Kain Tenun hingga Kopi Jadi Oleh-oleh Khas Labuan Bajo

Berkunjung ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum lengkap jika pulang tak membawa oleh-oleh khas lokal.

Kain tenun khas NTT dijual di Exotic Komodo Labuan Bajo.

Kain tenun khas NTT dijual di Exotic Komodo Labuan Bajo

Selain kain tenun, ada beberapa oleh-oleh khas Labuan Bajo yang bisa dibawa pulang, seperti kudapan atau produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Di Exotic Komodo, misalnya, terdapat beberapa produk oleh-oleh yang dapat dipilih, seperti kain tenun NTT, kaos, suvenir berbentuk Komodo, kopi, serta makanan khas Labuan Bajo dan NTT.

“Hingga kini kami sudah menampung 350 produk UMKM yang dipasarkan di sini,” ujar Owner Exotic Komodo Vincentius Felix Sudijono kepada media, Senin (12/09/2022).

Untuk kain tenun NTT, seperti kita ketahui, memiliki beragam motif yang bisa menjadi pilihan.

Seperti diberitakan Kompas.com (15/05/2022), songke alias tenun ikat khas Manggarai, misalnya, juga sudah cukup dikenal luas.

Salah satu motifnya yang paling populer adalah motif mata manuk atau mata ayam.

Maria Elisabeth C. Pranda, menunjukkan Kain Songke Motif Mata Manuk, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Maria Elisabeth C. Pranda, menunjukkan Kain Songke Motif Mata Manuk, di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT

Mata ayam yang berbentuk bulat dianggap mewakili filosofi ketajaman pengelihatan dan melihat sesuatu dengan yakin.

Mata manuk dianggap lebih tajam dan peka, diangkat sebagai motif songke karena erat kaitannya dengan kehidupan religius masyarakat Manggarai Barat.

Lalu, ada pula motif kain tenun NTT yang relatif lebih sederhana, yakni motif puncatiti, yang menggambarkan hubungan antara Sang Pencipta dan manusia sebagai ciptaan-Nya.

Dikutip dari Kompas.com, (15/08/2022), motifnya hanya berupa garis lurus yang disebut “sumbu”, kemudian diberi warna hijau, kuning, putih, dan jingga, serta didominasi warna dasar hitam.

Di Exotic Komodo, tersedia oleh-oleh dengan beberapa tingkatan harga, mulai dari termurah hingga premium.

Menurut Vincentius, adanya pusat oleh-oleh membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk di tempat tersebut. Namun, produk-produk yang dijajakan harus memenuhi ketentuan yang ada.

“Kami buka kesempatan bagi semua pelaku UMKM yang mau memasarkan produknya di Exotic Komodo Labuan Bajo,” ujarnya.

sumber: kompas.com

Author: Gabs Art

Leave a Reply