Menikmati Indahnya Gunung Lanang di Banjarnegara yang Punya Cerita Legenda Menarik

Bagi Anda yang ingin mernjernihkan pikiran di kawasan alam atau gunung, terdapat salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi.

Wisata Gunung Lanang merupakan salah satu tempat wisata alam yang ada di Banjarnegara.

Gunung Lanang terletak di Desa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.

Gunung Lanang memiliki ketinggian 1.102 meter di atas permukaan laut (mdpl), namun pengunjung sudah bisa menikmati pemandangan indah di ketinggian 600 mdpl.

Pengunjung sudah bisa menikmati pemandangan indah Gunung Lanang di ketinggian 600 mdpl. (GOOGLE REVIEW (ragil arifin))

Pengunjung sudah bisa menikmati pemandangan indah Gunung Lanang di ketinggian 600 mdpl. (GOOGLE REVIEW (ragil arifin))© Disediakan oleh TribunBanyumas.com

Dengan adanya gardu pandang yang dibangun oleh pengelola, pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Lanang yang indah.

Meskipun termasuk objek wisata baru, di area Gunung Lanang terdapat area parkir yang luas.

Gunung Lanang memiliki keindahan alam yang mempesona, cocok bagi Anda yang ingin menjernihkan pirkiran dari pekerjaan sehari-hari atau jenuh dengan kehidupan perkotaan.

Selain terkenal dengan keindahan alamnya, Gunung Lanang memiliki sebuah legenda yang secara turun-temurun dipercayai oleh warga sekitar.

Warga desa di sekitar gunung percaya bahwa Gunung Lanang dulunya adalah seorang pemuda yang dikutuk oleh orang tuanya karena bersikeras mempertahankan cintanya yang tidak direstui oleh keluarganya, dan masyarakat juga percaya bahwa Gunung Tamponmas (Gunung Wadon) adalah pasangannya.

Jika dilihat dari bentuknya, kedua gunung tersebut sekilas mirip seperti Lingga dan Yoni, yang merupakan prasasti kuno berbentuk kelamin pria dan wanita.

Sementara jika artian bahasa Indonesia, Gunung Lanang berarti gunung laki-laki, dan Gunung Wadon artinya gunung perempuan.

Kemungkinan legenda ini masih ada kaitanya dengan sejarah masyarakat jaman dahulu, namun untuk asal mula penamaan gunung ini belum diketahui secara akurat.

Wisata alam yang baru di buka, track pendakian lumayan menatang, namun saat tiba pemandagannya Indah, apalagi pas waktu panorama matahari tenggelam atau sunset nya indah banget. Walau Masih perlu pembenahan tapi tetap top banget, ungkap Eko Sulis, salah satu pengunjung Gunung Lanang.

Kawasan Gunung Lanang mempunyai kondisi jalan yang baik, warung makan, kafe, camping area dan spot foto yang instagramable. (GOOGLE REVIEW (eko sulis))

Kawasan Gunung Lanang mempunyai kondisi jalan yang baik, warung makan, kafe, camping area dan spot foto yang instagramable. (GOOGLE REVIEW (eko sulis))© Disediakan oleh TribunBanyumas.com

Seorang pengunjung yang bernama Faiq Fawazzi menyebutkan dari rutenya, Gunung Lanang ini bisa ditempuh dengan waktu yang relatif cepat dari jalan raya pucang. Namun motor tidak bisa sampai puncak, harus berhenti dan parkir di lahan terbuka di bawah.

“Di Gunung Lanang, ada dua spot yang bisa didatangi. Yang pertama adalah spot yang ramah bagi pengunjung karena untuk bisa sampai kesini, tidak memerlukan usaha yang lebih, dan spotnya terkesan lebih estetis. Yang kedua, adalah spot puncak dari Gunung Lanang itu sendiri. Spot ini hanya untuk yang bernyali saja, karena untuk sampai ke atas, harus naik tangga yang tingkat kemiringannya cukup ekstrim dan agak sedikit rawan,” ujar Faiq.

Faiq menambahkan bahwa kesulitan saat pendakian terbayarkan saat sampai di puncak.

Oleh karena itu Faiq mengingatkan agar para pengunjung berhati-hati karena alat-alat keamanan di gunung ini yang kebanyakan sudah uzur, seperti tali tambang yang sudah keropos dan gampang putus, jadi untuk naik ke atas agak susah karena harus bertumpu ke batu-batu untuk pegangannya.

Pengunjung dari Kabupaten Batang yang mengaku bernama Zhogan menyebut jangan ngaku punya nyali kalau belum naik sampai puncak, tempatnya masih alami.

“Dari tiga puluh tahun lalu sampai sekarang tempatnya masih asyik, masih menantang, bedanya sekarang ada tangga dan tambang untuk naik, kalau dulu hanya tersedia akar untuk naik, sekarang sudah mulai dikelola, dengan adanya tangga memanjakan yang takut lewat akar-akar pohon, untuk saat ini kalau mau ke TKP jangan bawa sedan, kalau bukan MPV, lebih baik motor. Kalau terlanjur bawa sedan bisa parkir di Tampomas, selanjutnya sewa jip untuk ngetrip ke Gunung Lanang sekaligus Wadas Tumpang,” kata Zhogan

Bagi Anda yang ingin mengunjungi tempat wisata ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun, biaya hanya untuk parkir kendaraan saja.

Lokasi ini bisa ditempuh dalam waktu 45 menit dari pusat Kota Wonosobo.

Namun untuk menuju ke puncak Gunung Lanang, pastikan kondisi fisik prima, karena jalan menuju puncak membutuhkan tenaga yang ekstra. Saat hujan tiba, tidak disarankan untuk ke mendaki, karena bisa mengakibatkan hal yang berbahaya, seperti tersambar petir.

sumber: tribunbanyumas.com

Author: Gabs Art

Tinggalkan komentar