TERNYATA Jalan Tol Siantar-Parapat Belum Dikerjakan, Bisa Tak Jadi Kalau Ganti Rezim

Progres konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera untuk ruas Siantar – Seribudolok dan ruas Seribudolok – Parapat hingga kini belum dikerjakan. Hal itu terlihat dari Laman Monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PuPR).

Adapun Seksi V (Siantar – Seribudolok) memiliki panjang 22,3 Km dan Seksi VI (Seribudolok – Parapat) memiliki panjang 16,1 Km. Kedua seksi ini baru akan ditargetkan rampung setelah tahun 2024 mendatang.

Artinya jika pemerintahan setelah Presiden Joko Widodo tak mau melanjutkkannya maka proyek tol ini akan gagal.

Sekretaris Perusahaan PT Hutama Marga Waskita, Ergy Pramadipta menjelaskan bahwa dua ruas ini memiliki keistimewaan tak hanya sebagai mobilitas di Sumatera Utara, namun juga mendukung aksesibilitas bagi Destinasi Wisata Super Prioritas Danau Toba.

Ruas dari Siantar sampai Parapat merupakan ruas dukungan dari Pemerintah, saat ini masih dalam proses perencanaan desain. kata Ergy.

Sebab tak hanya untuk memangkas waktu tempuh berkendara, pemerintah menaruh perhatian agar ruas seksi Siantar – Seribudolok dan Seribudolok – Parapat bisa meningkatkan traffic wisata di sekitar Danau Toba tambah Ergy.

Ergy juga menjelaskan bahwa ruas lainnya yaitu Seksi I (Tebingtinggi – Inderapura) sepanjang 20,3 Km dan Seksi II (Kuala Tanjung – Inderapura) sepanjang 18,05 Km beberapa saat lagi akan rampung dan bisa dinikmati masyarakat pada awal tahun 2023.

“Progress konstruksi Seksi I saat ini mencapai 96 persen, dan Seksi II mencapai 74 % . Sampai akhir 2022 ini kami upayakan sebagian kedua ruas tersebut bisa digunakan sebagai jalur fungsional Nataru untuk mengurai kemacetan di jalan nasional” jelasnya.Berdasarkan Monitoring BPJT selanjutnya, progres ruas Seksi III (Tebingtinggi – Serbelawan) sepanjang 30 Km tercatat progres pembebasan tanah mencapai 98

sumber: tribun-medan.com

Author: Gerai Kendhil

Leave a Reply