Badan Geologi: Kondisi Batuan Lunak Perkuat Efek Guncangan Gempa di Bogor

 Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan pusat gempa dengan magnitudo 4,6 pada hari ini, 14 Desember 2023, tak jauh dari lokasi gempa yang terjadi sebelumnya pada 8 Desember 2023.

“Berdasarkan posisi lokasi gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh sesar aktif yang terletak di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Enam hari sebelumnya di sekitar daerah ini juga terlanda kejadian gempa bumi merusak dengan magnitudo 4 dan kedalaman 5 kilometer,” demikian keterangan, Badan Geologi, Kamis.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa magnitudo 4,6 hari ini pukul 06.35.12 WIB berada di lokasi 6,75 LS dan 106,53BT atau 25 kilometer barat laut Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kedalaman pusat gempa 5 kilometer.

Gempa dilaporkan terasa di Pamijahan dengan skala intensitas III-IV MMI; lalu di Panggarangan, Bayah, Kalapanunggal, Clonggarang, Bogor III MMI; di Ciputat Tanggerang II-III MMI; serta di Pelabuhan Raut II MMI.

“Adapun stasiun USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman tidak mencatat kejadian gempa bumi tersebut,” ujar Badan Geologi.

Badan Geologi mengatakan lokasi pusat gempa berada di darat dengan morfologi wilayah terdekat dengan pusat gempa berupa dataran bergelombang, lembah, dan perbukitan. Kondisi geologi lokasi di sekitar sumber gempa yang sebagian batuannya berupa endapan kuarter yang bersifat lunak, lepas dan belum kompak tersebut berpotensi memperkuat efek guncangan gempa.

“Informasi dari BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Kabupaten Bogor, kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan terjadinya bencana berupa kerusakan sejumlah rumah penduduk,” ujar Badan Geologi.

Di Kabupaten Bogor dilaporkan rumah penduduk yang mengalami kerusakan tersebar di Kecamatan Pamijahan, Leuwiliang, Nanggung, dan Ciampea. Sementara di Kabupaten Sukabumi dilaporkan terjadi kerusakan rumah penduduk akibat gempa tersebut di Kecamatan Kabandungan, Kalapanunggal, Kadudampit, dan Cikembar.

Badan Geologi mencatat sebaran pemukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa tersebut berada di wilayah yang masuk kategori Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi dan menengah.

Penyelidik Bumi Utama dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Supartoyo mengatakan, lokasi pusat gempa yang terjadi hari ini berada 9,5 kilometer dari pusat gempa yang terjadi di sekitar daerah tersebut pada 8 Desember 2023.

Dengan perbedaan jarak tersebut, gempa diduga dipicu oleh pergerakan sesar aktif yang berbeda dengan sumber gempa 8 Desember 2023. “Mungkin ada sesar aktif lain yang istilahnya terpicu oleh kejadian gempa bumi sebelumnya,” kata dia, saat dihubungi Tempo, Kamis.

Supartoyo mengatakan, area terdampak untuk gempa yang terjadi hari ini relatif lebih luas. “Kalau tangga 8 Desember berdasarkan data dari hasil pemeriksaan kami dan tim BPBD Bogor hanya di satu kecamatan, yakni Kecamatan Pamijahan. Tapi kalau yang ini kelihatannya lebih dari satu kecamatan,” kata dia.

BPBD Jawa Barat mencatat data sementara terdapat 65 rumah warga terdampak gempa magnitudo 4,6 di kabupaten Bogor. Rinciannya di Desa Cibunian (10 rumah terdampak), Purasari (30 rumah terdampak), Kaalongliud (1 rumah terdampak), Cihideunghilir (1 rumah terdampak), serta Bojongjengkol (3 rumah terdampak).

Sumber: tempo.co

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar