Menu Close

5 Sayuran Sisa Masakan yang Bisa Ditanam Kembali

5 Sayuran Sisa Masakan yang Bisa Ditanam Kembali

Ada beberapa bagian sayuran yang terpaksa dibuang saat memasak karena tak bisa dikonsumsi. Jangan buru-buru buang bagian ini karena bisa dimanfaatkan untuk ditanam kembali dengan mudah.

Ketika memasak, biasanya bagian pangkal dibuang karena dianggap tidak sedap atau kotor. Misalnya saja pada kangkung atau daun bawang yang hanya diambil bagian pucuknya saja.

Kebanyakan orang akan langsung membuat sisa sayuran ini begitu saja ke tong sampah. Padahal kita bisa memanfaatkanya di kebun rumah agar bisa digunakan kembali di masa mendatang.

Sejumlah tanaman memang memungkinkan untuk mengalami proses regrow atau tumbuh kembali meski ditanama dengan sisa potongan saja. Cara ini bisa kita tempuh agar lain kali tidak perlu keluar uang untuk membeli sayuran itu lagi.

Selain itu tentu saja sayuran tanaman sendiri jelas lebih sehat dan segar. Apa saja tanaman yang bisa di-regrow? Berikut adalah daftarnya:

Daun bawang

Daun bawang menjadi jenis sayuran yang dipakai di hampir semua jenis masakan. Namun bagian pangkalnya yang berwarna putih kerap disisakan karena keras dan dinilai tidak memiliki khasiat yang serupa.

Lain kali kita bisa mencoba menanam sisa daun bawang ini dengan media tanam air. Biasanya butuh waktu sekitar 1,5 bulan sampai tanaman ini bisa kembali kita panen.

Kangkung

Tumis kangkung menjadi alternatif sayur yang lezat dan mudah dibuat. Biasanya kita menyisihkan bagian pangkalnya yang memiliki akar karena dianggap kotor dan keras sehingga tidak enak dimakan.

Kangkung merupakan jenis sayuran yang paling mudah untuk ditanam kembali. Kita bisa langsung menanam bagian akar di media tanah yang agak padat dan ditunggu sampai berkembang.

Selain itu kangkung juga bisa dipanen dengan sangat cepat, hanya butuh waktu 1 bulan saja sampai bisa dinikmati kembali.

Sawi

Sisa potongan sawi juga bisa dimanfaatkan untuk regrow dengan media air. Sisakan bagian pangkalnya sepanjang 5 cm kemudian letakkan di wadah berisi air.

Biarkan berkembang sampai tunasnya tumbuh dalam waktu 7 hari. Pastikan airnya mencukupi dan tidak berlebihan agar sayuran tidak membusuk.

Setelah tunasnya bermunculan maka bisa dipindahkan ke pot berisi tanah yang lebih besar agar perkembangannya optimal.

Tomat

Ilustrasi tomat shutterstock
Ilustrasi tomat shutterstock

Biasanya tomat akan lembek atau membusuk karena kita terlalu lama menyimpannya. Jangan buang tomat ini karena bisa dimanfaatkan untuk penyemaian.

Caranya mudah karena hanya membutuhkan wadah yang berisi media tanam berupa campuran tanah dan sekam. Setelah itu basahi media tanam ini dengan menyiramnya atau merendamnya.

Setelah itu iris tipis tomat dan letakkan merata di atas media tanah yang telah disiapkan. Tutupi tomat tersebut dengan tanah setinggi 1 sampai 2 cm saja.

Letakkan semaian di lokasi yang teduh dan tunggu hingga 7 hari. Biasanya dalam sepekan sudah muncul tunas daun dan bisa dipindah ke pot yang lebih besar.

Baca juga: 

Seledri

Seledri juga termasuk jenis sayuran yang bisa ditanam kembali. Namun kita perlu merendamnya dalam air selama beberapa hari untuk menumbuhkan akarnya.

Setelah itu bisa dipindahkan ke media tanam yang lebih besar agar perkembangannya lebih optimal. Seledri juga relatif mudah tumbuh tanpa perawatan yang rumit.

sumber: kompas.com

Putri Balige
Author: Putri Balige

Leave a Reply