Tradisi Wai Doka dan Kelong Khas Manggarai Timur Tampil Saat Penutupan Bhayangkara Cup I Waelengga

Sanggar Seni Budaya Uma Lodok SMAN 2 Kota Komba, Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba.

Pelestarian itu salah satunya dilakukan dengan mementaskan tradisi Wai Doka (Enggrang) dan Kelong saat penutupan Turnamen Bhayangkara Cup I Waelengga di Lapangan Sepak Bola Waelengga, Minggu, (24/7/2022).

Tarian Kelong ditujukan untuk mengantar atau menyambut tamu-tamu khusus, seperti pejabat atau turis asing. Contohnya pada Minggu, (24/7/2022), para penari menyambut Bupati Manggarai Timur Agas Andreas bersama rombongan.

Para penari diiringi tabuhan gendang menghentakkan kaki sambil menari-nari serta nyanyian adat bahasa Manggarai Timur.

Pelestarian tradisi ini dijaga, dirawat, dan dipelihara oleh siswa dan siswi SMAN 2 Kota Komba dengan bergabung di Sanggar tersebut.

Bupati Manggarai Timur Agas Andreas pada Minggu (24/7/2022) sangat mengapresiasi pelestarian tradisi dan budaya yang dipertahankan di lembaga pendidikan SMAN 2 Kota Komba dengan tarian Wai Doka (Enggrng) dan Kelong.

“Saya sangat terharu radisi luar biasa,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Ngada Andreas Pari usai penutupan turnamen mengaku terpikat dengan cara Panitia Turnamen Bhayangkara Cup 1 Waelengga yang mempromosikan budaya lokal, seperti tarian, nyanyian adat, dan kain tenun songke khas Manggarai Timur.

“Sebaiknya, turnamen-turnamen berikutnya mempertahankan dan mempromosikan budaya lokal agar tetap lestari,” tutur dia.

Menurut dia, Pulau Flores sangat terkenal dengan budaya-budaya dan adat istiadat yang tetap dijaga, dirawat, dan dipelihara.

“Mempromosikan kain tenun Songke Manggarai Timur mengangkat harkat dan martabat dari para penenun atau pengrajin kain songke baik di Kabupaten Manggarai Timur maupun di Kabupaten Ngada,” tutur Andreas.

Sanggar Seni Budaya Uma Lodok SMAN 2 Kota Komba di Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT mementaskan tarian Kelong dan Wai Doka (Enggrang) saat penutupan Turnamen Bhayangkara Cup 1 Waelengga, Minggu, (24/7/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Sanggar Seni Budaya Uma Lodok SMAN 2 Kota Komba di Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT mementaskan tarian Kelong dan Wai Doka (Enggrang) saat penutupan Turnamen Bhayangkara Cup 1 Waelengga, Minggu, (24/7/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Adapun Ketua Panitia Turnamen Bhayangkara Cup I Waelengga, Mikael Pakur mengatakan bahwa pihaknya sengaja menampilkan tradisi Manggarai Timur saat turnamen.

“Promosi pariwisisata budaya Manggarai Timur ditampilkan dengan memakai pakaian adat Manggarai Timur, yakni kain songke dan baju putih serta topi songke,” jelasnya.

Manggarai Timur Cocok Dengan Pariwisata Budaya

Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Komba sekaligus Ketua Sanggar Seni Budaya Uma Lodok, saat dihubungi Kompas.com, Senin, (25/7/2022) menjelaskan, sanggarnya memang diminta panitia membawakan tarian Wai Doka (Enggrang) dan Kelong.

Sanggar Seni Budaya Uma Lodok SMAN 2 Kota Komba di Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT mementaskan tarian Kelong dan Wai Doka (Enggrang) saat penutupan Turnamen Bhayangkara Cup 1 Waelengga, Minggu, (24/7/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Sanggar Seni Budaya Uma Lodok SMAN 2 Kota Komba di Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT mementaskan tarian Kelong dan Wai Doka (Enggrang) saat penutupan Turnamen Bhayangkara Cup 1 Waelengga, Minggu, (24/7/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

Penampilan saat Turnamen Bhayangkara Cup 1 Waelengga itu ditujukan untuk mempromosikan pariwisata budaya di Manggarai Timur.

“Bahkan saat ajang Tour De Flores beberapa tahun lalu, tarian ini dipentaskan. Saya berterima kasih kepada Panitia Turnamen Bhayangkara Cup 1 Waelengga yang mengundang lembaga pendidikan SMAN2 Kota Komba untuk tampil,” jelasnya.

sumber: kompas.com

Author: Gabs Art

Tinggalkan komentar