Sejarah Tembok Kota Batavia, Ternyata Begini Wujudnya Sekarang

Tidak banyak yang mengetahui bahwa Batavia di abad 17-18, merupakan kawasan yang dikelilingi oleh tembok kota (city wall). Tembok yang mengelilingi Batavia ini juga difungsikan sebagai pertahanan kota sama seperti film-film perang kerajaan. Batavia merupakan kota penting pada masa VOC menancapkan kaki-kakinya di Hindia Timur.

Setelah mampu menguasai Batavia pada 1619, dibuatlah Kastil Batavia yang fungsinya sebagai pertahanan sebelum mendirikan tembok kota. Kastil Batavia ini dibangun menempel pada dinding sisi timur Fort Jacatra pada 1618. Bentuknya seperti diamond, ukurannya sekitar 57.600 m2 atau empat kali lebih luas dari Fort Jacatra (14.400 m2). Terdapat bastion pada setiap sudutnya, yaitu Bastion Robijn di sudut barat laut, Bastion Diamant di sudut barat daya, Bastion Saphier di sudut timur laut, dan Bastion Parel di sudut tenggara. Kastil Batavia layaknya kastil di Eropa dikelilingi kanal yang cukup lebar (Kasteel gragcht).

Sekitar tahun 1628-1629, pasukan Mataram melakukan serangan ke kota Batavia. Mengevaluasi dari serangan tersebut, pimpinan VOC pada masa itu menilai bagian Timur kota merupakan salah satu titik terlemah pertahanan kota. Kemudian, VOC memutuskan untuk memperkuat pertahanan ke arah Timur. Setelah Gubernur Jenderal Jacques Specx menjabat sebagai Gubernur di Batavia (1629-1632), didirikanlah pagar di bagian timur kota dengan menggunakan tembok dari batu.

Tembok kota Batavia memiliki panjang sekitar 4,5 kilometer dan terdiri dari beberapa pintu gerbang yang dapat digunakan untuk keluar masuk kota. Pintu gerbang tersebut antara lain adalah Pintu Gerbang Jayakarta, Pintu Gerbang Ciliwung, Pintu Gerbang Sunda Kelapa, dan Pintu Gerbang Tanah Abang. Tembok ini juga dilengkapi dengan parit yang berfungsi sebagai penghalang tambahan untuk melindungi kota.

Pada masa kolonial Belanda, tembok kota Batavia menjadi simbol kekuasaan dan keberhasilan VOC dalam menguasai wilayah Hindia Timur. Tembok ini juga menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah Batavia yang kaya akan budaya dan perdagangan. Namun, seiring berjalannya waktu, tembok kota Batavia mengalami kerusakan akibat perubahan alam dan pembangunan kota modern.

Wujud tembok kota Batavia yang masih dapat dilihat sekarang ini adalah sisa-sisa tembok yang terletak di beberapa tempat di Jakarta. Salah satu tempat yang terkenal adalah Taman Fatahillah, yang dulunya merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan di Batavia. Di sini, pengunjung dapat melihat sisa-sisa tembok kota Batavia yang masih berdiri kokoh.

Di sekitar Taman Fatahillah juga terdapat Museum Sejarah Jakarta, yang menyimpan berbagai artefak dan benda bersejarah yang terkait dengan sejarah Batavia. Pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang sejarah tembok kota Batavia dan peranannya dalam perkembangan kota.

Seiring perkembangan Jakarta sebagai ibu kota negara, banyak bagian dari tembok kota Batavia yang telah hilang atau digantikan dengan bangunan modern. Namun, sisa-sisa tembok yang masih ada menjadi bukti nyata dari kejayaan dan kekuatan Batavia pada masa lalu.

Sebagai salah satu warisan sejarah yang berharga, penting bagi kita untuk menjaga dan melestarikan sisa-sisa tembok kota Batavia ini. Dengan memahami sejarahnya, kita dapat lebih menghargai dan menghormati perjalanan panjang kota Jakarta dan bangsa Indonesia.

Melihat wujud tembok kota Batavia yang masih dapat dilihat sekarang ini, kita dapat membayangkan betapa megahnya kota ini pada masa lalu. Sejarah tembok kota Batavia menjadi pengingat akan kejayaan dan kekuatan yang pernah dimiliki oleh kota ini. Mari kita jaga dan lestarikan warisan sejarah ini agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Author: Gerai Kendhil

Tinggalkan komentar