Terbang Saat PPKM Darurat, Ini 5 Tips Persiapan Berkas PCR dan Kartu Vaksin Covid-19

Kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021 mengharuskan calon penumpang pesawat untuk memenuhi sejumlah syarat. 

Mereka diwajibkan menunjukkan hasil tes PCR dan kartu vaksin Covid-19 agar dapat terbang dari dan ke Jawa serta Bali. 

Bagi sebagian orang, syarat tersebut mungkin membuat mereka lebih memilih untuk membatalkan perjalanan. Salah satunya karena harga tes PCR umumnya lebih mahal daripada antigen. 

Namun jika kamu tidak bisa membatalkan perjalanan karena ada urusan penting, terdapat sejumlah tips yang dapat dilakukan terkait persiapan berkas syarat perjalanan yang dapat diikuti yakni sebagai berikut, Senin (12/7/2021):

1. Sering cari informasi soal syarat naik pesawat

Seorang penumpang pesawat bernama Oki melakukan perjalanan dari Manado ke Jakarta pada Jumat (9/7/2021).

Saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat, dia mengatakan bahwa dirinya sempat bertemu dengan orang yang gagal naik pesawat karena berkas syarat terbangnya kurang.

“Tadi pagi juga ada yang mau berangkat ke Papua, dia tes antigen malah ditolak karena harus PCR. Kasihan banget pokoknya, tiket pasti hangus,” ujar dia.

Menurut Oki, guna menghindari hal tersebut, ada baiknya calon penumpang sering mencari informasi terbaru soal syarat naik pesawat.

2. Cari tempat tes yang hasilnya keluar cepat

Selain Oki, ada juga Rossa yang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Sumatera Utara pada Senin (5/7/2021).

Saat hendak mempersiapkan berkas syarat penerbangan, dia sempat mengalami kendala terkait lokasi tes PCR.

“Cukup repot mencari lokasi tes PCR yang hasilnya bisa diperoleh lebih cepat, terlebih jika kami ada penerbangan mendadak, walaupun hasil swab PCR lebih meyakinkan,” kata dia, Jumat.

Rossa melanjutkan, mencari lokasi tes PCR yang hasilnya dapat diperoleh lebih cepat cukup penting agar jadwal penerbangan tidak perlu diundur.

“Rekan kerja saya, karena swab PCR malam hari dan hasilnya belum diketahui akan diperoleh kapan, untuk berjaga-jaga penerbangannya diundur dan tidak bersama kami,” jelas Rossa.

Untuk mengetahui mana tempat tes PCR yang hasilnya keluar cepat, Rossa menyarankan agar calon penumpang memfilter tempat-tempat tes yang diketahui seperti rumah sakit atau klinik.

Setelah membuat daftar beberapa tempat tes PCR, langkah selanjutnya adalah mengontak mereka untuk mengetahui biaya dan waktu yang diperlukan untuk tesnya dikeluarkan.

“Lalu kami seleksi mana yang lebih efisien. Berbeda dengan lokasi swab antigen yang bisa dicari mendadak dan hasilnya jauh lebih cepat,” ujar dia.

3. Lakukan tes PCR dari jauh hari

Ilustrasi tes PCR dan CT value
 Ilustrasi tes PCR dan CT value

Tes PCR terbilang cukup berbeda dengan rapid antigen, terlebih terkait seberapa cepatnya hasil tes keluar. Sebab, hasil tes PCR tidak bisa langsung didapat dalam rentang waktu 15-20 menit saja.

Untuk menghindari waktu keluarnya hasil tes yang lama, serta ketinggalan pesawat, calon penumpang diimbau untuk melakukan tes Covid-19 setidaknya sehari sebelum keberangkatan.

Oki mengatakan, dia melakukan tes PCR pada Rabu (7/7/2021) sekitar pukul 14.00 di salah satu rumah sakit di Manado. Namun, hasilnya baru keluar sekitar pukul 23.00 pada Kamis (8/7/2021).

“Kalau tes PCR di Jakarta atau Bogor, itu sebelum 24 jam hasil sudah keluar. Rata-rata 12 jam, bahkan kurang dari 12 jam juga ada dan sudah di-email,” ucapnya.

Email pun baru tadi siang jam 15.00 sore baru dikirimkan. Hitungannya 2×24 jam lebih malah. Percuma kita bayar mahal. Kemarin banyak yang komplain hasil PCR belum pada keluar padahal besok pagi harus terbang. Semuanya pada emosi sama pelayanannya,” imbuh Oki.

4. Jangan vaksin di hari keberangkatan

Selain Rossa dan Oki, ada juga Stephanie yang melakukan perjalanan udara dari Denpasar menuju Jakarta pada Rabu.

Terkait syarat kartu vaksin Covid-19, kelengkapannya sudah siap sejak jauh hari lantaran dirinya sudah divaksin tiga hari sebelum PPKM Darurat dimulai atau seminggu sebelum keberangkatan.

“(Vaksin) disarankan tidak di hari H penerbangan agar tidak terburu-buru pada hari H penerbangan. Untuk vaksin pun sudah dipermudah dengan ada layanan vaksin di bandara,” kata Stephanie.

“Jika ingin pada hari H, mungkin bisa disiapkan waktu yang lebih lama sebelum penerbangan,” sambung dia.

Sama halnya dengan Stephanie, Oki juga sudah divaksin pada Rabu pagi sebelum berangkat ke rumah sakit pada siang hari untuk tes PCR.

Untuk vaksinasi, menurut dia hal tersebut tergantung dengan waktu penerbangan. Jika jadwal penerbangannya pagi, baiknya calon penumpang divaksin setidaknya sehari sebelum keberangkatan.

“Kalau bisa sebelum hari H penerbangan, yang penting minimal dosis pertama saja. Sudah banyak juga di mana-mana tempat untuk vaksin. Supaya enggak terburu-buru, biar enggak nambah beban pikiran,” imbuh Oki.

Rossa juga mengatakan hal yang sama. Dia tidak menyarankan calon penumpang untuk vaksinasi Covid-19 secara dadakan seperti satu atau dua jam sebelum keberangkatan.

Menurut dia, hal tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi efek samping yang dirasa oleh mereka setelah divaksin.

5. Persiapkan berkas dari jauh hari 

Stephanie mengatakan, penambahan syarat wajib membawa kartu vaksin Covid-19 membuat proses pemeriksaan berkas penerbangan menjadi lebih lama dari biasa.

“Untuk pemeriksaan berkas di bandara asal agak lebih lama, dikarenakan dokumen yang diperiksa ada dua. Surat PCR dan vaksin,” jelas dia.

Baca juga: 

Oki juga menuturkan hal yang sama. Namun menurut dia, yang lama hanyalah pada saat mengantre lantaran berkas yang diperiksa harus ditambah dengan kartu vaksin. Namun, selama pemeriksaan berkas, prosesnya terbilang cepat.

“Sebenarnya enggak ribet, cuma agak panjang saja antreannya. Tapi (waktu pemeriksaan berkas) normal-normal saja. Selagi berkas kita sesuai, enggak ada kendala,” ujarnya.

Untuk menghindari proses yang lama saat berkas-berkas tengah diperiksa, calon penumpang diimbau untuk mempersiapkan dan mengecek ulang seluruh persyaratan sebelum jadwal keberangkatan.

sumber: kompas.com

Gerai Kendhil
Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply