Mengenal Tanaman Obat Sambiloto, Khasiat dan Efek Sampingnya

Indonesia merupakan daerah tropis dengan kelembapan udara yang tinggi, sehingga memungkinkan tumbuhnya berbagai macam tanaman obat. Salah satu flora yang masih asing di dengar tetapi memiliki segudang manfaat yaitu tanaman sambiloto.

Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan tanaman yang di gunakan sebagai obat tradisional yang berasal dari asia tropika dan dapat tumbuh pada dataran rendah maupun dataran tinggi dari permukaan laut.

Khasiat sambiloto dalam menyembuhkan berbagai penyakit sangat berguna bagi masyarakat. Berdasarkan dari laman Sehatq, literatur kesehatan, daun sambiloto sudah digunakan sebagai obat sejak 1919. Senyawa aktif yang ada pada sambiloto yaitu andrographolid membuat sambiloto menjadi salah satu bahan obat-obatan.

Bagian tanaman sambiloto dipergunakan untuk pengobatan akibat gigitan ular atau serangga, demam, disentri, rematik, tuberculosis, infeksi pencernaan, dan dimanfaatkan juga sebagai anti radang, anti inflamasi, anti piretik, anti mikroba atau anti bakteri, anti sesak napas dan untuk memperbaiki fungsi hati.

Hal ini juga di sebabkan karna kandungan yang ada pada sambiloto yaitu andrographolide, Saponin, flavonoid, alkaloid dan Tanin, lakyom, paniculin, kalmegin, dan hablur kuning. Kadungan-kandungan inilah yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia.

Di Indonesia, sambiloto digunakan untuk anti radang, antipiretik atau meredakan demam sekaligus untuk penawar racun. Berbeda dengan indonesia, di india masyarakat disana hanya menggunakan akar dan daun untuk menyembuhkan sakit karena gigitan ular dan serangga.

Sedangkan di Cina tanaman sambiloto digunakan untuk antiinflamasi, antipiretik, obat influensa, disentri, infeksi saluran kencing, radang paru-paru, dan juga diabetes.

Seperti biasanya ada banyak manfaat bukan berarti tidak memiliki efek samping. Efek samping nya akan muncul jika penggunaan sambiloto tidak sesuai.

Tanaman obat sambiloto ini, punya efek samping yang akan muncul biasanya kehilangan nafsu makan, diare, muntah, sakit kepala, munculnya bercak-bercak merah pada tubuh, hidung berair, dan terakhir kelelahan. Tapi itu hanya efek samping ringan, berbeda dengan efek samping dengan penggunaan dosis nya tinggi. Bisa saja akan menimbulkan kebengkakam pada kelenjar getah bening, reaksi alergi serius dan adanya peningkatan enzim hati.

Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees) merupakan tanaman yang di gunakan sebagai obat tradisional yang berasal dari asia tropika dan dapat tumbuh pada dataran rendah maupun dataran tinggi dari permukaan laut.

Khasiat sambiloto dalam menyembuhkan berbagai penyakit sangat berguna bagi masyarakat. Berdasarkan dari laman Sehatq, literatur kesehatan, daun sambiloto sudah digunakan sebagai obat sejak 1919. Senyawa aktif yang ada pada sambiloto yaitu andrographolid membuat sambiloto menjadi salah satu bahan obat-obatan.

Bagian tanaman sambiloto dipergunakan untuk pengobatan akibat gigitan ular atau serangga, demam, disentri, rematik, tuberculosis, infeksi pencernaan, dan dimanfaatkan juga sebagai anti radang, anti inflamasi, anti piretik, anti mikroba atau anti bakteri, anti sesak napas dan untuk memperbaiki fungsi hati.

Baca: 

Hal ini juga di sebabkan karna kandungan yang ada pada sambiloto yaitu andrographolide, Saponin, flavonoid, alkaloid dan Tanin, lakyom, paniculin, kalmegin, dan hablur kuning. Kadungan-kandungan inilah yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia.

Di Indonesia, sambiloto digunakan untuk anti radang, antipiretik atau meredakan demam sekaligus untuk penawar racun. Berbeda dengan indonesia, di india masyarakat disana hanya menggunakan akar dan daun untuk menyembuhkan sakit karena gigitan ular dan serangga.

Sedangkan di Cina tanaman sambiloto digunakan untuk antiinflamasi, antipiretik, obat influensa, disentri, infeksi saluran kencing, radang paru-paru, dan juga diabetes.

Seperti biasanya ada banyak manfaat bukan berarti tidak memiliki efek samping. Efek samping nya akan muncul jika penggunaan sambiloto tidak sesuai.

Tanaman obat sambiloto ini, punya efek samping yang akan muncul biasanya kehilangan nafsu makan, diare, muntah, sakit kepala, munculnya bercak-bercak merah pada tubuh, hidung berair, dan terakhir kelelahan. Tapi itu hanya efek samping ringan, berbeda dengan efek samping dengan penggunaan dosis nya tinggi. Bisa saja akan menimbulkan kebengkakam pada kelenjar getah bening, reaksi alergi serius dan adanya peningkatan enzim hati.

sumber: tempo.co

Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply