Lima Tempat Wisata Kekinian di Kuningan, Ada yang Lagi Trending, Harga Tiket Pun Murah Meriah

Long weekend tersisa dua hari lagi.

Anda yang sedang berada di Ciayumajakuning bisa menyambangi Kuningan.

Kabupaten Kuningan punya beberapa tempat asyik kekinian.

Beberapa di antaranya terletak di kaki Gunung Ciremai.

Karenanya objek wisata di Kuningan ini menyuguhkan pemandangan indah.

Suasana romantis juga sering terjadi ketika turun kabut di sore hari.

Selain indah, tempat wisata di Kuningan bisa dikunjungi bersama keluarga tanpa mengeluarkan banyak uang.

Tempat wisata di Kuningan menonjolkan sisi pemandangan yang indah dan kesejukan alam.�

Ini dia lima tempat wisata teranyar dan terfavorit di Kuningan yang cocok dikunjungi saat di libur long weekend kali ini :

Salah satu spot yang ada di DH Garden Kuningan. (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

Salah satu spot yang ada di DH Garden Kuningan. (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

1. DH Garden

Kuningan punya banyak tempat wisata yang menyajikan pemandangan indah.

Yang terbaru ada DH Garden, lokasi wisata alam lengkap dengan sajian kuliner ini berada di Desa Setiamegata, Kecamatan Cilimus, Kuningan.

Destinasi wisata ini kini menjadi buruan para pelancong hingga heboh di sejumlah aplikasi media sosial.

Kawasan wisata ini berada di ketinggian 1.100 Meter Dari Pemukaan Laut (MDPL) dan persis di kaki Gunung Ciremai yang memiliki ketinggian 3.078 MDPL.

Manajer DH Garden, Rudi saat ditemui, mengatakan, branding dari DH Garden itu memiliki runutan dari pemilik lokasi wisata ini.

Sedang, garden sendiri merupakan bahasa Inggris dengan arti kebun.

“Jadi, untuk DH Garden itu, DH adalah nama singkatan dari pemilik yang memiliki kebun di bawah kaki Gunung Ciremai ini,” kata Rudi, mengawali perbincangan dengan TribunCirebon.com, Senin (27/2/2023).

Rudi mengungkap, tata ruang alam terbuka di DH Garden, semata untuk memanjakan pengunjung saat menghabiskan waktu liburan atau sebatas menghilangkan penat dalam aktivitas sehari-hari.

“Karena, di DH Garden ini merupakan resto dan kafe yang lengkap dengan fasilitas lainnya. Seperti glamor camping, kolam renang, permainan anak, ruang gym, dan aula terbuka yang disewakan,” kata Rudi.

Selain fasilitas yang bisa dinikmati para pengunjung di lokasi, Rudi menyebut, sajian kuliner dan aneka minuman segar, mulai dari kopi robusta dan arabica, juga ada minum herbal yang cocok dengan suasana alam pegunungan.

“Untuk sajian kuliner, kami sediakan makanan khas daerah dan lengkap dengan sajian minuman daerah. Seperti kopi robusta dan arabica yang sekarang lagi digemari kaula muda,” ujarnya.

Rudi mengatakan pengunjung itu cukup bayar harga tiket masuk Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak saat mengunjungi DH Garden.

“HTM kami tentukan Rp 15 ribu untuk dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. Kemudian, ketika ingin lebih dari sekedar menikmati suasana, pengunjung bisa membeli sajian kuliner dan bisa menginap di glamping,” katanya.

Kawasan DH Garden memiliki keindahan pemandangan alam hutan sekitar.

Juga bisa melihat luasnya perairan pantai Utara di wilayah Cirebon timur.

“Untuk pemandangan, pengunjung bisa melihat luasnya perairan pantai utara di wilayah Cirebon timur dan pengunjung bisa melihat alam pegunungan juga. Ya, lokasi ini benar-benar bisa memulihkan keceriaan dan kesegaran, apalagi tempat ini berada di ketinggian 1.100 MDPL,” ujarnya.

Asyiknya suasana kawasan wisata kuliner Arunika Eatery yang sedang hits di Kuningan. Lokasi tempat wisata kuliner ini berada di kaki Gunung Ciremai. (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Asyiknya suasana kawasan wisata kuliner Arunika Eatery yang sedang hits di Kuningan. Lokasi tempat wisata kuliner ini berada di kaki Gunung Ciremai. (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

2. Arunika Eatery plus Satwa Land

Suasana yang asyik dan nyaman serta seru bakal Anda dapatkan di tempat wisata kuliner Arunika Eatery yang berlokasi di kaki Gunung Ciremai Kuningan.

Selain menunya kekinian serta menyediakan menu nusantara, juga tersedia Satwa Land dengan keragaman binatang yang unik dari luar negeri maupun dalam negeri.

Arunika Eatery merupakan tempat wisata kuliner yang lagi hits di Kuningan dan yang pastinya rekomended untuk dikunjungi.

Nama destinnasi wisata kuliner yang belum genap setahun beroperasi ini adalah Arunika Eatery yang berlokasi di kaki Gunung Ciremai.

Kendati demikian, tempat wisata kuliner yang tergolong baru ini tidak pernah sepi dari incaran pengunjung untuk menikmati sajian kuliner Nusantara dan Western.

“Untuk sajian kuliner kami sediakan itu makanan Nusantara dan Western atau makanan luar negeri,” kata Bangkit, pengelola Arunika Eatery saat berbincang langsung dengan TribunCirebon.com, Senin (30/1/2023).

Menyinggug soal fasilitas di Arunika Eatery, Bangkit mengungkapkan, kawasan wisata kuliner berada di ketinggian 1.100 meter dari permukaan air laut (MDPL), memang memberikan kepuasan dari segi makanan dan wisata alam pegunungan.

“Sebenarnya untuk sajian makanan dan minuman, kita memiliki menu khas daerah dan luar negeri. Jujur, beberapa pengakuan konsumen atau pengunjung saat berada di sini, lebih nyaman dan bisa menikmati keindahan alam sekitar,” katanya.

Kenyamanan yang dirasakan pengunjung, kata Bangkit mengungkap, saat pengunjung menikmati sajian kuliner itu tidak pernah bosen dengan suasana alam.

“Seperti beberapa hari terakhir, semua pengunjung saat makan atau berkuliner ini terlihat nyaman dan melakukan kegiatannya ditemani kabut ciremai.

Artinya, cuaca mendukung yang diselimuti kabut ini selalu menjadi teman pengunjung saat berada di Arunika Eatery,” katanya.

Tidak hanya itu, kata Bangkit, suasana tidak bosan itu bisa dirasakan langsung dengan kondisi cuaca.

“Ya, tadi soal kabut Ciremai bisa menemani semua pengunjung saat berkuliner. Nah, kalau cuaca cerah juga tidak menutup kemungkinan, suasana alam bisa menjadi background untuk pengambilan momen bagi konten kreator,” katanya.

Terlepas dengan kenikmatan kuliner dan keindahan alam di Arunika Eatery, Bangkit mengatakan, manajemen melangsungkan kegiatan usaha mulai beroperasi itu rata – rata pukul 10.00 WIB pagi hingga pukul 21. 00 WIB malam.

“Ya, untuk waktu beroperasi di Arunika Eatery. Senin hingga Kamis itu mulai jam 10 pagi hingga jam 9 malam. Kemudian, untuk di Hari Jumat itu berlangsung mulai jam 1 siang hingga jam 9 malam dan untuk Sabtu – Minggu itu mulai dari jam 8 pagi hingga jam 9 malam,” katanya.

Satwa Land

Hadirnya aneka satwa nusantara dan luar negeri, seperti iguana Amerika, kadal Argentina dan sejumlah kelinci dari negara di Eropa, menjadikan tempat wisata kuliner Arunika Eatery makin seru.

Keberadaan satwa-satwa unik itu otomatis menjadi media edukasi bagi pengunjung destinasi wisata yang berada di kawasan alam kaki Gunung Ciremai, Kuningan tersebut.

Lokasi keberadaan satwa unik yang ada di destinasi wisata kuliner Arunika Eatery itu diberi nama oleh manajemen dengan sebutan Satwa Land.

“Betul, untuk tempat hewan atau mini zoo ini, dikenal dengan sebutan Satwa Land. Binatang ini, kami datangkan dari beberapa daerah di Indonesia juga dari luar negeri,” kata Bangkit sang marketing Arunika Eatery yang diamini Yulia selaku petugas pemelihara dan perawat hewan saat berbincang dengan TribunCirebon.com, Senin (30/1/2023).

Satwa luar yang ada di Satwa Land, kata Bangkit menyebut, ada kadal Argentina, Iguana Amerika dan sejumlah jenis kelinci dari negara di Eropa. Sedang, untuk satwa asli Indonesia itu meliputi Rusa Timor dari Papua, Gagak Sumatera.

“Ya, untuk hewan yang kami hadirkan di alam Satwa Land. Ada beberapa hewan yang dari luar negeri dan asli Indonesia. Seperti Iguana dari Amerika, Kadal Argetina yang dikenal sebagai hewan omnivora. Kemudian, untuk hewan lokal itu ada Rusa Timor dari Papua dan beberapa jenis hewan yang masuk dalam kategori unggas, serta ada kolam terapi ikan,” katanya.

Sarana Satwa Land yang memiliki petugas khusus dalam memberikan perawatan dan pengawas langsung pada hewan tersebut. Tidak menutup bahwa itu sebagai media pendidikan alam bagi pengunjung saat berada di Arunika Eatery.

“Betul, kita hadir Satwa Land ini sebagai sarana pendidikan alam. Terutama para pengunjung hadir bawa keluarga dan anak. Jadi, di samping bisa menikmati sajian kuliner juga bisa belajar tentang mengenal hewan – hewan seperti ini,” katanya.

Menyinggung soal bisa masuk dan belajar lebih dekat dengan hewan tersebut, Yulia menyebut bagi pengunjung itu harus mengeluarkan biaya Rp 10 ribu untuk pembelian pakan.

“Cara pengunjung bisa lebih dekat dan mengenali hewan-hewan di Satwa Land. Cukup beli pakan Rp 10 ribu, itu bisa masuk dan memberikan pakan langsung. Nah, disitu pengunjung dan hewan bisa berinteraksi sekaligus sebagai pembelajaran untuk mengenal hewan saat di dekatinya,” katanya.

Selain itu, Yulia menyebut, hewan yang tersedia di Satwa Land ini bisa diajak untuk pengambilan foto.

“Jadi, bagi pengunjung saat di Satwa Land. Mereka bisa berfoto-foto dengan hewan yang dianggap menyenangkan. Bisa foto bareng kadal Argetina, Iguana Amerika dan banyak hewan lainnya juga,” katanya.

Side Land (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Side Land (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)© Disediakan oleh Tribun Cirebon

3. Side Land

Objek wisata Side Land berada di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan. Tempat wisata ini dilengkapi dengan wahana permainan anak dan kolam renang beragam ukuran.

Tidak hanya itu, kolam renang yang menampung air jernih dari mata air Talaga Biru Cicerem, punya wahana porosotan terpanjang di Kuningan.

Hal itu dikatakan Dirut BUMDes Aria Kamuning, Iim Ibrahim saat ditemui di Side Land, Rabu (14/12/2022).

Menurut Iim Ibrahim, objek wisata Side Land ini tidak jauh dari Talaga Biru Cicerem. Kemudian konsep yang disajikan bagi pengunjung, dengan menyajikan beragam fasilitas untuk kenyamanan pengunjung di siang hari atau malam hari.

“Konsep wisata Side Land, kami sediakan fasilitas – fasilitas terbuka. Seperti ada kolam renang, teman bunga, glamping dan arena permainan lainnya,” katanya.

Meski dalam masa pengembangan dalam tata kelola lingkungan objek wisata tersebut terpantau sejumlah pengunjung mulai berdatangan dan terlihat semringah saat menikmati suasana alam sekitar.

“Betul, kami sebenarnya masih dalam pengembangan pembangunan. Namun untuk pelancong dari berbagai daerah sudah banyak berdatangan hingga ada yang melakukan kemping,” katanya.

Pembangun objek wisata Side land, kata Iim bahwa penamaan itu memiliki histori yang kuat.

Hal itu menyusul dengan cerita – cerita orang sepuh yang masih ada.

“Ya, berdasarkan cerita dan pengalaman saya waktu kecil. Nama sideland ini, merupakan tempat orang terdahulu membuat terasi atau delan yang dikenal sebutan warga kami. Dari nama situ, kita tulisnya dengan istilah bahasa Inggris jadi Side Land dengan arti kata dalam kamus bahasa Inggris, yang artinya itu tanah berada di pojok atau pinggiran,” kata Iim lagi.

Mengenai fasilitas di Side Land, Iim menyebut untuk kawasan wisata memang didominasi fasilitas wisata air.

“Fasilitas wisata perairan sebagai daya tarik. Kita memiliki kolam perosotan terpanjang di Kuningan, dengan jarak sekitar 40 meter,” katanya.

Bagi pengunjung yang ingin menikamati olam perosotan, Iim menyebut pengelola menyiapkan media ban karet sebagai sarana untuk bermain air.

“Jadi, untuk pengunjung yang mau main perosotan. Kita sediakan ban karet sebagai media sekaligus sarana saat main air,” kata Iim lagi.

Pengembangan objek wisata Side Land, kata Iim mengklaim bahwa proyek pembangunan ini murni dari hasil keuntungan BUMDes.

“Ya keuntungan BUMDes itu banyak sumber pendapatan. Misal dari objek wisata Talaga Biru Cicerem, jasa pemasangan jaringan internet dan tagihan-tagihan listrik atau usaha kredit lainnya,” ujarnya.

Mengenai sarana di Side Land, pihaknya mengatakan, tidak hanya beberapa kolam renang saja yang tersedia.

Melainkan ada bangunan vila dan taman serta jembatan Side Land untuk lokasi swadaya foto.

“Untuk fasilitas di wisata Side Land, itu ada kolam renang dengan beragam ukuran. Mulai dari anak – anak hingga buat orang dewasa dan kolam terapi ikan. Kemudian ada beberapa lokasi spot foto atau tempat untuk para konten kreator. Tidak lupa, kami menyediakan gazebo dan vila yang berdampingan dengan galeri,” katanya.

Menyinggung keindahan tempat hingga mampu mendatang pengunjung, Iim mengklaim bahwa lokasi wisata Side Land ini memiliki panorama alam yang masih asri.

Di malam hari ada suasana romantis yang tercipta ketika melihat city light Cirebon dan Brebes.

“Panorama alam masih asri, begini. Jika pagi hari, pengunjung itu bisa menikmati pemandangan Gunung Ciremai dan malam harinya itu bisa melihat pemandangan benderangannya Kota Cirebon dan Brebes,” ujar Iim seraya menambahkan bahwa untuk HTM (harga tiket masuk) itu sebesar Rp 20 ribu per orang.

Taman Kukupu Panenjoan jadi destinasi wisata baru yang tak jauh dari Waduk Darma, Kuningan. (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Taman Kukupu Panenjoan jadi destinasi wisata baru yang tak jauh dari Waduk Darma, Kuningan.

4. Taman Kukupu

Taman Kukupu Panenjoan belum genap setahun ini menjadi tambahan destinasi wisata baru yang tak jauh dari Waduk Darma.

Lokasinya, persis di Desa Kawahmamuk, Kecamatan Darma, atau sekitar 15 menit jarak tempuh dari wisata perairan Waduk Darma.

Kabar tentang wisata alam baru ini dikatakan Asep sekaligus Direktur Utama BUMDes Sejahtera yang kebetulan sebagai pengelola Wisata Alam Teman Kukupu Panenjoan, Sabtu (18/3/2023).

Asep mengatakan, Taman Kukupu Panenjoan ini merupakan aset pribadi warga setempat, yang dipercayakan pengelolaannya terhadap BUMDes (Bahan Usaha Milik Desa) dengan sebelumnya dilakukan pengelolaan oleh Karang Taruna desa setempat.

“Ya, merunut dari pengembangan hingga saat sekarang beroperasi, kemudian wisata alam Taman Kukupu Panenjoan ini pernah dikelola milik Pak Deden (pengusaha di desa setempat).

Diketahui sebelumnya, bahwa ini pernah diserahkan pengelolaannya ke Karang Taruna dan sekarang diserahkan lagi ke BUMDes Sejahtera,” kata Asep.

Terlepas dengan urusan kerjasama, Asep mengapreasiasi terhadap tokoh pengusaha di desa, yang telah memberikan kepercayaan dalam pengelolaan wisata alam.

“Pertama kami berterima kasih kepada owner Taman Kukupu Panenjoan yang telah memberikan kepercayaan dalam pengelolaan usaha wisata ini.

Tentu dalam perjalan kurang dari setahun, manfaat kebaikan itu banyak dirasakan warga yang terlibat dalam pengelolaan atau yang kerja di sini,” katanya.

Kemudian, kata Asep mengemuka soal Taman Kukupu Panenjoan ini branding terusan dari pemilik saat membuat dan melakukan penataan di ruang terbuka hingga menjadi tempat wisata demikian.

“Kalau nama Taman Kukupu Panenjoan itu hasil pemilik yang memberi nama wisata alam di sini. Meski sebetulnya, di kawasan terbuka ini tidak ada lokasi untuk penangkaran kupu – kupu,” ujarnya.

Alasan belum membuat tempat penangkaran kupu-kupu, Asep mengemuka hingga kini masih menjadi pertimbangan dan kajian khusus antara pemelik dan pengelolaan.

Sebab, kupu-kupu yang termasuk jenis serangga ini adalah ulat yang melakukan metamorfosis hingga menjadi bentuk kupu-kupu yang banyak disenangi orang.

“Jadi begini, kenapa manajemen tidak membuat penangkaran kupu-kupu. Nah, soal ini jelas ada pertimbangannya juga. Seperti kita ketahui, sebelum kupu-kupu itu adalah ulat yang melakukan metamorfosis hingga menjadi kupu-kupu yang sempurna.

Nah, ketika bicara ulat. Ini jelas bisa merupakan hama bagi tanaman sekitar, kemudian pertimbangan lain itu bagi pengunjung juga sih,” katanya.

Selain itu, Asep menuturkan, kawasan wisata alam Taman Kukupu Panenjoan ini memiliki jam khusus untuk menghibur pengunjung dengan menggelar musim langsung, selama dua hari dalam seminggu.

“Untuk fasilitas live musik, kita sediakan dua hari, setiap hari Sabtu dan Minggu. Kemudian, mereka yang bermain musik itu dari komunitas seniman di Kuningan. Jadi kita berkolaborasi untuk mengembangkan lokasi wisata seperti ini,” katanya.

Mengenai fasilitas tersedia, Asep mengemuka, fasilitas umum tersedia untuk pengunjung itu diantaranya, gazebo, lokasi selfie, aula untuk kegiatan yang melibatkan banyak pengunjung.

Selain itu, lokasi Taman Kukupu Panenjoan ini sering menjadi tempat untuk foto prewedding atau pembuatan konten kreator dari penggiat sosial media.

“Soal apa saja tersedia di Taman Kukupu Panenjoan. Itu seperti pada wisata umumnya, namun Patung atau lukisan Kukupu di sini sangat mendominasi hingga bisa menjadi latar untuk foto Selfi atau kebutuhan konten kreator lainnya,” katanya.

Untuk pengunjung hendak menikmati suasana wisata alam di dataran tinggi di Kecamatan Darma, Asep mengklaim bahwa manajemen mewajibkan pengunjung untuk beli tiket masuk yang tersedia.

“Harga tiket masuk untuk pengunjung, tidak pukul rata dengan nominal tertentu. Melainkan, untuk pengunjung dewasa itu harus bayar Rp 10 ribu, anak-anak Rp 5 ribu. Kemudian, karcis parkir mobil dan motor plat sekitar roda empat Rp 5 ribu dan motor 3 ribu,” katanya.

Fasilitas lain sebagai pelengkap tadi, manajemen juga menyediakan lokasi glamor kemping Ground serta sajian kuliner membuat pengunjung betah dalam menikmati suasana di wisata alam Taman Kukupu Panenjoan.

5. Botanika Eatery

Botanika Eatery kini menjadi tambahan tempat wisata kuliner di kaki Gunung Ciremai, yang masuk geografis Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kuningan.

Belum genap dua bulan beroperasi sebagai wisata kuliner, Botanika Eatery tidak pernah sepi dari pengunjung. Hal itu menyusul dengan lokasi strategis dan memiliki panorama alam disertai udara sejuk pegunungan.

“Selain dengan keindahan alam dan sajian kuliner, konsep memanjakan wisata kuliner ini kami buat bangunan miring,” ungkap Rakhman yang juga penanggungjawab Botanika Eatery, Kamis (1/6/2023).

Rakhman menyebut, konsep bangun miring itu jelas memiliki nilai tersendiri. Kemudian, terdapat dua bangun itu semua sebagai bentuk pelayanan dalam memanjakan pengunjung.

“Untuk bangunan miring, itu identik dengan non formal dan selalu dinamis. Kemudian untuk dua bangunan itu, satu buat pengunjung menjalankan ibadah solat. Terus satunya buat pengunjung yang ingin merasakan kenyamanan di bangunan miring tersebut,” ujarnya.

Mengenai aneka kuliner yang di jajakan, Rakhman menyebut, untuk makanan itu ada kuliner khas dan western. Selain itu, untuk sajian minuman yang di jajakan, ada kopi hasil bumi daerah setempat.

“Ya, untuk makanan yang kita jajakan itu ada makanan khas dan makanan western. Kemudian, untuk minuman itu ada kopi susu dan kopinya itu asli dari hasil panen. Karena, selain pengembangan usaha di sektor kuliner. Kami juga melakukan pengembangan usaha di sektor pertanian, salah satunya menanam kopi lokal,” ujarnya.

Sekedar informasi, Botanika Eatery ini terletak di kawasan wisata alam Talaga Surian. Kemudian, akses ke lokasi sangat mudah di jangkau dan bisa mengandalkan jasa angkutan online maupun sebaliknya.

Author: Bang Ido

I like travel

Tinggalkan komentar