Tagline: “Ngopi di Tepi Sawah dengan Sentuhan Fotografi”
Konsep & Suasana (The Vibe) Berbeda dengan kebanyakan coffee shop di Danau Toba yang “menjual” pemandangan air, Piltik Coffee menawarkan ketenangan pedesaan.
-
Arsitektur: Bangunannya bergaya rumah tua (vintage) dengan sentuhan bata ekspos dan interior yang hangat. Sangat homey, seolah-olah Anda sedang bertamu ke rumah nenek yang estetik.
-
The View: Daya tarik utamanya adalah teras terbuka yang menghadap langsung ke hamparan sawah luas. Udaranya sejuk khas dataran tinggi Siborong-borong. Jika cuaca cerah, langit biru dan sawah hijau menjadi perpaduan warna yang memanjakan mata.
-
Fotografi: Karena pemiliknya (Edward Tigor Siahaan) adalah seorang fotografer senior, setiap sudut tempat ini didesain sangat fotogenik (instagramable). Nama “Piltik” sendiri dalam bahasa Batak berarti suara jepretan kamera (“klik”).
Lokasi & Akses Sangat strategis bagi wisatawan yang baru mendarat atau akan pulang melalui Bandara Silangit.
-
Alamat: Jl. Sadar, Lobu Siregar I, Siborong-borong, Tapanuli Utara.
-
Jarak Tempuh:
-
Hanya 15-20 menit dari Bandara Silangit.
-
Sekitar 25-30 menit dari kota Balige.
-
-
Akses: Jalanan menuju ke sana sudah aspal mulus dan bisa dilalui mobil/bus medium.
Waktu Operasional
-
Buka: Setiap hari, pukul 08.00 – 21.00 WIB.
-
Waktu Terbaik Berkunjung:
-
Sore (16.00 – 18.00): Untuk menikmati golden hour matahari terbenam di atas sawah.
-
Pagi (08.00 – 10.00): Untuk udara yang paling segar dan kopi pagi sebelum memulai aktivitas.
-
Piltik Coffee bukan sekadar tempat ngopi, tapi destinasi untuk “melambatkan waktu”. Tempat ini sangat saya rekomendasikan untuk Anda kunjungi besok sebelum menuju bandara atau melanjutkan perjalanan, sebagai penutup manis perjalanan di Toba.






