Menikmati Liburan Ala Eropa di Yogyakarta, Dari Air Terjun Swiss Sampai Taman Tulip Belanda

Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta untuk menikmati libur panjang long weekend bisa menjajal sejumlah spot destinasi baru di Yogyakarta. Kota itu tentu saja tak hanya memiliki Malioboro di perkotaan, pantai-pantai di pesisir selatan atau gunung di sisi utara.

Di sisi barat Yogyakarta misalnya, ada spot destinasi wisata baru yang kini kian ramai kunjungan dengan menawarkan zona foto bernuansa pedesaan ala Eropa. Lokasi itu bernama La Li Sa Farmer’s Village, yang persisnya berada Jalan Yogyakarta – Wates kilometer 14, Argosari, Sedayu, Kabupaten Bantul.

“Masa liburan akhir pekan seperti ini pengunjung naik drastis tiga kali lipat dibanding kunjungan hariannya yang berkisar 300-400 orang,” kata Hendra Kurniawan, pengelola dan pendiri La Li Sa Farmer’s Village, Jumat, 2 Juni 2023.

Pada momen libur akhir pekan ini, menurut Hendra, pihaknya juga telah menambah wahana spot foto untuk wisatawan di kawasan seluas dua hektare itu. Spot itu berupa area Switzerland Waterfall atau air terjun ala Swiss dan Tulip Garden yang mengadopsi suasana pedesaan Belanda.

“Taman bunga tulipnya memang bukan bunga asli karena belum bisa ditanam di Indonesia, hanya saja bentuknya kami buat sangat mirip aslinya,” kata Hendra.

Wisatawan menyambangi kawasan La Li Sa Farmer’s Village yang berada di Argosari, Sedayu, Kabupaten Bantul Yogyakarta pada masa libur cuti bersama Jumat, 2 Juni 2023. Tempo/Pribadi Wicaksono

Hendra mengatakan spot-spot foto di kawasan itu menyesuaikan jargon yang diusung, yakni Jogja Rasa Eropa. “Jadi semua spot yang tersedia memang rujukannya destinasi ala Eropa,” kata dia.

Misalnya saja di area Switzerland Waterfall, di depannya dilengkapi danau buatan dan perahu tradisional. Danau dan air terjun itu menghadap pemandangan sawah yang luas dengan latar menara kincir angin.

Ada 10 lebih spot foto gratis di area ini dengan nuansa ala Eropa. Seperti windmill atau kincir air khas Belanda, the little house, barn atau lumbung padi bergaya Eropa, Italian fountaingypsy wagon atau kereta ala Eropa hingga pink truck.

Untuk santapan, selain menyediakan aneka masakan nusantara, ada spot es krim atau gelato ala Italia.

Tak kalah unik, untuk mengelilingi kawasan yang berbatasan dengan area sawah pedesaan itu, pengunjung bisa berkeliling dengan mobil VW Safari dari komunitas warga desa setempat. “Dengan berkeliling memakai mobil itu, pengunjung bisa melihat lebih dekat dan berbelanja produk produk UMKM warga desa di sini secara langsung,” kata Hendra.

Menurut Hendra, dari total sekitar lima hektare kawasan itu, baru dua hektare yang dimanfaatkan. “Kami bertahap masih akan terus melengkapi dengan spot spot baru, paling tidak tiap bulan bisa bertambah satu sampai dua spot agar kunjungan wisatawan terjaga,” ujarnya.

Untuk dapat menjajal spot foto di area ini pun biayanya cukup terjangkau. Pengunjung hanya perlu membayar Rp 25 ribu untuk masuk dan sudah mendapatkan minuman serta gratis menikmati semua spot foto yang ada.

Author: Bang Ido

I like travel

Tinggalkan komentar