Kampung Adat Ruteng Pu’u di Nusa Tenggara Timur

Calon presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo, mengunjungi Kampung Adat Ruteng Pu’u pada Jumat, 26 Januari 2024. Terletak di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kampung adat ini merupakan salah satu kampung tertua di Ruteng yang masih mempertahankan eksistensinya hingga saat ini.

Kampung Adat Ruteng Pu’u terletak sekitar empat kilometer dari pusat kota. Rute darat menuju kampung ini sudah diaspal dan dapat dicapai dalam waktu sepuluh hingga lima belas menit berkendara. Lokasinya dikelilingi oleh keindahan alam yang memukau, dengan perbukitan hijau, hutan kopi, dan sawah-sawah yang terhampar, memberikan pemandangan yang memesona.

Selain kekayaan alamnya, Ruteng Pu’u juga terkenal akan sejarah dan kekayaan budayanya. Nama “ruteng” sendiri memiliki arti “pohon ara”, yang menggambarkan banyaknya pohon ara di sekitar kampung. Salah satu daya tarik utama kampung ini adalah rumah adatnya yang disebut mbaru niang. Rumah adat ini memiliki atap berbentuk kerucut dari ijuk atau rumput kering, khas suku Manggarai.

Rumah adat Ruteng Pu’u memiliki halaman yang luas yang digunakan sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas oleh masyarakat setempat. Di antara rumah-rumah adat yang ada, terdapat dua mbaru niang utama, yaitu Mbaru Tambor untuk para pria dan Mbaru Gendang untuk para perempuan. Keturunan suku Manggarai yang tidak tinggal di dua rumah utama tersebut akan mendirikan rumah mereka di sekitar Mbaru Tambor dan Mbaru Gendang.

Masyarakat Ruteng Pu’u juga memiliki tradisi ritual ketika musim panen tiba. Mereka mengadakan ritual dengan mengorbankan sapi atau kerbau yang diikat di compang, yaitu altar batu di tengah permukiman warga. Kekayaan alam dan budaya yang ada di Kampung Adat Ruteng Pu’u sejalan dengan keramahan penduduknya. Wisatawan yang berkunjung akan disambut dengan baik oleh masyarakat setempat yang senang berbagi pengetahuan mengenai suku Manggarai dan adat istiadatnya.

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar