Mencicipi Seafood Pinggir Jalan di Batam: Ikan Bakar Bumbu Tradisional Jadi Menu Favorit

Kota Batam terkenal dengan kuliner makanan seafood. Hampir di setiap sudut kota ini terdapat restoran makanan seafood, mulai di perkotaan hingga restoran yang berada di pesisir pulau.

Salah satu seafood yang berada di perkotaan yaitu warung seafood di kawasan Pasar Utama, Lubuk Baja, Kota Batam. Tempat makan seafood ini berada tepat di tepi Jalan Duyung Lubuk Baja, Kota Batam. Pedagang menjajakan masakan seafood di bawah tenda. Sensasi makan di warung seafood ini bisa menjadi pilihan selain harus masuk ke restoran seafood mewah.

Seafood dengan Bumbu Tradisional

Warung-warung seafood pinggir jalan ini sudah menjadi langganan wisatawan di Batam. Jika kita melintas di sepanjang jalan tersebut, jelas tampak di sisi kiri jalan warung seafood dengan menampilkan proses pembakaran ikan. “Silakan bang, dipilih ikannya,” ujar salah satu karyawan warung menawarkan para pejalan yang melintas.

Saat melintas di jalan, kita akan menyaksikan kepulan asap dari warung-warung tersebut. Aroma bumbu ikan bakar menyengat ke rongga hidung. Tidak jarang warga yang melintas langsung memarkirkan kendaraan mereka dan menyantap makanan di warung-warung itu.

Ditambah lagi, pemilik warung menampilkan langsung jenis-jenis ikan yang menjadi pilihan. Beberapa ikan itu disusun rapi di atas meja bak di pasar ikan. Beberapa ikan yang sudah terbakar juga di gantung. Ikan-ikan itu seolah melambai meminta perjalan untuk singggah, apalagi bumbu yang menempel di daging ikan lebar-lebar itu mengisyaratkan rasanya tidak ada lawan.

Ikan bakar menjadi menu utama warung seafood pinggir jalan ini. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

“Menu favorit kita memang ikan bakar, dari dulu warung kita menu utama adalah ikan bakar, semua ikan bakar di sini segar,” kata Firdaus, pemilik warung Ikan Bakar dan Seafood Pak Bozz, Rabu, 17 Mei 2023.

Firdaus mengatakan, warung seafood di warungnya berbeda dengan yang lainnya. Apalagi terdapat ikan bakar. Ikan bakar dibakar secara tradisional, menggunakan arang kayu. “Kita tidak pakai gas, memang semua ikan, dibakar dengan arang kayu, baunya lebih harum,” kata Firdaus.

Rasanya berbeda ketika proses pembakaran menggunakan arang kayu, dibandingkan dengan gas. “Kita gunakan masakan tradisional lah, semua bumbu, bumbu kampung,” katanya. Terlihat tidak hanya makan di lokasi, beberapa pengunjung juga memilih membungkus ikan bakar tersebut.

Berbagai Jenis Ikan Disajikan di Warung Seafood Pinggir Jalan

Ikan yang akan dibakar di warung seafood kawasan ini dipilih langsung oleh pengunjung. Pengunjung juga bisa memeriksa tingkat kesegaran ikan.

Firdaus memastikan semua ikan yang dijualnya segar. Ikan langsung diambil dari nelayan sekitaran lokasi yang bekerja mencari ikan di pesisir Batam.

Beberapa jenis ikan yang disediakan Firdaus memiliki harga yang bervariasi. Seperti ikan sagai satu ekor dibandrol Rp150 ribu, kakap putih Rp85-95 ribu satu ekor, ikan bawal emas Rp150 ribu per ekor. “Selain itu ada juga ikan bulat, bawal hitam dan lainnya,” kata Firdaus.

Beberapa pengunjung warung ikan bakar dan seafood pak bos sedang menyantap makanan. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

Tidak hanya ada menu berbagai ikan bakar, di warung ini tentu terdapat menu makanan seafood lainnya. Seperti sotong, udang, kepiting, kerang dan lainnya. Begitu juga ada berbagai sayur-sayuran. “Kita buka pukul 5 sore, sampai jam 12 malam,” kata Firdaus.

Menyantap ikan bakar dengan bumbu tradisional dicampur dengan makanan laut seafood lainnya menambah pengalaman ketika pengunjung berlibur ke Batam. “Ini sangat enak, saya sudah dua kali ke lokasi yang sama untuk makan ini,” ujar Nivell salah satu pengunjung yang sedang berlibur di Batam.

Dikunjungi Wisman Singapura dan Malaysia

Tidak hanya menjadi lokasi santap makan warga Batam dan wisatawan lokal. Seafood pinggir jalan ini juga dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura dan Malaysia. “Wisatawan dari luar kota lain juga banyak yang datang ke sini, dari Jakarta, Palembang,” kata Firdaus.

Warung pinggir jalan di kawasan ini ramai didatangi pengunjung pada akhir pekan. “Sampai sekarang, menu favorit ikan sagai dan kakap merah,” kata Firdaus.

Salah seorang pengunjugn Wisnu Prasetyo mengatakan, rasa ikan bakar di warung seafood Pak Bos memang berbeda dengan yang ada di Jarkarta. Rasa bumbunya terasa di lidah. “Mungkin karena dibakar pakai kayu itu,” kata Wisnu.

Pengunjung yang ingin menikmati seafood di warung pinggir jalan ini bisa langsung datang ke lokasi. Meskipun tidak dipesan terlebih dahulu, makanan yang dipesan juga cepat di sajikan. Jangan khawatir di sekitar warung juga terdapat ATM Center.

Selain itu, jangan lupa siapkan duit recehan. Karena lokasi ini juga banyak dikunjungi pengamen ataupun pengemis. Pasalnya, kawasan ini memang pusat perbelanjaan Kota Batam.

sumber: tempo.co

Author: Bang Ido

I like travel

Tinggalkan komentar