7 Tips Wisata ke Air Terjun saat Musim Hujan, Waspada Banjir Bandang

Air terjun jadi salah satu tempat wisata yang pas dikunjungi saat musim hujan. Terlebih, beberapa air terjun ada airnya hanya saat musim hujan dan kering kerontang ketika musim kemarau.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak berkunjung ke air terjun pada musim hujan.

Anggota SAR HNC Lanud Adi Soemarmo, Daris Gama Wijaya mengatakan bahwa wisatawan perlu waspada akan banjir bandang ketika bewisata ke air terjun saat musim hujan.

“Saat sudah turun hujan, hindari lokasi air terjun. Ketika duduk santai jangan di tepi aliran sungai,” kata pria yang akrab disapa Dzakier kepada Kompas.com, Senin (1/2/2021).

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut tips wisata ke air terjun saat musim hujan yang telah Kompas.com rangkum:

1. Persiapkan fisik agar tidak sakit

Jika ingin meningkatkan kebugaran tubuh sebagai antisipasi terkena penyakit, seperti flu, batuk, atau demam saat musim hujan, kamu bisa mulai olahraga kecil sebelum berwisata.

Selain itu, olahraga juga bisa melemaskan otot agar kamu tetap nyaman sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun. Terlebih, beberapa air terjun memiliki akses yang cukup terjal untuk sampai ke sana.

2. Perhatikan cuaca

Sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya kamu memeriksan ramalan cuaca di lokasi air terjun yang kini dapat didapat dengan mudah di smartphone.

Baca juga: 

Jika ramalan cuaca mengatakan bahwa hujan akan turun sepanjang hari di air terjun yang akan dituju, maka sebaiknya tunda kunjungan ke sana demi keselamatan.

3. Tinggalkan air terjun jika hujan mulai turun

Apabila hujan mulai turun, meski gerimis, ada baiknya segera menghindari lokasi air terjun untuk memudahkan perjalanan menjauhi lokasi tersebut.

Air Terjun Grojogan Sewu yang Berada di Lereng Gunung Lawu
Air Terjun Grojogan Sewu yang Berada di Lereng Gunung Lawu

Sebagai contoh jika wisatawan berkunjung ke Grojogan Sewu di Kabupaten Karanganyar, mereka akan sulit jika menghindari lokasi air terjun saat hujan sudah tiba, bahkan saat hujan mulai turun.

“Kalau di Grojogan Sewu, mau lari saja sudah kesulitan. Katakanlah baru gerimis lalu cepat-cepat (lari) bawa kamera ke tempat teduh, itu kesulitan karena (medannya) bebatuan,” kata Dzakier.

4. Hindari lokasi air terjun saat hujan tiba

Debit air terjun, terlebih saat hujan tiba, cenderung lebih deras pada musim hujan dibandingkan dengan musim lainnya. Oleh karena itu, lanjut Dzakier, baiknya wisatawan hindari lokasi air terjun.

Baca juga: 

“Kita tidak tahu air terjun sumbernya dari mana. Ketika terjadi hujan deras di hulu, bukan tidak mungkin akan terjadi banjir bandang,” ujar dia.

5. Jangan duduk di tepi aliran sungai saat hujan tiba

Sama halnya dengan menghindari lokasi air terjun, duduk-duduk di tepi aliran sungai pun tidak disarankan saat hujan tiba sebagai antisipasi terjadi banjir bandang tiba-tiba.

6. Bungkus barang bawaan

Meski pengunjung sudah membawa tas, ada baiknya barang bawaan tetap dibungkus pakai plastik jika hendak berwisata ke air terjun saat musim hujan.

Wisatawan sedang menikmati suasana Air Terjun Jumog, Karanganyar
 Wisatawan sedang menikmati suasana Air Terjun Jumog, Karanganyar

“Baju basah tidak apa-apa, asal barang-barang aman. Jas hujan itu sudah pasti dibawa. Sepatu kalau di air terjun jangan yang licin, kayak sepatu hiking bisa. Sol yang agak bergerigi,” tutur Dzakier.

7. Boleh main air, tapi perhatikan cuaca

Pada saat musim hujan, sulit untuk benar-benar diprediksi apakah pada waktu kunjungan hujan akan tiba sesuai prakiraan cuaca atau tidak.

Apabila selama berwisata cuaca hanya mendung dan hujan tidak turun, kamu tetap bisa berenang di kolam atau bermain air di bawah air terjun.

Meski begitu, Dzakier tetap mengimbau agar wisatawan waspada dan tetap berhati-hati selama berwisata.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

sumer: kompas.com

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply