Bagian-bagian Candi Borobudur: Tingkatan, Stupa, Relief, dan Arca

Candi Borobudur merupakan Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO yang terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Candi Borobudur dibangun sekitar abad ke-8 dan ke-9 Masehi pada masa Dinasti Syailendra oleh para penganut Buddha aliran Mahayana.

Dalam filsafat agama Buddha, Candi Borobudur yang berbahan dasar batuan andesit ini merupakan tiruan alam semesta.

Hal ini terlihat dari bangunan Candi Borobudur yang berbentuk mandala dengan arsitektur punden berundak yang semakin ke atas semakin mengecil.

Gaya mandala pada Candi Borobudur mencerminkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha.

Hampir setiap bagian Candi Borobudur memiliki maknanya sendiri. Dirangkum dari laman Kemendikbud, berikut adalah bagian-bagian Candi Borobudur dan penjelasannya.

1. Tingkatan Candi Borobudur

Candi Borobudur terdiri dari 10 lantai dengan setiap tingkatan yang disebut dengan Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.

Setiap tingkatannya menggambarkan kosmologi Buddha, tentang hubungan ruang dan waktu dan alam semesta.

a. Kamadhatu

Kamadhatu adalah tingkatan paling bawah dari kosmologi Buddha yang terdapat di lantai 2 pada bagian kaki Candi Borobudur atau setingkat di atas undag.

Dalam kosmologi Buddha, Kamadhatu melambangkan alam bawah yang menggambarkan perilaku manusia yang masih terikat oleh nafsu duniawi.

Secara sederhana, Kamadhatu adalah simbol alam dunia manusia yang terlihat saat ini.

b. Rupadhatu

Rupadhatu adalah bagian tengah dari kosmologi Buddha yang terdapat di lantai 3 hingga lantai 7 pada bagian tubuh Candi Borobudur.

Dalam kosmologi Buddha, Rupadhatu melambangkan alam antara, dimana manusia sudah mulai meninggalkan keinginan duniawi, namun masih terikat oleh dunia nyata.

c. Arupadhatu

Arupadhatu adalah bagian puncak dari kosmologi Buddha yang terdapat di lantai 8 hingga lantai 10 pada bagian atas Candi Borobudur.

Dalam kosmologi Buddha, Arupadhatu menjadi simbol alam atas, tempat tertinggi yang dihuni oleh para dewa.

Arupadhatu juga merupakan penggambaran dari unsur tak berwujud dan sebagai tanda dimana kemurnian tertinggi telah dicapai dengan meninggalkan nafsu duniawi.

2. Stupa Candi Borobudur

Bagian stupa Candi Borobudur berbentuk genta atau lonceng yang terdiri dari stupa induk, stupa teras, dan stupa-stupa kecil sebagai ornamen tubuh candi atau pagar langkan.

Jumlah stupa Candi Borobudur adalah 73 buah, dengan rincian 1 buah stupa induk, 32 stupa pada teras melingkar pertama, 24 stupa pada teras melingkar kedua, dan 16 stupa pada teras melingkar ketiga.

Stupa induk adalah stupa utama atau stupa puncak yang menjadi stupa terbesar yang berada puncak Candi Borobudur dengan diameter 9,9 meter, tinggi 7 meter, dan berada pada ketinggian 42 meter di atas tanah.

Di dalam stupa induk ini terdapat rongga yang ketika ditemukan dalam keadaan kosong.

Pada bagian Arupadhatu akan ditemukan stupa berbentuk lingkaran yang berlubang, berbentuk lonceng, berisi arca-arca Dhyani Buddha atau patung Buddha yang duduk dengan menghadap ke arah bagian luar candi.

Stupa-stupa kurungan yang berisi arca-arca Dhyani Buddha di bagian Arupadhatu bagian bawah bergaris miring, sedang lubang-lubang di atasnya bergaris tegak.

Lubang-lubang tersebut merupakan lambang tentang proses tingkat-tingkat lenyapnya sisa nafsu yang terakhir.

Lubang-lubang yang bergaris miring menggambarkan bahwa di tingkat itu masih ada sisa-sisa dari nafsu, sedang lubang pada tingkat diatasnya yang bergaris tegak menggambarkan nafsu itu telah terkikis habis, dan hati pun telah lurus.

3. Relief Candi Borobudur

Candi Borobudur mempunyai 1.460 panel relief cerita yang tersusun dalam 11 deretan mengitari bangunan candi dan relief dekoratif berupa relief hias sejumlah 1.212 panel.

Pada bagian Kamadhatu terdapat 160 relief Karmawibhangga Sutra, yang menjelaskan hukum sebab akibat.

Relief tersebut merupakan gambaran mengenai sifat dan nafsu manusia, seperti merampok, membunuh, memperkosa, penyiksaan, dan fitnah.

Relief cerita pada bagian Rupadhatu adalah relief Lalitavistara, Jataka Avadana, dan Gandawyuha.

Di bagian Rupadhatu terdapat 1.212 relief dekoratif simbolis dan 1.300 relief cerita, yang membentang sejauh 2,5 km dengan 1212 panel.

4. Arca Candi Borobudur

Arca yang terdapat pada Candi Borobudur terdiri dari Dhyani Buddha, Manusi Buddha, dan Bodhisattva dengan jumlah total 505 buah yang letaknya terbagi di beberapa tingkatan.

Pada tingkat Rupadhatu terdapat 432 arca Dyani Buddha dengan ukuran semakin ke atas semakin kecil dan diletakkan pada relun

Pada tingkat Arupadhatu terdapat 72 arca dengan ukuran sama dan diletakkan di dalam stupa.

Kemudian di stupa induk paling atas, dulunya terdapat pula sebuah patung Sang Adhi Buddha, yaitu Buddha tertinggi dalam agama Buddha Mahayana.

Sumber:

kebudayaan.kemdikbud.go.id

kebudayaan.kemdikbud.go.id

kebudayaan.kemdikbud.go.id

borobudurpark.com

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar