Libur Akhir Tahun Menikmati Sensasi Kemping di Ujung Kebun Durian Tanah Pasemah

Malam pergantian tahun bakal segera tiba. Momen libur akhir tahun sebelum menuju ke tahun 2024, waktu yang pas untuk healing sejenak dengan menikmati kekayaan alam nusantara. Di ujung Sumatera Selatan ke arah Bengkulu terdapat salah tempat refreshing yang paling asyik.

Suasananya benar-benar alami: ada kebun bunga yang menghampari “lereng bukit” desa Sindang Panjang, ada air terjun yang mengalir deras ke sungai Ayek Manna hingga bisa bermalam di dalam tenda di antara pematang sawah dan rerimbunan pohon durian khas Tanah Pasemah.

Untuk diketahui, Basemah atau sering juga disebut sebagai Pasemah merupakan suku bangsa yang mendiami wilayah kota Pagaralam, kabupaten Empat Lawang, kabupaten Lahat, dan beberapa kabupaten lainnya di Sumsel. Suku ini secara umum bermukim di sekitar kawasan gunung Dempo, Pagar Alam.

Agrowisata Tanjung Sakti, nama objek wisata ini. Lokasi persisnya ada di desa Sindang Panjang, Tanjung Sakti, kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Meski ada diujung Sumsel, Agrowisata Tanjung Sakti sangat mudah dijangkau. Ia berjarak sekitar 30 menit dari kota Pagar Alam dan sekitar 80 Km dari kota Manna, Bengkulu Selatan.

Walau berjarak agak jauh atau sekitar 8 jam dari kota Palembang dan 3 jam dari Bumi Raflesia kota Bengkulu, objek wisata ini mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi, maupun umum karena semua badan jalanan sudah beraspal.

Taman Bunga

Taman bunga yang menghampar di “Lereng Bukit:” desa Sindang Panjang akan menyambut kedatangan wisatawan yang hendak menghabiskan waktu sehariannya di Agrowisata Tanjung Sakti. Diantara aneka warna dan wangi semerbak bunga-bunga, pelancong dapat berfoto di depan miniatur kincir angin, patung merlion.

Agrowisata Tanjung Sakti, Lahat. TEMPO/Parliza Hendrawan

Miniatur Ampera

Turun dari area parkir, pengunjung diharuskan meniti sejumlah anak tangga aneka warna. Kemudian langkah kaki mengarah ke miniatur Jembatan Ampera yang akan membawa pengunjung ke petualangan berikutnya. Jembatan ini berada di pinggir sugai Ayek Manna yang membelah Agrowisata Tanjung Sakti.

Tiga Jembatan

Terdapat tiga jembatan yang membentang diatas sungai Ayek Manna ini. Pada bagian hulunya terdapat jembatan gantung. Sedangkan bagian tengah objek wisata ini ada jembatan yang lebih pendek tetapi lebih iconic dimana salah satu bagian ujung jembatan itu mengait ke pohon beringin besar sehingga sering dijadikan spot foto yang menarik. Sedang pada bagian hilir jembatannya tampak lebih kokoh sebagai jalan penghantar pengunjung menuju areal persawahan, kolam ikan, restoran, panggung hiburan dan naik keatas lagi menuju saluran irigasi.

Air Terjun

Terdapat beberapa spot Air terjun yang mengalir ke Sungai Ayek Manna di dalam Agrowisata Tanjung Sakti. Air terjun pertama terdapat dibawah landmark Tanjung Sakti, kemudian menyempil diantara taman bunga, selanjutnya air terjun yang menbentang diantara resto dan panggung utama serta Air terjun yang menghadap dan terjun langsung ke Sungai Ayek Manna.

Selanjutnya… Area Camping Ground

Camping Ground

Pengelola Agrowisata Tanjung Sakti ini menyiapkan area khusus bagi penghobi kemping. Camping Ground terdapat di ujung Kebun Durian atau sekira 70 meter dari air terjun ke arah hulu.

Petik Durian

Sebagai kawasan agowisata seluas sekitar 10 ha, disini terdapat puluhan pohon durian usia muda yang sengaja ditanam oleh pengelola. Bahkan ada beberapa pohon diantaranya termasuk pohon durian yang sudah ada sebelum dikembangkannya agrowisata ini.

Sungai Ayek Manna membela Agrowisata Tanjung Sakti, Lahat. Sungai ini bisa dijadikan tempat mandi keluarga. TEMPO/Parliza Hendrawan

Hamparan Sawah

Bila ingin melihat petani menggarap swah. Agrowisata ini juga tepat untuk dijadikan sebagai media pembelajaran. Hamparan sawah yang sudah ditanami padi terdapat di depan maupun di belakang restoran.

Mandi di Sungai

Sungai Ayek Manna mengalir deras diantara bebatuan besar di sepanjang sungai. Meskipun deras, sungai selebar sekitar 30 meter bisa dijadikan tempat mandi bagi anak-anak hingga orang dewasa. Airnya juga jernih sehingga bebatuan yang ada didasar bisa tampak dari permukaan.

Kata Pengelola

Agrowisata Tanjung Sakti hanya memungut biaya parkir kendaraan dengan besaran Rp 25 ribu untuk bus, mobil pribadi atau minibus Rp 10 ribu dan Rp 5.000 untuk parkir sepeda motor.

Handoko, staff pengelola Argrowisata Tanjung Sakti menjelaskan pengunjung dapat menikmati keindahan taman bunga, air terjun, pemandian kolam dan sungai, kebun durian, hiburan musik, hamparan sawah, camping groundcafe dan rumah makan serta beragam spot foto.

“Untuk bermalam di Camping Ground, pengunjung bisa koordinasi lebih awal minimal 2 hari sebelum kedatangan,” kata Handoko, Sabtu, 9 Desember 2023. Sedangkan untuk bermalam di penginapan, pengelola Agrowisata sudah menyiapkan homestay di berada di pinggir jalan lintas. “Kami siapkan sekitar 12 rumah warga yang kami jadikan sebagai homestay

Ingin Lagi

Salah satu pengunjung, Shinta bersama keluarga besarnya, sempat merasakan sensasi berwisata ke kawasan Agrowisata Tanjung Sakti, beberapa hari lalu. Ini kali keduanya Shinta mengajak sanak saudaranya berkunjung ke objek wisata alam ini.

Mandi di bawah air terjun sembari menikamti pemandangan kebun bunga diseberang sungai menjadi tujuan utamanya bila datang ke sini. “Biasanya tidak cukup sekali mandi di sini, ada rasa ingin datang lagi,” kata wisatawan asal Bengkulu ini.

sumber: tempo.co

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar