Ekonomi Lokal dan Produk Unggulan: Kopi Kintamani, UMKM, Homestay

Kopi Kintamani: Indikasi Geografis dan Keberlanjutan

Kopi Kintamani merupakan produk kopi arabika spesialti yang ditanam di dataran tinggi Kintamani, dengan tanah vulkanik subur dan iklim sejuk. Budidaya kopi dilakukan secara tumpang sari dengan jeruk dan sayuran, serta integrasi ternak untuk pupuk organik. Kopi Kintamani memiliki cita rasa khas citrus, manis alami, dan keasaman bersih, yang diakui secara internasional.

Sertifikat Indikasi Geografis (IG) yang diperoleh pada tahun 2008 melindungi reputasi dan mutu kopi Kintamani, serta mendorong ekspor ke Eropa, Jepang, dan negara lain. Kelembagaan seperti Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dan Koperasi Bale Dana Mesari berperan dalam menjaga konsistensi produksi dan pemasaran kopi.

UMKM, Homestay, dan Produk Lokal

Pengembangan UMKM dan homestay berarsitektur tradisional Bali menjadi bagian dari strategi ekonomi berkelanjutan di kawasan geopark. Produk lokal seperti jeruk Siem Kintamani, kerajinan tangan, dan kuliner khas mendukung peningkatan pendapatan masyarakat dan memperkuat identitas budaya.


Jejaring dan Kolaborasi: GGN, Universitas, NGO, Donor Internasional

Kolaborasi Nasional dan Internasional

Kawasan Batur sebagai anggota Global Geoparks Network (GGN) membuka peluang kolaborasi internasional dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, konservasi, dan pengelolaan kawasan berkelanjutan. Universitas, lembaga penelitian, NGO, dan donor internasional terlibat dalam penelitian, edukasi, dan pengembangan model pengelolaan kawasan.

Rapat koordinasi pusat-daerah yang digelar Kemendagri menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian/lembaga dan daerah, serta konsistensi tata kelola agar kawasan tidak kehilangan status geopark global. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka dan solusi bersama demi menjaga standar internasional dan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Comment