Kucing Dikenal sebagai Hewan Krepuskular, Apa Itu?

Hewan krepuskular adalah hewan yang paling aktif saat senja dan fajar, yakni periode cahaya redup di mana matahari berada di bawah cakrawala, dan belum terbit atau terbenam.

Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), istilah krepuskular menggambarkan peristiwa-peristiwa yang berkaitan, menyerupai, atau terjadi pada waktu senja dan fajar.

Kata crepuscular berasal dari bahasa Latin creper, yang berarti “gelap”. Hewan yang digambarkan sebagai krepuskular artinya mereka aktif saat senja dan fajar.

Kondisi tersebut berbeda dengan perilaku diurnal dan nokturnal, di mana hewan aktif masing-masing pada siang hari atau pada malam hari.

Meski demikian, beberapa hewan krepuskular juga ada yang aktif pada malam hari yang diterangi cahaya bulan atau pada hari-hari yang mendung.

Hewan krepuskular memiliki adaptasi tersendiri yang membuat mereka lebih mampu bertahan hidup dan berkembang di masa senja dan fajar.

Jenis perilaku krepuskular

Dikutip dari laman Animal Wised, tidak semua hewan krepuskular itu sama. Terdapat beberapa variasi perilaku hewan krepuskular, yang terbagi menjadi dua kategori berikut:

  • Matutinal: mengacu pada hewan yang paling aktif pada waktu menjelang fajar, yaitu pada pagi hari.
  • Vespertine: hewan-hewan ini adalah hewan yang paling aktif saat senja, yaitu sebelum malam tiba.

Kucing rumahan sering aktif di malam hari, dan dianggap sebagai hewan nokturnal, padahal hal ini tidak benar.

Mereka termasuk hewan krepuskular, dan salah satu adaptasi paling signifikan yang dimiliki kucing adalah matanya.

Kucing memiliki selaput di bagian belakang matanya yang disebut tapetum lucidum. Hal ini memungkinkan sedikit cahaya yang ada di lingkungan untuk dipantulkan kembali ke retina mereka, sehingga memberi mereka penglihatan yang lebih baik dalam cahaya rendah.

Sehingga, tidak aneh jika Anda melihat kucing peliharaan masih terjaga saat senja hingga malam hari, berlarian mengejar sesuatu, dan lebih banyak beristirahat di siang hari.

Contoh hewan-hewan krepuskular

Dapat dikatakan bahwa hewan krepuskular memiliki ritme sirkadian. Aktivitas mereka sering kali sangat mirip setiap harinya, meskipun tetap bergantung pada kebutuhan mereka.

Dikutip dari laman Animalia, ada banyak spesies hewan yang termasuk krepuskular, berikut beberapa di antaranya:

  • Kapibara (Hydrochoerus hydrochaeris)
  • Sigung belang (Mephitis mephitis)
  • European otter (Lutra lutra)
  • European rabbit (Oryctolagus cuniculus)
  • Elang Peregrine (Falco peregrinus)
  • Singa (Panthera leo)
  • Panda (Ailuropoda melanoleuca)
  • Berunag Cokelat (Ursus arctos)
  • Platipus (Ornithorhynchus anatinus)
  • Penyu common snapping (Chelydra serpentina).

Banyak hewan krepuskular menggunakan waktu senja dan fajar untuk mencari makan hingga perkawinan untuk menjamin kelangsungan hidup spesies mereka.

Waktu senja dan fajar dianggap aman untuk proses perkawinan, karena cenderung aman dari gangguan hewan-hewan lain.

Sumber: kompas.com

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar