Pulau Kecil di Mentawai Ini Dilirik Bule yang Hobi Surfing, Saingi Bali

Ketika Bali sudah dianggap terlalu ramai, banyak bule yang mencari tempat alternatif buat surfing. The Washington Post melaporkan, ada satu pulau kecil di Indonesia yang pernah menjadi tempat pertemuan para peselancar lokal, dan akhirnya menjadi populer di kalangan peselancar.

Pulau Sipora atau Sipura, sebuah pulau seluas 601 kilometer persegi menjadi pusat perhatian para pelancong. Banyak peminat surfing mengatakan bahwa pulau kecil tersebut, bersama dengan pulau-pulau lain yang merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, akan segera menyusul Bali sebagai destinasi paling populer di Indonesia.

Sipura bukan penemuan baru mengingat para peselancar lokal lebih menyukai tempat ini sebagai salah satu tempat pertemuan mereka. Bahkan pada 1991, seorang Australia bernama Lance Knight menemukan gelombang yang sempurna di sini. Dia menggambarkan ombaknya disapu oleh angin lepas pantai yang lembut dan berkilauan di bawah sinar matahari sore, dinding air yang berlubang pecah di atas terumbu karang dangkal, mirip seperti gambar-gambar di majalah.

Pasir putih mutiara, air biru, atau tanaman hijau yang melimpah menjadi pemandangan pulau yang telah menarik, terutama bagi para pelancong yang ingin menikmati pengalaman pulau asli Indonesia.

Harga Lebih Murah

Dengan jumlah penduduk lebih dari 4 juta jiwa, Bali jauh lebih sibuk daripada Sipura, yang berpenduduk lebih dari 20.000 jiwa. Jadi, banyak yang memilih pulau ini dibandingkan Bali jika berkesempatan mengunjungi Indonesia.

Selain itu, harga di Sipora jauh lebih murah dibandingkan Bali yang dipenuhi turis. Misalnya, sebagian besar penginapan atau hotel di Sipura berkisar antara $25 (Rp380 ribu) dan $60 (Rp900 ribu) per malam.

Sebagai perbandingan, jika bermalam di Bali, biaya kamar antara $45 (Rp686 ribu) dan $120 (Rp1,8 juta). Turis yang ingin tinggal di vila pribadi dikenakan biaya setidaknya $250 (Rp3,8 juta) per malam.

Dalam hal harga makanan dan transportasi, kesenjangan antara kedua pulau ini juga besar.

Meskipun tidak tersedia restoran atau hotel mewah serupa di Bali di Sipura, pelancong tetap bisa mendapatkan makanan berkualitas tinggi dan tempat tidur nyaman.

Spot Surfing Menarik

Ada alasan mengapa para peselancar memilih Sipura sebagai tempat pertemuan mereka. Laut di pulau ini menawarkan ombak yang sesuai dengan tingkat keahlian peselancar, tapi banyak yang lebih cocok untuk mereka yang lebih berpengalaman. Gelombangnya bervariasi sehingga memberikan kenyamanan dan tantangan bagi setiap sesi latihan peselancar.

Namun, berselancar bukanlah satu-satunya aktivitas menyenangkan yang dapat dilakukan di pulau ini. Sipura juga terkenal dengan tempat snorkelingnya yang luar biasa karena dilengkapi dengan beragam biota laut dan memiliki jalur hutan yang menyenangkan untuk bertualang.

Suasana Tenang dan Santai

Salah satu keuntungan tinggal di pulau kecil yang relatif tidak dikenal seperti ini adalah wisatawan tidak perlu berurusan dengan keramaian atau musik keras yang diputar hingga dini hari. Jadi, ini cocok untuk mereka yang ingin mendapatkan pengalaman pulau yang apa adanya.

Pemandangan Indah

Keindahan Bali tidak dapat disangkal, tapi banyak yang menganggapnya terlalu banyak pembangunan. Itu sebabnya siapa pun yang ingin menikmati keindahan Indonesia dalam keadaan paling murni akan menghargai pantai-pantai indah dan perawan di Pulau Sipora.

Satu-satunya yang jadi kekurangan Pulau Sipora ini adalah aksesnya karena pulau ini tidak populer dibandingkan Bali atau Nias. Jarak dari Padang ke Kepulauan Mentawai sekitar 170 kilometer menyeberangi laut. Tapi pelancong punya pilihan transportasi, bisa menggunakan pesawat, kapal cepat selama 4-5 jam, atau kapal Pelni selama 12 jam.

sumber: tempo.co

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar