Lebih Banyak Mana, Kalori Nasi Uduk atau Nasi Kuning?

Nasi uduk dan nasi kuning adalah pilihan sarapan favorit masyarakat Indonesia. Beberapa lebih menyukai nasi uduk dengan telur, bihun, kentang, dan tempe, dilengkapi sambal kacang. Namun, beberapa yang lain menyukai nasi kuning, dengan sambal balado dan teri. Bagaimana dengan kamu?

Sebelum menentukan mana favorit kamu, ada baiknya mencari tahu jumlah kalori masing-masing hidangan tersebut. Menurut Departemen Kesehatan AS, jumlah keperluan asupan kalori setiap orang berbeda-beda, tergantung pada usia dan tingkat aktivitas.

Namun, umumnya, laki-laki dewasa membutuhkan 2.000-3.000 kalori per hari sementara perempuan dewasa membutuhkan sekitar 1.600-2.400 —untuk menjaga berat badan.

Pastikan kamu mengetahui jumlah kalori kedua jenis nasi gurih ini dulu, ya agar sarapan jadi tidak melebihi rekomendasi asupan harian!

Ilustrasi nasi uduk. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
 Ilustrasi nasi uduk. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Untuk nasi uduk yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah, satu porsinya (sekitar 106 gr) mengandung 260 kalori (32,84 gr karbohidrat, 12,95 gr lemak, dan 4,07 gr protein).

Kamu bisa menambah telur, tempe, semur jengkol, kentang, dan kerupuk untuk gizi seimbang —semuanya tentu saja menambah jumlah asupan kalori. Dengan telur rata-rata mengandung 95 kalori, kentang balado 105 kalori, atau semur tahu sebesar 76 kalori.

Nasi Kuning Saroja khas Manado Foto: Safira/ kumparan
Nasi Kuning Saroja khas Manado Foto: Safira/ kumparan

Sedangkan, nasi kuning yang dimasak dengan kunyit, santan, dan rempah-rempah untuk satu porsinya (sekitar 105 gr) mengandung 100 kalori (21,9 gr karbohidrat, 0,18 gr lemak, dan 1,98 gr protein).

Ada berbagai resep nasi kuning berbeda, dengan menambahkan tempe, ikan teri, atau telur —masing-masing mengandung kalori berbeda; 3 potong tempe mengandung 102 kalori, 50 gram teri kacang sebesar 130 kalori, dan telur rebus sebesar 95 kalori.

Jika dijumlah, kedua hidangan tersebut masih berada di bawah rekomendasi asupan harian, kok —cocok untuk sekali makan. Jadi, jangan khawatir! Asal tidak berlebihan, kamu masih bisa menikmati sarapan ini tanpa takut menambah berat badan.

sumber: kumparan

Author: Bang Ferry

GEOLOGIST LIKE COFFIE

Leave a Reply