Goa Jepang, Wisata Sejarah di Kabupaten Biak Numfor

Puncak Perang Dunia ke-II di Kabupaten Biak Numfor menyisakan bekas yang sampai kini bisa dilihat sebagai bukti sejarah.

Salah satu saksi bisu pertempuran hebat Perang Dunia ke-II di Biak ialah Goa Binsari, atau masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan nama Goa Jepang.

“Di Biak, ada salah satu wisata sejarah yang harus dikunjungi oleh wisatawan, namanya Goa Jepang,” kata Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry Ario Naap kepada Kompas.com di gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Selasa (20/6/2023).

 

Herry melanjutkan, di Goa Jepang terdapat kurang lebih 6.000 tulang belulang tentara Jepang yang dibuang oleh sekutu saat Perang Dunia ke-II.

Lokasi Goa Jepang ini tepatnya di Kelurahan Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Dikutip dari laman Kompas.com (2/8/2018), jejak sejarah mengungkapkan bahwa ada sekitar 3.000 prajurit Jepang tewas dan terkubur hidup-hidup di goa alami ini.

 

Goa tersebut dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian, pusat logistik, dan pertahanan bagi tentara Jepang pada saat Perang Duania II sekitar 1943 hingga 1944 silam.

Konon, tentara yang terkubur di dalam goa ini dulunya tentara yang berlindung dari pengeboman pada 7 Juni 1944 oleh pasukan sekutu.

Tulang belulang tentara Jepang yang ada di dalam goa kini disimpan di dalam ruang arsip khusus.

Herry mengatakan, mulanya pemerintah Kabupaten Biak sempat mengikuti program repatriasi, yaitu pemulangan kembali tulang tentara Jepang ke daerah asalnya.

“Tapi saya berpikir, kalau ini (tulang tentara Jepang) dipulangkan, lalu wisatawan Jepang tidak akan datang lagi ke Biak,” kata Herry.

 

Sebagai jalan tengah, alhasil Herry bersama pemerintah Jepang kemudian berdiskusi dan sepakat untuk tetap menyimpan tulang tentara Jepang di Biak.

“Kami melakukan negosiasi, dan pemerintah Jepang pun membantu kami menata tempat penyimpanan tulang tersebut menjadi bagus. Ini yang kemudian menjadi salah satu daya tarik,” paparnya.

Herry mengatakan bahwa saat ini lokasi tulang tentara Jepang di Goa Jepang sudah direnovasi, sehingga bisa dikunjungi oleh wisatawan sebagai destinasi wisata sejarah di Kabupaten Biak Numfor.

sumber: kompas.com

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar