi yang mengisahkan naga tersebut. Salah satunya, naga itu merupakan anak dari Pak Toba yang bertugas menjaga danau supaya tidak kering.

Sedangkan, menurut folklore orang Batak Toba, Naga Padoha Ni Aji atau Raja Padoha merupakan penopang Danau Tiba dan Tanah Batak. Naga yang memiliki tabiat buruk kemudian diikat di dalam tanah oleh Deak Parujar (putri Mulajadi Nabolon) atas bantuan Mulajadi Nabolon (Pencipta).

Naga tersebut diberi tanggung jawab untuk menjaga kehidupan di Bumi. Meski keberadaannya belum dapat dibuktikan, tetapi para nelayan mengaku pernah melihat makhluk besar bersisik menyerupai ular. Sosok tersebut bernang di danau dan diperkirakan panjangnya mencapai setengah keliling Danau Toba.

 

4. Begu Ganjang, sosok pencabut nyawa berperawakan tinggi

5 Mitos di Wisata Danau Toba Paling Populer, Lestari hingga Kini

ilustrasi begu ganjang (/pixabay.com/kellepics)

Begu Ganjang menjadi sosok astral selanjutnya yang dipercaya menghuni Danau Toba. Sesuai dengan namanya yang berarti hantu panjang, perawakannya tinggi yang konon mirip genderuwo di Pulau Jawa.

Menurut kepercayaan masyarakat Sumatera Utara, makhluk tersebut dikisahkan sering menculik saat malam telah tiba. Sedangkan menurut kepercayaan masyarakat Batak di sekitar Danau Toba, Begu Ganjang merupakan sosok pencabut nyawa.

Orang yang melihat sosoknya akan menderita sakit hingga mati secara perlahan. Ada pula orang yang tiba-tiba hilang setelah melihatnya.

5. Ikan mas raksasa jelmaan satu keluarga

5 Mitos di Wisata Danau Toba Paling Populer, Lestari hingga Kini

ilustrasi ikan raksasa (instagram.com/joeweisnerfishing)

Satu lagi, nih mitos paling populer di Danau Toba, yakni adanya tiga ekor ikan mas raksasa. Konon, ukurannya dapat mencapai 10 meter, lho.

Masing-masing ikan berwarna merah, hitam, dan putih, yang kini lekat dengan warna dalam kebudayaan Batak. Ikan tersebut dipercaya sebagai penunggu danau yang sudah ada sejak zaman dahulu.

Ada pula yang menghubungkannya dengan legenda terbentuknya Danau Toba. Gadis khayangan yang dikutuk menjadi ikan, pemuda yang menjadi suaminya, dan anak mereka bernama Samosir.

Mitos tersebut menciptakan kepercayaan di kalangan masyarakat setempat. Jika ada ikan yang lebih besar dari ukuran pada umumnya, makan akan diperlakukan secara istimewa.

Sejumlah mitos di Wisata Danau Toba paling populer tersebut masih lestari hingga kini. Masyarakat setempat menyampaikannya secara turun temurun dan menjadi kearifan lokal yang patut dihargai keberadaannya. Mitos tempat wisata Danau Toba yang mana, nih yang paling familier di telingamu?

 

 

 

sumber: IDN Times

Author: Gabs Art

Leave a Reply