Bagaimana Perbedaan Candi Langgam Jawa Tengah dan Candi Langgam Jawa Timur?

Candi adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat pemujaan atau pemakaman oleh masyarakat Hindu-Buddha di masa lalu.

Di Indonesia, terdapat banyak candi yang tersebar di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa.

Lalu bagaimana perbedaan candi Langgam Jawa Tengah dan Candi Langgam Jawa Timur?

Candi-candi di Jawa memiliki ciri khas yang berbeda-beda, tergantung pada zaman dan kerajaan yang membangunnya.

Salah satu cara untuk mengenali perbedaan candi di Jawa adalah dengan melihat langgam atau gaya arsitekturnya.

Ada dua langgam candi yang paling umum di Jawa, yaitu langgam Jawa Tengah dan langgam Jawa Timur.

Langgam Jawa Tengah umumnya berasal dari sebelum tahun 1000 Masehi, sedangkan langgam Jawa Timur berasal dari tahun sesudahnya.

Lalu, apa saja perbedaan antara kedua langgam candi tersebut? Berikut ini adalah beberapa poin yang dapat menjelaskannya.

Bentuk Bangunan

Salah satu perbedaan yang paling mencolok antara langgam Jawa Tengah dan langgam Jawa Timur adalah bentuk bangunan candinya.

Candi langgam Jawa Tengah biasanya berbentuk tambun atau bulat, dengan atap berupa stupa atau ratna yang berundak-undak.

Contoh candi langgam Jawa Tengah adalah Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut, Candi Kalasan, Candi Boko, dan Candi Dieng.

Candi langgam Jawa Tengah juga memiliki selasar yang cukup lebar di antara kaki dan tubuh candi, yang berfungsi sebagai tempat ritual pradaksina atau mengelilingi objek candi.

Sementara itu, candi langgam Jawa Timur memiliki bentuk yang lebih ramping, dengan atap bertingkat yang mengecil ke atas dan puncak atap berbentuk kubus.

Contoh candi langgam Jawa Timur adalah Candi Penataran, Candi Singosari, Candi Jawi, Candi Kidal, Candi Jago, dan Candi Panataran.

Candi langgam Jawa Timur tidak memiliki selasar yang lebar, tetapi memiliki tangga yang langsung menuju ke pintu masuk candi.

Relief dan Hiasan

Perbedaan lain yang dapat dilihat antara langgam Jawa Tengah dan langgam Jawa Timur adalah relief dan hiasan yang menghiasi candi.

Relief adalah ukiran yang menonjol dari permukaan candi, yang biasanya menggambarkan cerita atau adegan tertentu.

Hiasan adalah ornamen yang menambah keindahan candi, seperti bunga, binatang, atau makhluk mitologis.

Relief dan hiasan candi mencerminkan pengaruh kesusastraan dan kebudayaan yang ada pada masa pembangunannya.

Relief candi langgam Jawa Tengah umumnya timbul agak tinggi dan terkesan naturalis, yaitu menggambarkan alam dan manusia secara realistis.

Relief candi langgam Jawa Tengah banyak dipengaruhi oleh kesusastraan India, seperti Ramayana, Mahabharata, dan Jataka.

Hiasan candi langgam Jawa Tengah juga banyak menampilkan motif alam, seperti bunga, daun, atau pohon.

Selain itu, candi langgam Jawa Tengah juga dihiasi oleh mangkara, yaitu makhluk berkepala gajah yang berada di bagian atas pintu masuk candi.

Relief candi langgam Jawa Timur tidak terlalu timbul dan terkesan simbolis, yaitu menggambarkan tokoh atau adegan secara stilisasi.

Relief candi langgam Jawa Timur banyak dipengaruhi oleh kesusastraan Jawa Kuno, seperti Arjunawiwaha, Kunjarakarna, dan Nagarakretagama.

Hiasan candi langgam Jawa Timur juga banyak menampilkan motif wayang, seperti wayang kulit, wayang beber, atau wayang golek.

Candi langgam Jawa Timur tidak memiliki mangkara di pintu masuknya, tetapi memiliki kala, yaitu makhluk berwajah menyeramkan yang melambangkan waktu dan kematian.

Lokasi dan Arah

Perbedaan lain yang dapat dikenali antara langgam Jawa Tengah dan langgam Jawa Timur adalah lokasi dan arah candi.

Lokasi candi menunjukkan tempat dimana candi dibangun, sedangkan arah candi menunjukkan posisi candi terhadap mata angin.

Lokasi dan arah candi berkaitan dengan fungsi dan makna candi bagi masyarakat yang membangunnya.

Candi langgam Jawa Tengah biasanya berlokasi di tengah halaman, yang dikelilingi oleh tembok atau pagar.

Hal ini menunjukkan bahwa candi langgam Jawa Tengah merupakan pusat dari kompleks candi, yang memiliki nilai sakral dan penting.

Candi langgam Jawa Tengah juga biasanya menghadap ke arah timur, yang melambangkan arah matahari terbit dan kehidupan.

Hal ini menunjukkan bahwa candi langgam Jawa Tengah merupakan tempat untuk memuja dewa-dewa atau leluhur yang dianggap sebagai sumber kehidupan.

Candi langgam Jawa Timur biasanya berlokasi di belakang halaman, yang tidak dikelilingi oleh tembok atau pagar.

Hal ini menunjukkan bahwa candi langgam Jawa Timur bukan merupakan pusat dari kompleks candi, tetapi merupakan bagian dari keseluruhan.

Candi langgam Jawa Timur juga biasanya menghadap ke arah barat, yang melambangkan arah matahari terbenam dan kematian.

Hal ini menunjukkan bahwa candi langgam Jawa Timur merupakan tempat untuk menghormati orang-orang yang telah meninggal, terutama raja-raja dan keluarganya.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa candi langgam Jawa Tengah dan candi langgam Jawa Timur memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi bentuk, relief, hiasan, lokasi, maupun arah.

Perbedaan ini mencerminkan perbedaan zaman, kerajaan, agama, kesusastraan, dan kebudayaan yang ada di Jawa pada masa lalu.

Candi-candi di Jawa merupakan warisan sejarah dan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan, karena mereka merupakan saksi bisu dari peradaban masyarakat Jawa di masa lalu.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang candi di Jawa.

Sumber: intisari

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar