9 Kopi Terpopuler di Asia Tenggara, Apa Saja?

Taste Atlas belum lama ini memperbarui daftar sembilan kopi paling populer di Asia Tenggara.

Setidaknya ada empat kopi dari Indonesia yang masuk ke dalam daftar tersebut, sedangkan negara lainnya yakni Vietnam sebanyak empat kopi dan Malaysia satu kopi.

Kopi-kopi tersebut cukup bervariasi dari campuran, pengolahan, dan penyajiannya.

Taste Atlas merupakan laman yang menyajikan ensiklopedia rasa, atlas dunia hindangan tradisional, bahan-bahan lokal, hingga restoran autentik.

Lantas, apa saja sembilan kopi terpopuler di Asia Tenggara menurut Taste Atlas tersebut?

9 kopi terpopuler di Asia Tenggara

Dikutip dari Taste Atlas, berikut sembilan kopi paling popular di Asia Tenggara:

1. Kopi Vietnam

Sesuai namanya, kopi ini berasal dari Vietnam yang menggunakan varietas biji robusta. Kebanyakan masyarakat Vietnam, lebih banyak menggunakan biji kopi robusta dibanding arabika.

Kopi ini mempunyai rasa yang cukup kuat dan tekstur yang tebal karena pemanggangan gelap yang lambat dan panjang.

Terkadang, biji kopi ini dipanggang terlebih dahulu dengan mentega dan gula sebelum dijadikan minuman. Bahkan, ada yang menambahkan cokelat dan vanila selama pemanggangan.

Di Vietnam, budaya kopi adalah bagian penting kehidupan sehari-hari masyarakatnya.

Diperkirakan budaya ini dibawa oleh Perancis sewaktu menjajah pada pertengahan abad ke-19.

2. Ipoh white cofee

Kopi ini berasal dari Ipoh, Malaysia. Namun berbeda dengan namanya, kopi ini tidak mempunyai warna putih melainkan kecokelatan.

Nama tersebut berasal dari teknik pemanggangan, di mana biji kopi dipanggang ringan dalam margarin sebelum digiling dan diseduh.

Asal usul gaya pemanggangan ini biasanya dikaitkan dengan imigran Hainan di Malaysia.  Mereka mengadaptasi teknik klasik untuk menciptakan minuman yang memiliki rasa kopi karamel yang lebih lembut.

Kopi ini umumnya ditambahkan susu kental untuk memperkaya rasa dan harus memiliki sedikit buih di atasnya.

3. Es kopi Vietnam

Es kopi Vietnam adalah minuman yang menggabungkan kopi kental, susu kental manis, dan es tentunya.

Ini secara tradisional dibuat dengan kopi medium atau kasar yang ditanam di Vietnam.

Biasanya menggunakan varietas robusta yang diseduh menggunakan filter phin tetes atau semacam saringan di mana kopi diseduh dan kemudian menetes secara perlahan ke dalam cangkir.

Setelah itu, kopi kemudian dituangkan di atas es dan dicampur dengan susu kental sehingga mempunyai rasa yang kaya. Biasanya disajikan dalam gelas kaca yang tinggi.

Meskipun paling sering dibuat dengan susu kental, ada juga versi yang hanya menggabungkan kopi dan es.

4. Kopi luwak

Kopi luwak adalah varian kopi yang berasal dari Indonesia dan sering disebut sebagai kopi termahal di dunia.

Bukan tanpa sebab, biji yang digunakan adalah sisa pencernaan yang dikeluarkan oleh luwak atau musang. Biji dari luwak tersebut kemudian dicuci, digiling, dan dipanggang.

Dipercaya bahwa ketika biji kopi melewati saluran pencernaan hewan, akan kehilangan astringensinya yang membuat kopi menjadi lebih lembut, lebih halus, dan tidak terlalu pahit.

Kopi ini diduga ditemukan pada abad ke-19 pada masa pemerintahan kolonial Belanda ketika petani setempat dilarang memanen kopi untuk keperluan pribadi.

5. Kopi tubruk

Kopi ini populer di Indonesia karena cukup sederhana dalam membuatnya. Kopi ini biasanya kental sehingga nikmat saat diseruput.

Untuk membuatnya, siapkan air mendidih atau panas yang kemudian dicampur dengan kopi bubuk yang halus atau sedang.

Campuran itu kemudian diaduk sampai rata, lalu didiamkan selama beberapa menit sampai ampas kopi mengendap di dasar cangkir.

Meski gula bersifat opsional, kebanyakan orang memilih untuk menambahkannya agar kopi menjadi manis.

Cara penyajian ini diyakini telah diperkenalkan oleh para pedagang dari Timur Tengah karena baik cara maupun kopinya sangat mirip dengan kopi Turki.

6. Kopi telur (ca phe trung)

Kopi telur atau dalam bahasa Vietnamnya ca phe trung merupakan minuman kopi yang manis dan padat. Umumnya, kopi ini banyak disajikan di Hanoi, Vietnam.

Secara tradisional, ini terdiri dari kopi robusta hitam kental yang dicampur dengan kuning telur dan susu kental manis.

Kuning telur dan susu dikocok selama kurang lebih 10 menit, dan direbus hingga menjadi seperti meringue atau kue busa.

Kopi sebagian besar dibuat menggunakan filter phin Vietnam tradisional, di mana kopi diseduh dan kemudian diteteskan perlahan ke dalam cangkir.

Setelah itu, dituangkan ke dalam telur kocok, membentuk busa aromatik yang khas.

Diperkirakan awal mula minuman kopi ini berasal dari tahun 1950-an dan Perang Indochina Perancis.

7. Kopi joss

Sudah tidak asing lagi, kopi joss adalah kopi khas dari Yogyakarta, Indonesia khususnya di kawasan wisata seperti Malioboro.

Yang membuat kopi ini unik adalah tambahan arang bakar yang ditambahkan langsung ke dalam secangkir kopi seduh.

Penambahan arang diyakini memiliki manfaat kesehatan dan banyak juga yang menemukan bahwa pembakarannya menetralkan keasaman dan memberikan rasa karamel yang halus pada minuman.

Minuman kopi ini diperkirakan pertama kali muncul pada 1960-an sebagai penemuan pedagang kaki lima setempat.

Nama ‘joss’ diyakini berasal dari bunyi yang muncul saat arang yang terbakar dijatuhkan ke dalam gelas.

8. Kopi yogurt Vietnam

Kopi dari Vietnam ini merupakan kombinasi yang sedikit tidak biasa dari kopi hitam yang diseduh secara tradisional menggunakan filter phin.

Kopi ini dicampur dengan yogurt, susu kental manis, dan es sehingga mempunyai rasa yang kaya.

Selain dijadikan minuman dingin dengan penambahan es, kopi ini juga disajikan sebagai minuman hangat. Bahkan, ada variasi yang menambahkan campuran lemon.

Bahan-bahannya bisa dicampur jadi satu atau diblender hingga halus, kadang susu dan yogurt dicampur dengan es, lalu kopinya dituang terakhir.

Jenis kopi ini biasanya dinikmati saat hari panas dan lembab sebagai penyegar yang tajam.

9. Kopi terbalik

Kopi terbalik atau kupi khop adalah jenis kopi Indonesia yang terkenal dengan gaya penyajiannya yang unik.

Kopi diseduh dan dituangkan ke dalam gelas, kemudian dibalik dan diletakkan di atas piring besar.

Setiap kopi disajikan dengan sedotan, dan tamu harus menggunakannya untuk meniupkan udara perlahan ke dalam gelas, membiarkan cairan mengalir sedikit demi sedikit geluar dari sela-sela ke luar gelas.

Kopi ini diperkirakan berasal dari daerah pesisir di Aceh ketika para lelaki menyeruput kopi dan kemudian pergi melaut.

Membalikkan gelas berfungsi untuk membiarkan kopi tetap bersih sehingga para pria dapat meminumnya setelah mereka kembali dari melaut.

sumber: kompas

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar